Indonesia pulang dari Kairo dengan dua mahkota. Kejuaraan Dunia Junior BWF (WJC) 2026 di Cairo International Stadium, Mesir — yang puncaknya digelar Sabtu (17/10/2026) — memberi juara dunia junior bulutangkis dua gelar: satu dari tunggal putra Radithya Bayu Wardhana, satu dari ganda campuran Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti.

Radithya Bayu Wardhana, tunggal putra Indonesia juara dunia junior 2026 asal PB Djarum

Raihan ini lebih dari sekadar medali. Ini kali pertama sejak 2019 Indonesia membawa pulang lebih dari satu emas dari kejuaraan dunia junior — sebuah sinyal bahwa regenerasi di tunggal putra dan ganda campuran sedang berjalan dengan baik.

Final sesama Indonesia: Radithya vs Fardhan

Partai puncak tunggal putra mempertemukan dua pemain Merah Putih: Radithya melawan Fardhan Rainanda Joe. Radithya menang 15-9, 11-15, 15-8 dalam 47 menit — laga rubber game yang menegangkan hingga gim penentuan.

Untuk Radithya, ini penampilan perdananya di WJC. "Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara," katanya melalui keterangan PBSI. Pemain PB Djarum itu mengaku kemenangan ini masih "berasa seperti mimpi", tapi ia tak ingin berpuas diri — gelar juara dunia junior adalah modal, bukan garis finis.

Gelar itu ia persembahkan untuk orang tua di kampung halaman, pamannya, keluarga besar, dan klubnya. Ia juga menegaskan tekadnya: begitu bergabung pelatnas nanti, ia akan belajar dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik buat Indonesia.

Bagi Fardhan, kekalahan ini berarti medali perak kedua beruntun setelah sebelumnya juga meraih perak di Asian Junior Championships. Ia mengaku kecewa karena maunya juara, tapi bersyukur bisa sampai di titik ini.

Ilustrasi perayaan emas Indonesia di kejuaraan dunia bulutangkis

Comeback dramatis Luthfi/Dian dari 11-14

Gelar kedua datang dari ganda campuran — dan jalannya tak kalah dramatis. Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti, pasangan yang menempati unggulan ke-23, menumbangkan wakil China Feng Yi Lang/Li Meng Han (unggulan ke-29) dengan skor 17-15, 8-15, 16-14.

Kejuaraan ini memakai sistem gim 15. Pada gim penentuan, Luthfi/Dian sempat tertinggal 11-14 — satu poin lagi dari kekalahan. Habibi memilih menjaga fokus satu poin demi satu poin, dan pasangan Indonesia itu berbalik menang dengan selisih dua poin.

Dian Ramadhani Mukti, atlet muda asal Meulaboh, Aceh Barat, mengakui sempat sangat tegang di poin-poin kritis. Tapi dorongan pelatih dan pasangannya membuatnya terus mencoba. Sementara Habibi, yang berasal dari Samarinda, mendedikasikan gelar ini terutama untuk sang pelatih — "dengan persiapan hanya 2-3 minggu, kami bisa ambil gelar juara" — serta untuk keluarga, orang tua, dan masyarakat Indonesia.

Ini gelar ganda campuran pertama Indonesia di WJC sejak Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil pada 2018.

Suasana pembinaan para pebulu tangkis muda Indonesia

Dua emas, satu perak, dua perunggu

Secara keseluruhan, Indonesia menutup WJC 2026 dengan 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Dua perunggu datang dari beregu campuran serta pasangan ganda campuran Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani.

Sejarah mencatat banyak juara dunia junior yang justru tenggelam di level senior. Tapi malam itu di Kairo, untuk sesaat, beban masa depan boleh menunggu — Indonesia berhak merayakan.

Lihat juga performa senior mereka: lima wakil Indonesia lolos 16 besar French Open 2026.

Sumber

Juara.net, "Raih Gelar Juara Dunia Junior, Pebulu Tangkis Indonesia Akui Terasa Seperti Mimpi", 20 Oktober 2026; SuaraGarut.id mengutip BolaSport; RCTI+; ANTARA/PBSI; Sportsnesia.com; Infoaceh.net. Dipublikasikan redaksi 22 Oktober 2026.