Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases, yang disingkat SIZE, resmi diaktifkan dengan tahap awal di Jawa-Bali. Pengaktifan itu disampaikan setelah kegiatan di Yogyakarta pada Selasa, 27 Oktober 2026, oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, menurut laporan ANTARA. Sistem ini melibatkan tiga kementerian sekaligus: Kemenko PMK, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Pertanian (Kementan).
Kenapa ini penting? Zoonosis adalah penyakit yang menular dari hewan ke manusia, dan penyakit infeksius baru sering kali muncul dari interaksi manusia dengan hewan. Kalau datanya tersebar di dinas yang berbeda-beda, responsnya lambat. SIZE dibuat untuk menutup celah itu: satu dasbor, data lintas sektor, pembaruan cepat.
Masalah lama yang coba diselesaikan SIZE
Menko PMK Pratikno pernah menggambarkan masalah ini dengan gamblang saat pengaktifan SIZE di NTT: dinas kesehatan punya data korban gigitan, dinas peternakan punya data anjing yang diduga rabies, tapi keduanya sering tidak terhubung. "Akibatnya respons kita sering terlambat," katanya.
Contoh konkretnya begini. Ada kasus gigitan anjing di sebuah desa. Tenaga kesehatan memasukkan datanya ke aplikasi. Secara otomatis, notifikasi terkirim ke petugas kesehatan hewan yang bisa melihat titik pelapor dan segera melacak hewan pembawanya. "Dengan membuka dasbor SIZE, Bapak Ibu bisa langsung melihat kasus gigitan hewan hari ini, di kecamatan mana, real time. Inilah kekuatan SIZE. Jadi SIZE ini adalah kecepatan kita, kolaborasi kita," ujar Pratikno.
Ini bukan sistem yang lahir kemarin sore. SIZE pertama kali diluncurkan pada 19 Desember 2023, sempat mengalami kendala teknis operasional, lalu dikembangkan ulang lewat proses reaktivasi dan penulisan ulang sistem yang melibatkan kecerdasan buatan. Uji coba versi 2025 digelar di Yogyakarta pada 9 September 2025 dan di Bali pada 11 September 2025, dengan rencana aktivasi bertahap per regional mulai Oktober 2025. NTT menjadi provinsi pertama yang melakukan aktivasi serentak secara nasional pada 17 Oktober 2025. Jawa-Bali adalah kelanjutan dari tahapan itu.
Empat penyakit yang dipantau, dan kenapa itu penting
Saat ini SIZE memantau empat penyakit prioritas: rabies, leptospirosis, antraks, dan flu burung, dengan kemungkinan diperluas ke penyakit lain di masa depan. Seluruh kasus dapat dimonitor secara real-time dengan pembaruan data setiap lima menit, menurut keterangan resmi Kemenko PMK.
Keempatnya bukan penyakit sembarangan. Rabies menyerang sistem saraf dan hampir selalu berakibat fatal begitu gejala klinis muncul. Leptospirosis mengintai lewat air yang tercemar urine hewan, terutama saat banjir dan musim hujan. Antraks bisa menular dari ternak yang sakit atau mati mendadak. Flu burung mengancam peternakan sekaligus kesehatan manusia. Satu benang merahnya: semua bermula dari hewan, dan semua lebih mudah dikendalikan kalau ketahuan lebih awal.
Asisten Deputi Kemenko PMK, Nancy Dian Anggraeni, menyebut sekitar 80 persen wilayah Indonesia merupakan daerah endemis penularan zoonosis dan penyakit infeksius baru. Angka itu menjelaskan kenapa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan respons setelah wabah meledak. "Kita saat ini arahnya lebih ke hulu, jangan menunggu terjadi 'kebakaran' baru memadamkannya," katanya saat uji coba SIZE di Yogyakarta.
One Health: manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu meja
Pendekatan di balik SIZE disebut One Health: kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan ditangani bersama, bukan sendiri-sendiri. Kepala Biro Kesra Pemprov DIY, Faisol Muslim, menjelaskan SIZE mempercepat pertukaran data dan informasi lintas sektor serta memperpendek rantai birokrasi dalam menangani potensi wabah. Sistem ini juga dinilai mendukung Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penanggulangan bencana non-alam.
Pengakuan internasionalnya sudah ada. SIZE menjadikan Indonesia sebagai pemimpin One Health di Asia Tenggara dalam Forum G20, dan proses bisnisnya masuk dalam penilaian Joint External Evaluation (JEE) tahun 2017 dan 2023. Artinya, dunia luar sudah melihat sistem ini sebagai model, bukan sekadar proyek percontohan.
Di tingkat daerah, langkah ini berjalan beriringan dengan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pada 22 Oktober 2026, Jawa Timur menggelar asesmen implementasi PHBS untuk pencegahan zoonosis dan penyakit infeksi emerging di Surabaya, dengan Pacitan dan Lumajang sebagai lokus intervensi. Pesannya sama: pencegahan tidak bisa dikerjakan satu sektor saja.
Apa artinya buat masyarakat biasa
SIZE adalah sistem untuk petugas, bukan aplikasi yang diunduh warga. Tapi manfaatnya sampai ke warga dalam bentuk respons yang lebih cepat: hewan pembawa penyakit dilacak lebih awal, vaksinasi bisa diarahkan ke titik yang tepat, dan imbauan bisa keluar sebelum kasus membesar.
Ada satu pesan praktis yang selalu ditekankan pejabat dalam setiap pengaktifan SIZE, dan layak diingat siapa pun yang tinggal dekat hewan peliharaan atau ternak: kalau digigit hewan penular rabies, cuci luka dengan sabun dan air mengalir, lalu segera ke puskesmas atau Rabies Center terdekat. Menurut Menko PMK, banyak korban meninggal bukan karena tidak ada vaksin, melainkan karena tidak tahu harus berbuat apa. Sementara itu, ternak yang sakit atau mati mendadak jangan disembelih atau dikonsumsi; laporkan ke petugas kesehatan hewan agar diperiksa sesuai prosedur.
Untuk mengenal lebih jauh salah satu penyakit yang dipantau SIZE, baca juga artikel waspada leptospirosis di musim hujan: gejala dan pencegahan.
FAQ
Apa itu SIZE?
SIZE adalah Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases, platform lintas sektor yang menghubungkan data kesehatan manusia dan hewan agar penyakit zoonosis dan penyakit infeksius baru terdeteksi dan ditangani lebih cepat.
Di mana SIZE diaktifkan pada 27 Oktober 2026?
Tahap awal di Jawa-Bali, dengan pengaktifan yang disampaikan setelah kegiatan di Yogyakarta pada 27 Oktober 2026, melibatkan Kemenko PMK, Kemenkes, dan Kementan.
Penyakit apa saja yang dipantau SIZE?
Empat penyakit prioritas: rabies, leptospirosis, antraks, dan flu burung, dengan kemungkinan perluasan ke penyakit lain. Kasus dimonitor real-time dengan pembaruan data setiap lima menit.
Apakah masyarakat bisa mengakses aplikasi SIZE?
SIZE adalah alat kerja lintas sektor untuk pemerintah dan petugas kesehatan manusia maupun hewan. Bagi masyarakat, manfaatnya berupa respons yang lebih cepat, vaksinasi yang lebih tepat sasaran, dan imbauan yang lebih dini.
Apa yang harus dilakukan kalau digigit hewan yang diduga rabies?
Cuci luka dengan sabun dan air mengalir, lalu segera ke puskesmas atau Rabies Center terdekat untuk penilaian medis dan pemberian vaksin antirabies sesuai indikasi tenaga kesehatan.
Sumber: News Hive (27 Oktober 2026, mengutip laporan ANTARA tentang aktivasi SIZE di Yogyakarta); Kemenko PMK (uji coba SIZE versi 2025 di DIY, September 2025); Kemenko PMK (pengaktifan SIZE di NTT, Oktober 2025); Pemprov Bali (uji coba SIZE di Bali, September 2025); Kominfo Jatim (asesmen PHBS pencegahan zoonosis, 22 Oktober 2026). Artikel ini diterbitkan 28 Oktober 2026. Fakta aktivasi 27 Oktober 2026 bersumber dari laporan ANTARA yang dikutip News Hive; latar sistem, penyakit prioritas, dan kutipan pejabat berasal dari situs resmi Kemenko PMK dan pemerintah daerah. Anjuran cuci luka dan segera ke puskesmas adalah imbauan resmi yang disampaikan Menko PMK, bukan pengganti penilaian tenaga kesehatan.




