Buka media sosial akhir-akhir ini dan kamu hampir pasti melihatnya: orang-orang bermain di lapangan berkaca, memegang raket padat tanpa senar, dan terlihat sangat menikmati permainan. Namanya padel — dan tren padel Indonesia 2026 sedang naik daun.
Padel bukan lagi olahraga asing. Lapangannya menjamur dari Jakarta sampai Solo Raya, komunitas bermunculan di banyak kota, dan pada awal Oktober 2026 pasangan ganda putri Indonesia bahkan menembus final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Apa sebenarnya padel itu?
Padel adalah olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash. Permainan biasanya dimainkan ganda (2 lawan 2) di lapangan berukuran 10 x 20 meter yang dikelilingi dinding kaca dan pagar jaring. Dinding itu bukan hiasan — ia bagian dari permainan: bola boleh dipantulkan ke sana seperti di squash.
Raketnya solid tanpa senar dan berlubang, bolanya menyerupai bola tenis. Sistem penilaiannya sama dengan tenis, tapi servis harus dilakukan dari bawah — setinggi pinggang atau lebih rendah. Aturan yang sederhana inilah yang membuat padel ramah bagi pemula dari berbagai usia.
Kenapa tiba-tiba viral di Indonesia?
Ada beberapa faktor yang saling menguatkan. Pertama, padel mudah dipelajari — orang yang belum pernah memegang raket pun bisa langsung ikut main. Kedua, format gandanya membuatnya sosial: olahraga bareng teman, bukan olahraga sendirian.
Ketiga, ia fotogenik. Lapangan kaca dan raket unik membuat konten padel terlihat bagus di media sosial, dan itu mempercepat penyebaran trennya.
Dan yang tak kalah penting: prestasinya nyata. Pada Asian Games 2026 di Nagoya, ganda putri Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menembus partai final dan membawa pulang medali perak setelah kalah 3-6, 4-6 dari wakil tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto. Pasangan Indonesia lainnya, Beatrice Gumalya/Novela Putria, mengamankan perunggu usai menyapu wakil Filipina 6-0, 6-0.
Angka di balik demamnya
Pertumbuhan infrastrukturnya tercatat. Menurut data Growell yang dikutip Goodstats.id, jumlah lapangan padel di Indonesia melonjak dari 240 unit pada 2024 menjadi 947 unit pada 2025 — dengan proyeksi 2.527 lapangan pada 2026. Di Bekasi saja, Badan Pendapatan Daerah mencatat 31 titik lapangan padel per awal 2026.
Di level kebijakan, Channel NewsAsia melaporkan pada Februari 2026 bahwa Indonesia memperkuat pelatihan pelatih dan wasit berlisensi, sementara Kemenpora pada September 2026 mendorong kompetisi profesional lewat Indonesia Padel League. Padel jelas tidak sekadar FOMO — ia sedang membangun ekosistem.
Catatan redaksi: angka-angka di atas berasal dari sumber yang disebut dan mencerminkan data pada periode masing-masing; proyeksi 2026-2028 belum tentu terealisasi seluruhnya.
Mau coba? Ini yang perlu disiapkan
1. Teman main. Padel paling nikmat dimainkan berempat. Ajak tiga orang — ganda putra, ganda putri, atau campuran bebas.
2. Lokasi dan slot. Lapangan sudah banyak di Jakarta, Bekasi, Surabaya, Bali, hingga Solo Raya. Kebanyakan menerima booking per jam lewat platform atau pencarian di Google Maps.
3. Raket. Sebagian venue menyewakan raket, jadi kamu tidak perlu langsung membeli. Harga raket di e-commerce memang beragam — sewa dulu sebelum memutuskan.
4. Biayanya? Tarif sewa bervariasi antar kota dan jam bermain. Sebagai satu gambaran, data platform AYO Indonesia untuk Semarang mencatat sewa mulai Rp150 ribu hingga Rp450 ribu per jam — bukan tarif nasional, dan jam prime time di kota besar bisa berbeda. Biasanya patungan berempat, jadi jatuhnya per orang terjangkau.
FAQ
Apa bedanya padel dengan tenis?
Lapangan padel lebih kecil, dikelilingi dinding kaca yang menjadi bagian permainan, raketnya padat tanpa senar, dan bolanya bisa memantul dari dinding.
Apakah padel sulit untuk pemula?
Tidak. Aturannya sederhana dan format ganda membuat pemula cepat bisa mengikuti permainan — itulah salah satu alasan ia viral.
Berapa biaya main padel?
Bervariasi antar kota dan jam. Contoh di Semarang: Rp150-450 ribu per jam per lapangan (sumber: AYO Indonesia), biasanya patungan berempat.
Indonesia berprestasi apa saja di padel?
Di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini meraih perak dan Beatrice Gumalya/Novela Putria meraih perunggu dari nomor ganda putri.
Tren olahraga lain yang juga ramai: baca demam lari di Indonesia 2026.
Sumber
Kover Magazine, "Olahraga Padel Makin Populer, Ini Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mencobanya"; Asplace.id mengutip data Growell/Goodstats.id; Solopos/Espos.id; RakyatBekasi.com; RCTI+, Esposin/ANTARA, Poskota, Astakom, MediaByte soal Asian Games Aichi-Nagoya 2026; tesis Universitas Diponegoro (data biaya AYO Indonesia, Semarang). Dipublikasikan redaksi 22 Oktober 2026.




