Lebih dari 70 persen penderita kanker payudara datang ke dokter saat penyakitnya sudah stadium lanjut. Angka itu, yang muncul dalam berbagai laporan pengabdian masyarakat di Indonesia, adalah alasan utama mengapa deteksi dini terus digaungkan setiap Oktober, bulan peduli kanker payudara. Dan langkah deteksi dini yang paling mudah dijangkau — tanpa alat, tanpa biaya, tanpa antre — bernama SADARI: Periksa Payudara Sendiri.

SADARI bukan alat diagnosis. Ia adalah kebiasaan mengenali kondisi payudara sendiri, sehingga perubahan sekecil apa pun bisa segera ditindaklanjuti ke tenaga medis.

Pemeriksaan kesehatan perempuan

Kenapa SADARI penting

Hampir 85 persen benjolan payudara pertama kali ditemukan oleh penderitanya sendiri, bukan oleh dokter. Artinya, perempuan yang rutin memeriksa payudaranya memiliki peluang lebih besar menemukan perubahan pada tahap awal, ketika pilihan pengobatan jauh lebih banyak dan peluang kesembuhannya lebih baik.

Edukasi SADARI terbukti mengubah perilaku. Dalam satu penelitian di kalangan wanita usia subur, skor pengetahuan tentang deteksi dini naik dari rata-rata 7,53 menjadi 8,33 dari skor maksimal 10 setelah diberikan edukasi terstruktur lewat ceramah, demonstrasi, dan leaflet. Pengetahuan saja tidak menyembuhkan, tapi pengetahuanlah yang menggerakkan seseorang untuk datang memeriksakan diri.

Langkah-langkah SADARI

1. Pilih waktu yang tepat. Lakukan beberapa hari setelah haid selesai, saat payudara tidak sedang membengkak atau nyeri karena pengaruh hormon. Untuk yang sudah menopause, pilih satu tanggal tetap setiap bulan agar mudah diingat.

2. Periksa di depan cermin. Berdiri dengan bahu tegak, tangan di sisi tubuh, lalu perhatikan bentuk, ukuran, dan kulit payudara. Angkat kedua tangan ke atas kepala dan perhatikan lagi, lalu tekan pinggang dan perhatikan saat otot dada mengencang. Perhatikan: perubahan bentuk, kulit yang berkerut atau seperti kulit jeruk, puting yang tertarik ke dalam, dan cairan yang keluar dari puting.

3. Raba dengan telapak jari. Gunakan tiga jari tengah dengan gerakan memutar kecil, menekan ringan, sedang, lalu kuat, menyusuri seluruh payudara dari luar ke dalam, termasuk hingga ke ketiak. Lakukan dalam posisi berbaring dengan bantal tipis di bawah bahu, dan ulangi sambil berdiri — misalnya saat mandi, karena kulit yang basah memudahkan perabaan.

4. Catat dan bandingkan. Yang dicari bukan kesempurnaan, melainkan perubahan dari kondisi biasa. Benjolan baru, penebalan, atau perbedaan mencolok antara payudara kiri dan kanan adalah alasan untuk memeriksakan diri, bukan untuk menunggu bulan depan.

Edukasi deteksi dini kanker payudara

Tanda yang harus segera diperiksakan

Segera ke puskesmas, klinik, atau dokter bila menemukan: benjolan atau penebalan yang tidak hilang setelah satu siklus haid; perubahan kulit seperti kemerahan, berkerut, atau bersisik; puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam; atau cairan dari puting — terutama bila berdarah atau hanya dari satu sisi. Sebagian besar benjolan payudara bukan kanker, tapi hanya pemeriksaan medis yang bisa memastikannya.

Di fasilitas kesehatan, pemeriksaan lanjutan meliputi SADANIS (pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga medis), mammografi untuk menemukan kelainan yang belum teraba, USG payudara, dan — bagi yang memiliki riwayat keluarga kuat — tes genetik BRCA1/BRCA2. SADARI tidak menggantikan pemeriksaan-pemeriksaan ini; ia adalah pintu masuknya.

Kesadaran kesehatan perempuan

FAQ: SADARI dan deteksi dini kanker payudara

Seberapa sering SADARI dilakukan?

Sebulan sekali, beberapa hari setelah haid selesai, atau pada tanggal tetap setiap bulan bagi yang sudah menopause.

Apakah benjolan selalu berarti kanker?

Tidak. Banyak benjolan bersifat jinak, seperti kista atau fibroadenoma. Namun benjolan baru tetap harus diperiksa tenaga medis untuk memastikan.

Apakah SADARI menggantikan mammografi?

Tidak. SADARI adalah pemeriksaan awal mandiri; mammografi dan SADANIS adalah pemeriksaan medis yang melengkapinya, terutama bagi perempuan berusia di atas 40 tahun atau yang berisiko tinggi.

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis. Bila menemukan perubahan pada payudara, segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Sumber: jurnal pengabdian Poltekkes Kemenkes Medan dan Palu; panduan pemeriksaan payudara sendiri (Mayo Clinic, dirangkum berbagai sumber kesehatan).