Istilah "superflu" belakangan ramai di masyarakat, seolah ada flu baru yang jauh lebih berbahaya dari flu biasa. Faktanya, istilah itu tidak dikenal dalam nomenklatur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Yang terjadi di Indonesia saat ini adalah peningkatan kasus influenza yang mengikuti pola musiman, dan kabar terbarunya justru menunjukkan tren yang menurun.

Berdasarkan laporan surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 18-24 Oktober 2026, sebanyak 172 dari 400 spesimen yang diperiksa terdeteksi positif influenza. Hasil ini menurun dibandingkan minggu sebelumnya, tetapi DPR tetap meminta pemerintah waspada dan tidak mengendurkan pemantauan.

Perempuan memakai masker saat sakit flu

Apa yang sebenarnya terjadi?

Data Kemenkes yang dikutip sebelumnya menunjukkan gambaran yang lebih tenang dari kesan di media sosial. Pada surveilans sentinel pekan ke-38 tahun 2026, 148 dari 265 spesimen terkonfirmasi positif influenza, dengan positivity rate 56 persen pada sampel tersebut. Angka itu tidak berarti 56 persen penduduk Indonesia terkena influenza, melainkan proporsi positif di antara spesimen yang diperiksa di fasilitas sentinel.

Jenis virus yang paling banyak terdeteksi adalah Influenza A H1N1pdm09. Kemenkes juga tetap memantau Influenza A H3N2 subclade K, yang belakangan dikenal masyarakat dengan sebutan "superflu". Aktivitas influenza di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berada pada kategori sedang, sementara kasus infeksi saluran pernapasan akut berat (SARI) yang dipantau di rumah sakit masih kategori rendah.

Positivity rate kumulatif tahun ini sebesar 17 persen, justru lebih rendah dari 2025 yang mencapai 24 persen. Kemenkes menegaskan lonjakan ini adalah siklus musiman tahunan yang wajar, dipengaruhi perubahan musim, peningkatan mobilitas, pertemuan banyak orang, dan subtipe virus yang sedang dominan.

Mitos vs fakta seputar superflu

Mitos: Superflu adalah virus baru yang super berbahaya. Fakta: superflu bukan nama resmi virus. Ia adalah sebutan populer untuk Influenza A H3N2 subclade K yang sedang dipantau, bukan penyakit baru yang terpisah dari influenza.

Mitos: Semua orang yang batuk pilek pasti kena superflu. Fakta: gejala flu bisa disebabkan banyak virus saluran napas. Hanya pemeriksaan laboratorium yang bisa memastikan jenis virusnya.

Mitos: Kalau kasus menurun, kewaspadaan boleh berhenti. Fakta: Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengingatkan kewaspadaan harus terus dijaga. "Data ini perlu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap influenza harus terus dijaga. Kita tidak perlu panik, tetapi pencegahan dan deteksi dini jangan sampai diabaikan," ujarnya, Senin, 26 Oktober 2026.

Pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan

Kenali gejala dan kapan harus ke dokter

Gejala influenza umumnya berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri badan, dan rasa lemas. Sebagian besar kasus dapat pulih dengan perawatan di rumah: cukup istirahat, memperbanyak minum, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Segera cari pertolongan medis bila sesak napas, demam tinggi yang tidak turun, nyeri dada, kebingungan, atau kondisi memburuk setelah sempat membaik. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan penyakit penyerta memerlukan perhatian khusus, karena kelompok ini lebih rentan mengalami komplikasi.

Pencegahan yang benar-benar bekerja

1. Etika batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lipatan siku, buang tisu segera, lalu cuci tangan.

2. Kebersihan tangan. Cuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer, terutama setelah dari tempat ramai.

3. Masker saat sakit. Pakai masker bila sedang sakit dan harus berada di dekat orang lain, untuk menahan percikan.

4. Jangan memaksakan aktivitas saat sakit. Sekolah dan keluarga punya peran penting: anak yang sakit sebaiknya istirahat di rumah sampai pulih.

5. Jaga daya tahan. Tidur cukup, makan bergizi, dan cukup cairan membantu tubuh menghadapi masa pancaroba, ketika suhu berubah cepat dari panas terik ke dingin lembap.

Mencuci tangan sebagai pencegahan penularan flu

FAQ: Influenza dan superflu

Apa itu superflu?

Sebutan populer di masyarakat untuk Influenza A H3N2 subclade K yang dipantau Kemenkes. Istilah ini tidak dikenal dalam nomenklatur WHO.

Apakah kasus influenza sedang naik atau turun?

Pada periode 18-24 Oktober 2026, 172 dari 400 spesimen positif influenza, menurun dibandingkan minggu sebelumnya, tetapi Kemenkes dan DPR meminta kewaspadaan tetap dijaga.

Kapan penderita flu harus ke dokter?

Bila sesak napas, demam tinggi tak kunjung turun, nyeri dada, atau kondisi memburuk setelah sempat membaik, terutama pada kelompok rentan.

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Bila ragu dengan kondisi kesehatanmu, konsultasikan ke puskesmas atau dokter. Baca juga: waspada leptospirosis saat musim hujan.

Sumber: Validnews, "Kasus Influenza Turun, DPR Minta Kemenkes Waspada" (26 Oktober 2026), validnews.id; Kemenkes RI via RRI, surveilans sentinel pekan ke-38 tahun 2026 (Oktober 2026).