Pernah makan sambil menatap layar HP, lalu tiba-tiba piring sudah kosong tanpa ingat rasanya? Kebiasaan itu kini dilawan Gen Z lewat tren mindful eating: makan dengan kesadaran penuh — fokus, tidak terburu-buru, dan benar-benar menikmati setiap gigitan.
Studi Cheil Indonesia bertajuk Redefining the Rules of Relevance mencatat 75 dari 100 responden Gen Z menempatkan kesehatan sebagai salah satu tujuan utama mereka di masa depan. Mindful eating muncul sebagai salah satu dari tiga tren gaya hidup sehat yang digemari, bersama selfcare dan social fitness.
Apa itu mindful eating?
Sederhananya: memperhatikan apa yang dimakan, bagaimana rasanya, dan kapan tubuh sudah cukup. Praktiknya termasuk menghindari multitasking seperti bermain HP atau menonton TV saat makan, serta benar-benar merasakan tekstur, rasa, dan porsi makanan yang disantap.
7 cara praktis memulai mindful eating
1. Singkirkan HP dari meja makan. Ini inti trennya: tidak ada layar saat makan. Notifikasi yang menunggu lima menit tidak akan ke mana-mana, tapi momen makan yang terlewat tidak bisa diulang.
2. Kunyah perlahan. Tidak perlu menghitung jumlah kunyahan — cukup perlambat tempo. Makan yang tidak terburu-buru memberi waktu bagi tubuh untuk mengenali rasa kenyang.
3. Duduk dengan tenang, jangan sambil lalu. Makan sambil berdiri, berjalan, atau bekerja membuat porsi sulit terkontrol. Duduk, tarik napas, baru mulai makan.
4. Kenali sinyal lapar dan kenyang. Berhenti makan sebelum kekenyangan. Patokan sederhananya: makan saat benar-benar lapar, berhenti saat sudah nyaman — bukan saat piring kosong.
5. Ambil porsi secukupnya sejak awal. Nambah berkali-kali tanpa sadar adalah musuh mindful eating. Mulai dari porsi kecil; tambah lagi hanya jika memang masih lapar.
6. Jangan menunda makan sampai kelaparan berat. Perut yang terlalu lapar membuat orang makan terburu-buru dan berlebihan — kebalikan dari prinsip tren ini.
7. Refleksikan kebiasaan makanmu. Catat singkat apa yang dimakan dan bagaimana rasanya setelahnya. Dalam seminggu, polanya akan terlihat: kapan makan karena lapar, kapan makan karena bosan.
Kenapa Gen Z jatuh cinta pada tren ini
Di tengah aktivitas yang padat, anak muda mencari cara yang lebih seimbang untuk menjaga tubuh dan pikiran — tanpa aturan yang kaku. Mindful eating tidak melarang makanan apa pun; ia hanya meminta perhatian penuh saat makan. Dalam studi yang sama, 73% Gen Z juga memprioritaskan selfcare sebagai bentuk pembentukan jati diri, mulai dari menggambar dan melukis hingga jalan santai.
Tren pendampingnya, social fitness, menggabungkan aktivitas fisik dengan momen bersosialisasi — gym, hiking, padel, hingga pilates — agar olahraga terasa seperti bermain, bukan kewajiban. Polanya sama: kesehatan yang menyatu dengan keseharian, bukan beban tambahan.
Batasan yang perlu diingat
Mindful eating bukan diet dan bukan terapi. Ia tidak menjanjikan penurunan berat badan, dan tidak menggantikan saran dokter atau ahli gizi — terutama bagi yang memiliki riwayat gangguan makan. Anggap ia sebagai kebiasaan baik, bukan aturan yang mengikat.
Prinsip "sadar" ini juga merembes ke tren lain. Salah satunya downgrade lifestyle: menjalani hidup lebih sederhana dan hemat sebagai keputusan sadar, bukan keterpaksaan.
FAQ
Apa itu mindful eating?
Pola makan dengan kesadaran penuh: fokus pada makanan, menikmati setiap gigitan tanpa terburu-buru, dan menghindari multitasking seperti bermain HP saat makan.
Apakah mindful eating sama dengan diet?
Tidak. Diet mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dimakan; mindful eating mengatur bagaimana cara makan — penuh perhatian, tanpa melarang makanan tertentu.
Apakah butuh alat atau aplikasi khusus untuk memulainya?
Tidak. Yang dibutuhkan hanya perhatian: singkirkan distraksi, perlambat tempo makan, dan dengarkan sinyal tubuh.
Dari mana tren ini populer di Indonesia?
Salah satunya tercatat dalam studi Cheil Indonesia "Redefining the Rules of Relevance", di mana 75 dari 100 responden Gen Z menempatkan kesehatan sebagai tujuan utama mereka di masa depan.
Sumber: Harian Tangsel (1/10/2026), Diagnosa.id (1/10/2026). Diakses 22 Oktober 2026.




