Dulu, flexing di media sosial identik dengan barang bermerek, liburan mewah, dan kehidupan malam. Kini linimasa anak muda semakin sering dipenuhi hal lain: foto setelah lari pagi, catatan personal best di aplikasi Strava, rutinitas latihan di pusat kebugaran, hingga keberhasilan menuntaskan full marathon dan kompetisi HYROX.
Pergeseran ini bukan sekadar ganti konten. Ia memperlihatkan perubahan cara generasi muda memaknai pencapaian. Bukan lagi semata-mata tentang barang yang dimiliki, melainkan usaha menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan konsistensi merawat tubuh. Sesuatu yang tidak bisa dibeli instan, melainkan dibangun lewat latihan berbulan-bulan.
Angkanya: lari dan HYROX meledak di Indonesia
Laporan Strava Year in Sport 2025 mencatat aktivitas lomba lari yang direkam pengguna Gen Z meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, salah satunya kenaikan aktivitas kategori marathon sebesar 33 persen. Di Indonesia, lebih dari 500 event lari digelar di 34 provinsi dan lebih dari 200 kota sepanjang 2026, sementara jumlah running club disebut meningkat hampir enam kali lipat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
BTN Jakarta International Marathon 2026 diikuti 45.500 pelari, meningkat sekitar 47 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025. HYROX, kompetisi yang memadukan lari dengan latihan kebugaran fungsional, juga meledak: debut HYROX Jakarta pada Juni 2026 diikuti lebih dari 11.000 peserta dalam dua hari. Kementerian Pemuda dan Olahraga bahkan menyebut HYROX sebagai bagian dari fenomena baru hybrid fitness yang populer di Indonesia.
Kenapa olahraga menjadi bahasa sosial baru
Olahraga komunitas memberi tiga hal sekaligus yang dulu dicari di kehidupan malam: pertemanan, cerita, dan pengakuan. Run club menjadi tempat bertemu, latihan bersama menjadi rutinitas sosial, dan medali finisher menjadi bukti yang bisa dipamerkan tanpa terkesan pamer harta. Bagi sebagian Gen Z dan milenial, waktu akhir pekan pun bergeser dari nongkrong sampai pagi ke long run pagi hari, gym, padel, atau persiapan kompetisi.
Tentu tidak semua anak muda meninggalkan kehidupan malam atau kebiasaan lama. Pergeseran ini lebih tepat dibaca sebagai bertambahnya satu bahasa status baru, bukan penggantian total. Yang berubah adalah apa yang dianggap keren untuk dibagikan: dari "lihat apa yang gue punya" menjadi "lihat apa yang berhasil gue capai".
Sisi yang tidak boleh dilupakan: kesehatan itu sendiri
Prodia, lewat kampanye FLEX YOUR HEALTH dengan semangat "Knowing Your Body Is a Flex", mendorong masyarakat menjadikan kesehatan sebagai pencapaian yang patut dibanggakan, tidak hanya lewat aktivitas fisik, tetapi juga dengan mengenali kondisi tubuh lewat pemeriksaan yang sesuai kebutuhan. Sebagai bagian kampanye itu, Prodia menghadirkan penawaran pada 2-4 November 2026 berupa diskon 30 persen untuk seluruh pemeriksaan serta promo Pay 1 for 2 untuk pemeriksaan Prodia Genomics.
Pesan yang lebih penting justru di luar promo: data epidemiologi mencatat lonjakan penyakit tidak menular pada Gen Z dan milenial akibat gaya hidup sedenter, stres tinggi, dan pola makan kurang seimbang. Diabetes tipe 2, GERD, obesitas, hipertensi dini, hingga gangguan postur dan mata kini semakin umum pada anak muda. Flexing sehat hanya bermakna bila dibarengi dengan pemahaman kondisi tubuh sendiri, bukan sekadar foto finis.
Artikel terkait di Klik Fakta: Gen Z Beralih ke Dumbphone, Ini Alasannya.
FAQ
Apa itu HYROX?
Kompetisi kebugaran yang memadukan lari dengan latihan kebugaran fungsional, yang debutnya di Jakarta pada Juni 2026 diikuti lebih dari 11.000 peserta.
Berapa peserta BTN Jakarta International Marathon 2026?
45.500 pelari, meningkat sekitar 47 persen dibandingkan 2025.
Apakah flexing sehat berarti meninggalkan gaya hidup lama sepenuhnya?
Tidak. Ini adalah bertambahnya satu bahasa status baru, bukan penggantian total atas semua kebiasaan anak muda.
Sumber: Strava Year in Sport 2025; data HYROX Jakarta Juni 2026 dan BTN Jakarta International Marathon 2026 (dikutip Suara Pembaharuan, VoiceMagz, dan Industry.co.id). Artikel ini diterbitkan 4 November 2026.




