Pasar Tumbang Sanamang di Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, terbakar pada Jumat (23/10/2026) dini hari. Api yang mulai terlihat sekitar pukul 00.30 WIB menghanguskan 25 los pasar, sejumlah rumah warga, satu bangunan masjid, dan tiga gedung sarang burung walet. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Bagi warga Katingan Hulu, kebakaran ini jauh lebih dari sekadar bangunan hangus. Pasar adalah nadi ekonomi di pedalaman: tempat pedagang menggantungkan penghasilan harian sekaligus tempat warga memenuhi kebutuhan pokok. Dengan 25 los yang rata dengan tanah, puluhan pedagang kini kehilangan lapak dan, kemungkinan besar, stok dagangan mereka.
Los Baru yang Tak Sempat Diserahterimakan
Ada ironi pahit di balik kebakaran ini. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, Markus, menyebut 25 los yang hangus adalah milik Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Katingan — dan enam di antaranya baru selesai dibangun serta belum sempat diserahterimakan. Investasi pembangunan itu belum sempat dipakai, sudah lebih dulu jadi abu.
Masjid dan Gedung Walet Ikut Hangus
Api tidak berhenti di kompleks pasar. Satu bangunan masjid, lima rumah warga, dan tiga gedung sarang burung walet ikut terbakar, menurut keterangan Markus pada Jumat siang. Pendataan bangunan masih berlangsung di lapangan, sehingga angka tersebut masih bisa berubah.
Yang patut dicatat: gedung walet bukan bangunan biasa bagi warga pedalaman. Sarang burung walet adalah aset bernilai tinggi — semacam tabungan yang tumbuh setiap musim panen. Kehilangan tiga gedung sekaligus berarti sebagian warga kehilangan sumber pendapatan jangka panjang, bukan cuma bangunan.
Api Cepat Membesar, Warga Padamkan Seadanya
Kobaran api membesar dengan cepat karena bangunan-bangunan di kawasan pasar kebanyakan berkonstruksi kayu dan posisinya berdekatan. Warga yang terbangun langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sekitar dua setengah jam kemudian — sekitar pukul 03.00 WIB — api mulai padam.
Kebakaran ini murni kebakaran bangunan, berbeda dengan kebakaran hutan dan lahan yang melanda Gunung Ciremai dan Gunung Sumbing pekan ini. Hingga kini, asal mula percikan api masih diselidiki pihak berwenang.
Listrik Padam, Sinyal Hilang
Kepanikan warga bertambah karena listrik padam dan sinyal seluler menghilang selama kebakaran. Sejumlah warga yang tinggal jauh dari Tumbang Sanamang sempat kehilangan kontak dengan keluarga di lokasi kejadian. Salah satunya Mastoril Ahmad, yang mengunggah kegelisahannya di media sosial: ia menerima foto dan video dari keluarga sebelum api meluas, lalu komunikasi terputus hingga pagi hari.
Posko Kesehatan dan Dapur Umum Dibuka
Pemerintah Kecamatan Katingan Hulu bersama Puskesmas Tumbang Sanamang membuka posko penanganan kesehatan dan dapur umum untuk warga terdampak. Satu warga dilaporkan mengalami luka bakar ringan. Total kerugian materiil akibat kebakaran ini belum diketahui pasti dan masih dalam pendataan.
Yang berubah setelah Jumat dini hari itu jelas: denyut ekonomi Tumbang Sanamang terhenti, setidaknya untuk sementara. Los-los baru yang seharusnya jadi harapan pedagang justru hangus duluan. Kini yang tersisa adalah puing, pendataan, dan pertanyaan kapan pasar ini bisa kembali berdiri.
Sumber:




