Video keributan acara musik Lampung Barat yang sempat ramai di media sosial pekan ini mendapat babak baru — dan arahnya menyejukkan. Perselisihan di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, yang melibatkan anggota DPRD setempat Prayitno itu resmi berakhir damai melalui musyawarah.
Perdamaian dicapai Selasa malam (20/10/2026) di kediaman Abdul Rasyid. Tiga pihak yang berselisih — Prayitno, Wendi Firnando, dan Jevi Andrian — sepakat saling memaafkan dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kesepakatan itu dinyatakan sebagai hasil musyawarah bersama, tanpa tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.
"Kami mengadakan kesepakatan damai atas terjadinya kesalahpahaman yang terjadi di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam," kata Prayitno, Kamis (22/10/2026), seperti dikutip PrioritasTV. Ia kembali menegaskan bahwa proses perdamaian berjalan tanpa unsur pemaksaan: "Malam hari ini kami melaksanakan kesepakatan damai, tidak ada unsur pemaksaan. Kami sepakat untuk saling memaafkan."
Berawal dari insiden di panggung Minggu malam
Keributan itu terjadi Minggu malam (18/10/2026) di kediaman Supriadi, Pekon Manggarai, saat sebuah acara musik tengah berlangsung. Video insiden di atas panggung beredar di media sosial dan memicu perhatian publik, termasuk karena melibatkan seorang anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat.
Prayitno sendiri menjelaskan versinya: kedatangannya ke lokasi bertujuan membantu mengoordinasikan keamanan acara. Ia mengaku tersinggung karena tidak mendapat kesempatan menyampaikan imbauan terkait keamanan ketika musik DJ masih dimainkan. Ia juga membantah kabar yang menyebut dirinya datang untuk mencari kesempatan tampil di atas panggung.
Catatan redaksi: uraian di atas hanya merangkum apa yang disampaikan sumber. Detail kronologi keributan yang tidak diberitakan sumber tidak ditambahkan dalam artikel ini.
Dihadiri unsur DPRD dan Bhabinkamtibmas
Pertemuan damai itu tidak digelar seadanya. Hadir di antaranya Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, anggota DPRD Untung, Sekretaris Lurah Pajar Bulan, keluarga masing-masing pihak, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Pajar Bulan (Kecamatan Way Tenong) dan Bhabinkamtibmas Pekon Manggarai (Kecamatan Air Hitam).
Kehadiran unsur legislatif dan aparat keamanan menunjukkan bahwa penyelesaian ini dianggap serius oleh semua pihak. Ia juga menjadi pengingat bahwa di daerah, jalur musyawarah masih menjadi pilihan utama meredam perselisihan sebelum berkembang lebih jauh.
FAQ
Siapa saja yang terlibat dalam keributan ini?
Anggota DPRD Lampung Barat Prayitno, Wendi Firnando, dan Jevi Andrian. Ketiganya kini sudah sepakat berdamai.
Kapan perdamaian dicapai?
Selasa malam (20/10/2026) di kediaman Abdul Rasyid — dua hari setelah keributan terjadi pada Minggu malam.
Apakah perdamaian itu dilakukan dengan paksaan?
Tidak. Menurut Prayitno, kesepakatan damai merupakan hasil musyawarah seluruh pihak dan tidak ada unsur pemaksaan.
Peristiwa lain dari daerah: baca juga kronologi tanah longsor di Tabanan yang menerjang dua rumah.
Sumber
PrioritasTV, "Viral Keributan di Acara Musik Lampung Barat, Anggota DPRD Prayitno dan Dua Pihak Sepakat Berdamai", 22 Oktober 2026. Dipublikasikan redaksi 22 Oktober 2026.




