Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka Beasiswa Non Gelar STEM 2026 untuk guru SD dan SMP. Program pelatihan teknis bertajuk Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning ini merupakan kerja sama Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Hiroshima University, Jepang. Beasiswa STEM Guru 2026 ini kuotanya sangat terbatas dan pendaftarannya ditutup besok, 25 Oktober 2026.

Informasi program ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @guru.dikdas.dikdasmen dan dilansir media nasional. Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 1676/B/B5/GT.02.00/2026 tertanggal 12 Oktober 2026, pendaftaran dibuka 12 hingga 25 Oktober 2026, dan seleksi administrasi, pengumuman hasil administrasi, serta wawancara substansi berlangsung pada minggu kelima Oktober 2026.

Guru sekolah dasar Indonesia mengajar di depan para siswa di dalam kelas

Program Apa Sebenarnya Ini?

Beasiswa Non Gelar STEM adalah pelatihan teknis nongelar yang membantu guru mengeksplorasi pendekatan pembelajaran sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Penekanannya pada penerapan: guru diajak merancang aktivitas STEM sesuai tahap perkembangan murid, mengaitkan lintas mata pelajaran dengan persoalan nyata, dan bekerja dengan pendekatan praktis berbasis inkuiri.

"Saatnya mengeksplorasi ide, mencoba hal baru, dan menghadirkan pengalaman belajar STEM yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berkolaborasi, serta menemukan solusi bagi tantangan masa depan," tulis unggahan akun Instagram @guru.dikdas.dikdasmen, dikutip Kamis (15/10).

Kuota Hanya 30 Orang

Total kuota program ini hanya 30 orang, dibagi rata untuk dua jenjang: 15 kursi untuk guru SD dan 15 kursi untuk guru SMP. Peserta yang lolos berasal dari dua unsur, yakni pendidik ASN dan pendidik tetap yayasan.

Dengan waktu pendaftaran yang singkat, guru yang memenuhi syarat disarankan tidak menunggu hari terakhir. Berbeda dengan program pengembangan guru berskala nasional seperti PPG Daljab 2026, program microcredential ini menyasar segmen spesifik: guru SD dan SMP yang siap mengajar dengan pendekatan STEM.

Guru mengajar di depan kelas

Syarat Umum dan Khusus

Calon peserta harus berstatus WNI, berusia paling tinggi 55 tahun per 31 Desember pada tahun pendaftaran, memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), serta sehat jasmani dan rohani.

Di samping itu ada syarat khusus: berstatus pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan, berpengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal, berkualifikasi akademik S1/D-IV dengan IPK minimal 3,00 pada skala 4, dan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, English Score 290, atau Versant Test 47. Sertifikat bahasa Inggris tidak diwajibkan bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri yang masa lulusnya tidak lebih dari 2 tahun terhitung dari tanggal pendaftaran.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Guru yang berminat perlu menyiapkan hasil pindai: formulir pendaftaran, KTP, NUPTK, Surat Keputusan pengangkatan (pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan), surat tugas mengajar, surat aktif bertugas dari pimpinan instansi, ijazah dan transkrip nilai S1/D-IV yang telah dilegalisir, sertifikat kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan, surat pernyataan kesanggupan calon peserta Program Pelatihan Teknis, surat rekomendasi dari atasan, surat keterangan sehat jasmani dan rohani, esai atau personal statement dalam bahasa Inggris minimal 500 kata, serta Letter of Acceptance (LoA) yang dilengkapi setelah dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa.

Guru bersama siswa di sekolah

Cara Mendaftar

Pendaftaran dilakukan secara daring. Calon peserta memilih program "Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning", memahami seluruh persyaratan, melengkapi profil peserta, mengunggah seluruh dokumen, lalu mengikuti petunjuk sistem hingga pendaftaran selesai. Batas akhirnya: 25 Oktober 2026. Detail tautan dan laman pendaftaran tercantum dalam surat pengumuman resmi Kemendikdasmen dan dapat dipantau lewat kanal resmi Direktorat Guru Pendidikan Dasar.

Peluang seperti ini jarang datang dua kali. Bagi guru SD dan SMP yang mengajar sains dan teknologi setiap hari, program ini bisa jadi panggung untuk memperdalam pendekatan berbasis proyek dengan kerangka internasional. Sama seperti kabar TPG guru non-ASN yang mulai cair Oktober 2026, ini salah satu perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas guru tahun ini.

FAQ

Siapa yang bisa mendaftar Beasiswa Non Gelar STEM 2026?

Guru SD dan SMP berstatus pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan, berpengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut, berkualifikasi S1/D-IV dengan IPK minimal 3,00, dan memenuhi syarat bahasa Inggris.

Berapa kuota beasiswa ini?

Hanya 30 orang: 15 guru SD dan 15 guru SMP.

Kapan pendaftaran ditutup?

Pendaftaran daring ditutup pada 25 Oktober 2026. Seleksi administrasi, pengumuman hasil, dan wawancara substansi berlangsung pada minggu kelima Oktober 2026.

Apakah program ini kerja sama dengan pihak luar negeri?

Ya. Program ini merupakan kerja sama Kemendikdasmen, LPDP, dan Hiroshima University, Jepang.

Di mana saya bisa melihat pengumuman resminya?

Rujukan resmi adalah surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 1676/B/B5/GT.02.00/2026 tertanggal 12 Oktober 2026 serta kanal resmi Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen.

Sumber: GuruHub - Beasiswa Non Gelar STEM untuk Guru SD-SMP 2026 (23/10/2026); Demokratis - Kemendikdasmen Buka Beasiswa STEM untuk Guru SD dan SMP (13/10/2026)