Selasa pagi, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 07.30 WITA, tanah longsor menerjang Perumahan Teras Dati di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Dua unit rumah yang berdiri di tepi sungai kecil (telabah) roboh tergerus, dan seorang warga mengalami luka-luka.

Korban luka, Risnu Akbar Kurniawan (29), tertimpa material bangunan saat berada di dapur yang mendadak ambruk. Ia mengalami luka di kepala dan kaki, lalu dilarikan ke RS Kasih Ibu Tabanan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ilustrasi lokasi tanah longsor yang merusak rumah warga

Kronologi: dari kejadian hingga evakuasi

07.30 WITA — Bagian kamar tidur dan dapur rumah milik Nurul Laili ambles ke dasar sungai. Dapur rumah milik Anak Agung Krisna Jaya yang bersebelahan ikut tergerus longsor.

07.50 WITA — BPBD Kabupaten Tabanan menerima laporan kejadian, lalu mengerahkan personel Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 4 ke lokasi.

08.30–11.00 WITA — Petugas melakukan asesmen kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

Karena kondisi tanah di lokasi masih sangat labil dan akses jalurnya sempit, evakuasi material longsor tidak bisa menggunakan alat berat. BPBD berkoordinasi dengan pihak desa agar pembersihan dilakukan secara manual, demi menghindari potensi longsor susulan.

Dua rumah rusak, kerugian Rp200 juta

Rumah milik Nurul Laili mengalami kerusakan berat: kamar tidur dan dapurnya ambles ke dasar sungai, dengan taksiran kerugian sekitar Rp150 juta. Sementara rumah milik Anak Agung Krisna Jaya rusak di bagian dapur, dengan kerugian ditaksir Rp50 juta. Total kerugian material mencapai sekitar Rp200 juta.

Ilustrasi dampak banjir dan longsor terhadap permukiman warga

Penyebab: tanah dan tembok labil tergerus aliran sungai

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, menjelaskan longsor dipicu kondisi tanah pondasi perumahan yang labil. Di sebelah barat telabah, debit aliran air sedikit demi sedikit mengikis tanah dan fondasi tembok hingga akhirnya ambruk total.

"Tanah dan tembok labil di sebelah barat telabah, sedikit demi sedikit terkikis hingga ambruk dan tanah ikut tergerus," jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, membenarkan dua rumah roboh dan satu warga luka dalam peristiwa tersebut.

Ilustrasi data bencana banjir dan longsor yang dicatat BNPB

Warga di tepi sungai diminta waspada

BPBD Tabanan memastikan kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian masih labil. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Tabanan.

FAQ

Kapan longsor di Tabanan terjadi?

Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 07.30 WITA, di Perumahan Teras Dati, Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Berapa kerugian akibat longsor tersebut?

Total taksiran kerugian mencapai sekitar Rp200 juta: Rp150 juta pada rumah milik Nurul Laili dan Rp50 juta pada rumah milik Anak Agung Krisna Jaya.

Siapa korban luka dalam kejadian ini?

Risnu Akbar Kurniawan (29), yang mengalami luka di kepala dan kaki akibat tertimpa material bangunan saat berada di dapur. Ia dirawat intensif di RS Kasih Ibu Tabanan.

Apa penyebab longsornya?

Menurut BPBD Tabanan, tanah dan struktur tembok di tepi sungai (telabah) labil; aliran air mengikis fondasi sedikit demi sedikit hingga ambruk total.

Sumber: CoverBali (20/10/2026), Bali Wake News (20/10/2026), BSINews (mengutip Detikcom, 20/10/2026). Diakses 22 Oktober 2026.