Hujan deras yang mengguyur Kota Depok pada Selasa (27/10/2026) merendam lingkungan SMPN 2 Depok di Pancoran Mas dan menggenangi Jalan Raya Margonda. Air masuk ke ruang-ruang sekolah di Jalan Bangau Raya, Kelurahan Depok Jaya, saat kegiatan belajar masih berlangsung.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Di balik video yang beredar, ada rentetan waktu yang menjelaskan kenapa genangan itu terjadi begitu cepat, dan apa yang dilakukan petugas setelah laporan masuk.

Genangan banjir merendam permukiman saat hujan deras

Pagi: Depok Sudah Diperingatkan soal Hujan Lebat

Sejak pagi, prakiraan cuaca untuk Jabodetabek pada Selasa (27/10/2026) memang menempatkan Depok di daftar wilayah yang perlu waspada. Depok diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat dengan suhu sekitar 24-30 derajat Celsius, sementara Kabupaten Bogor berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.

Peringatan itu penting karena Depok bukan wilayah asing bagi banjir. Jalan Margonda, koridor utama kota itu, berulang kali tergenang ketika hujan deras bertemu saluran yang tidak mampu mengalirkan air secepat curahnya turun.

Siang: Hujan Deras, Air Mulai Masuk Sekolah

Sekitar pukul 12.00 WIB, hujan berintensitas tinggi mengguyur Pancoran Mas. Air mulai menggenangi lingkungan SMPN 2 Depok. Menurut Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk, genangan di sekolah mencapai 30 hingga 50 sentimeter dan merendam sejumlah ruang serta halaman sekolah.

"Beberapa unit kelas dan halaman sekolah terendam setinggi 30-50 cm," kata Denny, seperti dikutip dari laporan yang merujuk Detikcom.

Sekitar pukul 13.40 WIB, guru SMPN 2 Depok melapor ke petugas. DPKP bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Depok kemudian mendatangi sekolah untuk menangani genangan tersebut.

Banjir di wilayah Indonesia saat musim hujan

Versi Sekolah: Tiga Ruang, Bukan Kelas Utama

Ada satu klarifikasi yang patut dicatat. Kepala SMPN 2 Depok, Sumarno, menyebut ada tiga ruang yang terendam, dan ruang-ruang itu bukan ruang kelas utama. Menurutnya, ruang tersebut bersifat sementara karena ruang kelas sedang diperbaiki.

Sumarno juga mengklaim peristiwa itu bisa diatasi dengan cepat karena hujannya hanya sesaat. Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Damkar disebut sudah meninjau langsung ruang yang terendam.

Perbedaan penyebutan ini wajar terjadi di jam-jam pertama sebuah peristiwa: petugas lapangan melaporkan apa yang mereka lihat menggenang, sementara pihak sekolah menjelaskan fungsi tiap ruang. Yang tidak berubah dari kedua versi adalah lokasinya sama, waktunya sama, dan airnya nyata merendam lingkungan sekolah.

Penyebab yang Disebut Petugas: Kali Meluap, Gorong-gorong Menyempit

Menurut Denny, banjir dipicu luapan kali di depan sekolah dan penyempitan gorong-gorong di sekitar lokasi. Kombinasi itu, ditambah hujan yang turun lama dengan intensitas tinggi, membuat air tidak punya jalur keluar yang cukup cepat.

Pola ini bukan hal baru di Depok. Di koridor Margonda, tumpukan sampah dan bangunan di atas saluran pernah disorot pejabat kota sebagai faktor yang memperparah genangan. Untuk kejadian 27 Oktober ini, keterangan resmi yang tersedia sejauh ini menunjuk pada luapan kali dan gorong-gorong yang menyempit, bukan pada satu penyebab tunggal lain.

Petugas membersihkan sekolah pascabanjir agar bisa dipakai kembali

Apa yang Perlu Diwaspadai Warga Depok Selanjutnya

BMKG pada hari yang sama juga mengingatkan potensi hujan di banyak wilayah Indonesia, termasuk gelombang tinggi dan banjir rob di sejumlah pesisir. Untuk warga Depok, pesan praktisnya lebih sederhana: saat hujan deras turun lebih dari satu jam, hindari melintas di titik langganan genangan, dan laporkan genangan ke Damkar atau BPBD setempat sedini mungkin agar penanganan tidak menunggu air makin tinggi.

Bagi sekolah-sekolah di daerah rawan genangan, kejadian di SMPN 2 Depok ini juga jadi pengingat soal drainase halaman dan jalur air di sekitar pagar sekolah. Perbaikan ruang kelas tidak ada artinya bila air masih bisa masuk lewat kali dan gorong-gorong yang sama setiap musim hujan tiba.

Sumber: LensaHukum (27/10/2026, merujuk Detikcom) — Banjir Rendam SMPN 2 Depok dan Jalan Margonda; DepokTime — Hujan Deras, Ruang Kelas SMPN 2 Depok Terendam Banjir; AFU.ID — Cuaca Jabodetabek Hari Ini. Tautan internal: Banjir dan Longsor di Aceh Tengah.