Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memicu rentetan bencana dalam waktu singkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mencatat 9 titik bencana di 5 kecamatan per Senin, 2 November 2026, terdiri atas 4 titik tanah longsor, 3 pohon tumbang, dan 2 kerusakan infrastruktur. Tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.

Ancaman paling parah dilaporkan di Kecamatan Panggul, antara Desa Nglebeng dan Joketro, di mana tebing longsor mengancam 9 rumah warga karena tergerus hujan secara terus-menerus.

Jalan tertutup material longsor setelah hujan deras

Rincian kejadian di lapangan

Kerusakan pertama terjadi di halaman SDN 2 Pandean, Kecamatan Dongko. Tembok penahan tanah sepanjang 10 meter ambrol hingga kedalaman 3 meter, sehingga dikhawatirkan mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah. Di Dusun Joketro, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, talud penahan tebing di ruas jalan longsor sepanjang 12 meter dengan ketinggian 10 meter.

Dua kerusakan infrastruktur lainnya meliputi ambrolnya plengsengan sekolah dan ambruknya bagian tiang Jembatan Nayu di Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan. Sementara itu, pohon tumbang dilaporkan di Kecamatan Durenan serta wilayah perbatasan Panggul-Dongko.

Pohon trembesi menimpa pemotor

Satu kejadian pohon tumbang menimpa manusia. Pohon trembesi berdiameter 110 sentimeter dan tinggi 15 meter tumbang di Jalan Raya Durenan-Trenggalek, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Senin, 2 November 2026, sekitar pukul 06.50 WIB. Pohon itu menutup jalan nasional dan menimpa seorang pengendara sepeda motor perempuan berusia 23 tahun asal Tulungagung, yang mengalami luka ringan dan dievakuasi ke Puskesmas Durenan.

Arus jalan sempat tutup total sebelum evakuasi selesai sekitar pukul 08.40 WIB. Camat Durenan Ahmad Zuhdan menyebut pemerintah kecamatan telah berulang kali menyampaikan permohonan pemangkasan pohon tersebut kepada Balai Besar dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Trenggalek, karena kondisi akarnya sudah melemah. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemangkasan pohon berisiko sering kalah cepat dari musim hujan.

Material longsor di tepi jalan desa

BMKG: waspada 21 daerah hingga 9 November

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini untuk periode 2-9 November 2026. Sebanyak 21 kabupaten/kota di Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.

Daerah yang masuk daftar meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jember, Lumajang, Kota dan Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Blitar, Pacitan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Kota Batu, dan Magetan.

Menurut BMKG, hujan deras beberapa hari terakhir dipicu gangguan atmosfer dari dinamika Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby ekuator, yang memengaruhi pembentukan awan hujan. Sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang mengalami peralihan musim kemarau menuju musim hujan, dengan angin gradien pada ketinggian 3.000 kaki yang didominasi arah tenggara menuju selatan berkecepatan hingga 25 knot.

Apa yang harus dilakukan warga

Bagi warga di kawasan perbukitan, pegunungan, tebing, dan lereng curam, perhatikan tanda awal longsor: retakan tanah, rembesan air yang tiba-tiba muncul, dan bunyi gemuruh dari arah tebing. Bila hujan deras berlangsung lama, hindari berteduh di bawah pohon besar dan jangan memaksakan melintas di jalan yang tergenang atau tertutup material.

Laporkan segera kejadian bencana ke BPBD setempat atau aparat desa agar penanganan dan pendataan bisa dilakukan cepat. Seluruh kejadian di Trenggalek hingga 2 November telah tertangani dan akses jalan kembali lancar, menurut BPBD.

Artikel terkait di Klik Fakta: BMKG: Gelombang 4 Meter Ancam 6 Perairan hingga 5 November.

Banjir dan genangan setelah hujan lebat

FAQ

Berapa titik bencana yang dicatat BPBD Trenggalek?

9 titik di 5 kecamatan per 2 November 2026: 4 longsor, 3 pohon tumbang, dan 2 kerusakan infrastruktur.

Apakah ada korban jiwa?

Tidak ada korban jiwa. Satu pemotor perempuan mengalami luka ringan akibat pohon tumbang di Durenan.

Sampai kapan peringatan cuaca ekstrem Jawa Timur berlaku?

Periode 2-9 November 2026, untuk 21 kabupaten/kota menurut BMKG Juanda.

Sumber: BPBD Kabupaten Trenggalek dan BMKG Stasiun Meteorologi Juanda (dikutip Suara Trenggalek, BSI News, dan InfoNasional), November 2026. Artikel ini diterbitkan 4 November 2026.