Kabar baik untuk pelanggan PLN: tarif listrik November 2026 tidak naik. Tarif yang berlaku masih memakai angka Triwulan IV 2026, yang berlaku sejak Oktober hingga Desember 2026. Penyesuaian tarif hanya terjadi di awal triwulan, sehingga tidak ada perubahan di tengah triwulan berjalan.
Pelanggan rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA tetap membayar Rp1.444,70 per kWh, sama seperti bulan lalu. Golongan R-1/TR 900 VA rumah tangga mampu (RTM) sebesar Rp1.352 per kWh, sedangkan golongan R-2 dan R-3 (3.500 VA ke atas) sebesar Rp1.699,53 per kWh.
Kenapa tagihan bisa tetap naik meski tarif tetap
Tarif tetap tidak berarti tagihan tetap. Tagihan dihitung dari tarif dikali pemakaian dalam kWh. Bila pemakaian naik, tagihan ikut naik walau tarifnya sama. Pada musim hujan, lampu menyala lebih lama, perangkat dipakai lebih sering, dan mesin cuci serta setrika bekerja lebih keras karena pakaian lebih sulit kering.
Perhatian khusus berlaku untuk golongan 900 VA RTM. Tarifnya Rp1.352 per kWh jauh di atas 900 VA bersubsidi yang hanya Rp605 per kWh. Bila sebuah rumah pindah dari subsidi ke nonsubsidi, tagihan bisa melonjak lebih dari dua kali lipat untuk pemakaian yang sama, dan ini sering menjadi sumber kaget saat tagihan datang.
Cara cek tagihan dan pemakaian di PLN Mobile
Pertama, buka aplikasi PLN Mobile dan masuk ke akun pelanggan. Kedua, pilih menu tagihan atau riwayat pemakaian untuk melihat kWh bulan berjalan dan membandingkannya dengan bulan sebelumnya. Ketiga, manfaatkan grafik pemakaian di akhir bulan untuk menemukan perangkat atau kebiasaan yang paling boros.
Selain PLN Mobile, tagihan juga bisa dicek lewat SMS ke 8123 dan kanal resmi PLN lainnya. Yang penting, gunakan angka pemakaian sendiri sebagai patokan, bukan sekadar nominal rupiah, karena nominal dipengaruhi tarif golongan masing-masing.
Tujuh kebiasaan hemat yang paling terasa
Pertama, ganti lampu yang paling sering menyala dengan LED, yang mengonsumsi daya hingga 80 persen lebih rendah dari lampu pijar untuk terang yang sama. Kedua, cabut charger dan perangkat dari stopkontak setelah dipakai, karena daya siaga (standby power) terus menyedot listrik meski perangkat sudah dimatikan.
Ketiga, setel AC pada 24-26 derajat Celsius, bukan 16-18 derajat, dan bersihkan filter AC setidaknya dua minggu sekali agar kompresor tidak bekerja berat. Keempat, cuci dan setrika dalam jumlah sekaligus, bukan sedikit-sedikit setiap hari, karena elemen pemanas setrika dan mesin cuci paling boros saat pertama kali dinyalakan.
Kelima, rawat kulkas yang menyala 24 jam: jangan terlalu sering membuka pintunya dan pastikan karet pintu rapat. Keenam, manfaatkan cahaya alami pada siang hari. Ketujuh, catat angka meteran setiap awal bulan dan bandingkan dengan bulan sebelumnya, sehingga kenaikan pemakaian ketahuan sebelum tagihan membengkak.
Mitos yang perlu diluruskan
Mitos pertama: mematikan AC lalu menyalakannya lagi lebih hemat daripada membiarkannya menyala. Pada praktiknya, menyalakan ulang memaksa kompresor bekerja keras mencapai suhu target, sehingga strategi ini tidak selalu hemat. Mitos kedua: charger yang menancap tapi tidak dipakai tidak menyedot listrik. Faktanya, charger tetap menarik daya siaga selama menancap.
Mitos ketiga: lampu LED membuat rumah redup. LED modern tersedia dalam berbagai tingkat terang dan warna cahaya, sehingga penggantian lampu pijar tidak harus mengorbankan kenyamanan.
Artikel terkait di Klik Fakta: Gerimis Pertama Paling Licin, Ini Alasan dan Cara Aman Motor.
FAQ
Apakah tarif listrik naik pada November 2026?
Tidak. Tarif masih memakai penetapan Triwulan IV 2026 (Oktober-Desember 2026).
Berapa tarif untuk rumah tangga 1.300 VA?
Rp1.444,70 per kWh, sama dengan golongan 2.200 VA.
Bagaimana cara cek pemakaian listrik?
Lewat aplikasi PLN Mobile pada menu tagihan dan riwayat pemakaian, atau lewat SMS ke 8123.
Sumber: Penetapan tarif Triwulan IV 2026 PT PLN (Persero) berdasarkan Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2024; panduan efisiensi energi. Artikel ini diterbitkan 4 November 2026.




