Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Peringatan dini ini berlaku sejak Senin, 2 November 2026 hingga Kamis, 5 November 2026, dengan periode yang dimulai dan berakhir pukul 07.00 WIB, meski jadwal peringatan tiap daerah tidak seluruhnya sama.
Peringatan ini perlu dibaca dengan tepat: kategori Tinggi menunjukkan potensi gelombang 2,5-4 meter di kawasan yang tercantum, bukan kondisi yang berlaku merata dan terus-menerus di seluruh perairan Indonesia. Prakiraan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer dan laut, sehingga nelayan sebaiknya mengecek pembaruan BMKG sebelum melaut.
Enam kawasan kategori Tinggi
Enam kawasan yang tercantum dalam kategori Tinggi pada peringatan lintas wilayah adalah Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara Maluku.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala menjelaskan, angin timur hingga tenggara berkecepatan 8-28 knot memicu potensi gelombang tinggi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Di kawasan itu, potensi ketinggian gelombang mencapai 2,5-4 meter. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Bengkulu hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
Perincian daerah: Lampung dan Jawa Timur
Untuk Lampung, peringatan Stasiun Meteorologi Maritim Panjang berlaku Selasa, 3 November 2026 pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 6 November 2026 pukul 07.00 WIB. Tinggi gelombang di Selat Sunda bagian selatan Lampung diperkirakan mencapai 2,5-4 meter, sementara perairan barat Lampung berpotensi 1,25-2,5 meter. Prakirawan M. Fauzan Abdul Lathif meminta masyarakat yang beraktivitas di laut meningkatkan kewaspadaan.
Untuk Jawa Timur, kategori Tinggi di Samudra Hindia selatan provinsi itu berbeda dengan sepuluh perairan dalam peringatan daerah. Perairan Pacitan, Trenggalek, Blitar, Tulungagung, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Kepulauan Kangean Selatan, dan Kepulauan Sapudi bagian selatan masuk kategori Sedang, dengan potensi gelombang 1,25-2,5 meter.
Kategori Sedang dan jadwal yang berbeda
Gelombang kategori Sedang juga tercantum untuk Laut Bali, Laut Jawa bagian barat dan tengah, serta Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Peringatan daerah untuk Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bali, NTB, Sulawesi Utara, dan Papua mencakup periode 2 sampai 5 November 2026.
Periode untuk Aceh, DIY, Maluku Utara, dan Papua Barat adalah 1 sampai 4 November 2026, sedangkan Papua Barat Daya mencakup 31 Oktober sampai 3 November 2026. Halaman peringatan BMKG tidak mencatat perairan dalam kategori Sangat Tinggi (4-6 meter) maupun Ekstrem (lebih dari 6 meter). Artinya, ancaman saat ini adalah gelombang tinggi, bukan ekstrem, tetapi tetap berbahaya bagi perahu kecil.
Artikel terkait di Klik Fakta: BMKG: Hujan Lebat Guyur 19 Provinsi Hari Ini.
FAQ
Wilayah mana yang berpotensi gelombang 2,5-4 meter?
Samudra Hindia barat Bengkulu, barat Lampung, selatan Banten, selatan Jawa Timur, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara Maluku.
Sampai kapan peringatan ini berlaku?
Umumnya 2-5 November 2026, tetapi tiap daerah berbeda; Lampung misalnya hingga 6 November pukul 07.00 WIB.
Apakah ada perairan kategori Ekstrem?
Tidak. BMKG tidak mencatat kategori Sangat Tinggi (4-6 meter) maupun Ekstrem (di atas 6 meter) pada peringatan ini.
Sumber: BMKG, peringatan dini gelombang tinggi 2-5 November 2026; keterangan Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala, 1 November 2026; Stasiun Meteorologi Maritim Panjang. Artikel ini diterbitkan 4 November 2026.




