Potongan video final LCC MPR viral di media sosial memperlihatkan sesuatu yang sulit dipercaya: seorang peserta menjawab dengan benar menurut konstitusi, disalahkan juri dan kena minus 5. Beberapa detik kemudian, regu lain memberi jawaban yang sama persis — dan justru dapat nilai 10. Warganet pun meledak. Tapi di tengah keramaian itu, ada beberapa hal yang simpang siur dan perlu diluruskan.
Yang Terjadi di Video: Dua Jawaban Sama, Dua Nilai Beda
Peristiwanya terjadi di babak rebutan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Pembawa acara melontarkan pertanyaan: "DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?"
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menekan bel paling cepat dan menjawab lengkap: "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."
Juri bernama Dyastasita, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, menyatakan jawaban itu salah. Minus 5. Pertanyaan dilempar ulang, dijawab Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan substansi yang identik — menyebut pertimbangan DPD dan peresmian oleh Presiden. Kali ini juri berkata: "Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10."
Protes Regu C tidak digubris. Keputusan juri dinyatakan final. Pembawa acara bahkan menanggapi protes peserta dengan kalimat yang ikut viral: "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja."
Pelurusan Pertama: Jawaban SMAN 1 Pontianak Memang Benar
Ini inti persoalannya, dan jawabannya hitam di atas putih. Pasal 23F ayat (1) UUD 1945 berbunyi:
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."
Bandingkan dengan jawaban peserta SMAN 1 Pontianak: nyaris kata per kata sama. Unsur DPD — yang menurut sejumlah pemberitaan disebut-sebut luput didengar juri — jelas terucap dalam jawaban itu, dan terdengar jelas di rekaman siaran YouTube resmi MPR RI. Jadi tidak ada keraguan: yang benar adalah peserta, bukan juri.
Pelurusan Kedua: Lombanya Sudah Lama, Videonya Baru Viral
Banyak yang mengira peristiwa ini baru terjadi minggu ini. Faktanya, final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar itu digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026 dan disiarkan kanal YouTube resmi MPR RI. Yang baru adalah potongan videonya — diunggah ulang ke TikTok dan X, lalu meledak dalam beberapa hari terakhir.
Artinya, kemarahan publik hari ini adalah reaksi tertunda atas peristiwa lima bulan lalu. Ini penting supaya tidak ada yang menuntut "tindakan cepat" seolah kejadiannya kemarin sore.
Pelurusan Ketiga: Alasan Juri, dan yang Belum Terjawab
Di medsos beredar dua versi pembelaan juri. Versi pertama: juri menyalahkan artikulasi peserta — jawaban dianggap tidak terdengar jelas, sehingga dewan juri "berhak memberi minus lima". Versi kedua, yang beredar lewat sejumlah akun berita: ada gangguan teknis pada speaker di meja juri, sehingga suara peserta tidak terdengar di posisi juri meski terdengar jelas di siaran YouTube dan oleh penonton.
Catatan redaksi: kedua versi itu berasal dari pemberitaan dan unggahan akun media sosial, bukan dari pernyataan resmi MPR RI. Hingga artikel ini ditulis pada 23 Oktober 2026, kami tidak menemukan klarifikasi resmi dari MPR RI soal insiden ini di kanal-kanal resminya. Begitu pula klaim yang beredar di TikTok bahwa pimpinan MPR sudah meminta maaf — belum ada pernyataan resmi yang bisa diverifikasi.
Yang jelas dari rekamannya: protes peserta ditolak, keputusan dinyatakan final, dan kalimat pembawa acara soal "perasaan adik-adik saja" justru memperkeruh suasana.
Kenapa Ini Penting?
Ironisnya, ini lomba tentang Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Pesertanya justru menunjukkan pemahaman konstitusi yang lebih baik dari juri yang menilai. Pelajarannya bukan sekadar soal teknis lomba, melainkan soal akuntabilitas: ketika penilaian dipertanyakan, jawaban yang dibutuhkan adalah penjelasan terbuka, bukan penolakan protes.
Bagi pembaca yang mengikuti isu pendidikan, polemik seperti ini menunjukkan betapa pentingnya pembinaan mutu pendidikan sampai ke level penyelenggaraan lomba — bukan hanya kurikulum di kelas.
FAQ
Siapa yang benar dalam kontroversi LCC MPR Kalbar — peserta atau juri?
Peserta. Jawaban SMAN 1 Pontianak sesuai dengan Pasal 23F ayat (1) UUD 1945. Juri memberikan penilaian tidak konsisten untuk dua jawaban yang substansinya sama.
Apa bunyi pasal UUD 1945 tentang pemilihan anggota BPK?
Pasal 23F ayat (1): "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden." Pimpinan BPK kemudian dipilih dari dan oleh anggota (ayat 2).
Kapan lomba cerdas cermat MPR yang viral itu digelar?
Final tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar Sabtu, 9 Mei 2026 dan disiarkan di kanal YouTube resmi MPR RI. Potongan videonya baru viral di TikTok dan X pada Oktober 2026.
Apakah MPR sudah memberikan klarifikasi resmi?
Hingga 23 Oktober 2026, redaksi tidak menemukan pernyataan resmi MPR RI soal insiden ini. Klaim permintaan maaf yang beredar di media sosial juga belum terverifikasi dari sumber resmi.
Sumber: KoranKota, STEKOM, BPK RI Perwakilan Lampung (teks UUD 1945), BPK RI Perwakilan NTT. Diakses 23 Oktober 2026. Artikel ini ditulis 23 Oktober 2026. Pernyataan soal belum adanya klarifikasi resmi MPR merujuk pada penelusuran redaksi hingga tanggal tersebut.



