Sahabat-AI 70 miliar parameter adalah model AI buatan Indonesia yang bisa diajak ngobrol dalam bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Model ini dikembangkan GoTo bersama Indosat Ooredoo Hutchison, dan layanan chat-nya bisa dipakai gratis lewat situs sahabat-ai.com atau aplikasi GoPay di menu “Layanan Favorit Warga”.
Buat yang belum mengikuti kabarnya, Sahabat-AI bukan produk baru minggu ini. Proyek ini pertama kali diperkenalkan di forum Indonesia AI Day pada November 2024, lalu model 70 miliar parameter beserta layanan chat multibahasanya diluncurkan pada 2 Juni 2025. Model ini tetap menjadi varian terbesar Sahabat-AI sampai sekarang.
Apa itu “70 miliar parameter”?
Parameter adalah semacam “tombol penyetel” di dalam model AI yang terbentuk selama pelatihan. Jumlahnya menentukan seberapa banyak pola bahasa yang bisa diingat dan diolah model saat menjawab. Sederhananya, parameter ibarat kosakata plus pengalaman: makin banyak, makin luwes model memahami konteks percakapan.
Angka 70 miliar menempatkan Sahabat-AI di kelas model bahasa besar. Sebagai gambaran, Sahabat-AI sebelumnya hanya tersedia dalam versi 8 dan 9 miliar parameter. Lompatan ke 70 miliar diklaim GoTo dan Indosat membuat jawabannya lebih akurat, termasuk saat memahami konteks percakapan yang panjang.
Yang perlu dicatat, jumlah parameter bukan satu-satunya penentu kualitas. Data latih, cara model dilatih, dan pengujian di bahasa yang dituju sama pentingnya. Karena itu Sahabat-AI dilatih dengan teks berbahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Bisa dipakai lewat mana saja?
Ada dua jalur utama buat pengguna umum. Pertama, layanan chat di situs sahabat-ai.com, yang bisa dibuka dari browser tanpa instalasi. Kedua, lewat aplikasi GoPay, di menu “Layanan Favorit Warga”. Di sana pengguna bisa bertanya dan mendapat jawaban informatif dengan bahasa yang natural, termasuk dalam bahasa daerah yang didukung.
Buat pengembang, startup, universitas, dan instansi publik, jalurnya berbeda. Model Sahabat-AI tersedia secara open-source dan bisa diunduh gratis lewat situs resmi Sahabat-AI dan halaman resminya di Hugging Face. Artinya, siapa pun bisa mengunduh, mempelajari, dan membangun aplikasi di atas model ini, termasuk menjalankannya di server sendiri.
Kenapa disebut AI yang berdaulat?
Alasan utamanya ada di infrastruktur. Indosat menyediakan GPU Merdeka dari Lintasarta, AI Factory milik Indosat, sebagai fondasi pelatihan dan operasional Sahabat-AI. Seluruh data dan infrastruktur GPU yang melayani model ini disimpan di wilayah Indonesia atau di server milik pengguna sendiri.
Dengan data yang diproses dan disimpan di dalam negeri, instansi pemerintah dan perusahaan tidak perlu mengirim data ke server luar negeri untuk memakai AI. Inilah yang dimaksud GoTo dan Indosat dengan kedaulatan digital: modelnya paham konteks lokal, dan datanya tetap di rumah.
Pengembangan model ini juga melibatkan banyak pihak di dalam negeri. Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Udayana, dan Universitas Sumatera Utara ikut terlibat, Organisasi media seperti Kompas Group, Republika, Tempo, dan Hukumonline juga terlibat, plus program magang buat mahasiswa yang ikut melatih model.
Katanya cukup 2 GPU H100, seberapa efisien itu?
Ini salah satu klaim yang paling menarik dari peluncuran model ini. Menurut GoTo dan Indosat, Sahabat-AI 70 miliar parameter bisa dijalankan hanya dengan 2 unit GPU H100, sementara model open-source lain yang sekelas biasanya membutuhkan 16 GPU atau lebih.
Kalau klaim itu akurat, startup, laboratorium universitas, sampai instansi publik bisa memakai AI sebesar ini tanpa membangun pusat data raksasa.
Tapi ada konteks yang jangan sampai hilang: 2 GPU H100 tetaplah perangkat keras kelas perusahaan dengan harga yang sangat mahal. Efisien di sini berarti efisien untuk ukuran model 70 miliar parameter, bukan berarti model ini bisa jalan di laptop rumahan. Pengguna umum tetap paling mudah mengaksesnya lewat layanan chat, bukan dengan mengunduh dan menjalankan modelnya sendiri.
Jangan tertukar dengan model 27 miliar parameter
Belakangan, GoTo juga merilis model AI lain yang lebih baru: LLM open-source 27 miliar parameter yang diperkenalkan di Bali Tech Week pada 19 Oktober 2026. Model itu mendukung bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak, dan tersedia gratis di Hugging Face untuk startup, universitas, peneliti, pelaku bisnis, dan institusi publik.
Meski bahasanya sama, kedua model ini berbeda. Model 27 miliar parameter adalah model yang lebih ringan dan dirilis terpisah dengan label GoTo, sementara Sahabat-AI 70 miliar parameter tetap menjadi model terbesar dalam ekosistem Sahabat-AI yang dikembangkan bersama Indosat. Tren model AI open-source yang bisa dioperasikan secara lokal ini juga terlihat di produk lain, seperti Tencent Hy4 yang bisa mengoperasikan komputer.
Batasan yang perlu diketahui
Seperti semua model bahasa besar, Sahabat-AI bisa memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan padahal isinya keliru. Jawaban soal fakta, angka, hukum, atau kesehatan tetap perlu dicek ke sumber lain sebelum dipakai untuk keputusan penting.
Selain itu, dukungan bahasa daerahnya masih terbatas pada empat bahasa: Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Indonesia punya ratusan bahasa daerah, jadi masih banyak penutur bahasa lain yang belum terlayani model ini.
Terakhir, klaim soal efisiensi GPU dan akurasi berasal dari pihak pengembang sendiri, dan belum ada pengujian independen yang dipublikasikan secara luas.
FAQ
Apa itu Sahabat-AI 70 miliar parameter?
Sahabat-AI 70 miliar parameter adalah model bahasa besar (LLM) open-source buatan Indonesia dari GoTo dan Indosat Ooredoo Hutchison. Angka 70 miliar merujuk pada jumlah parameter model, dan layanan chat-nya mendukung bahasa Indonesia serta empat bahasa daerah: Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Apakah Sahabat-AI gratis?
Ya. Layanan chat-nya bisa dipakai gratis lewat situs sahabat-ai.com dan aplikasi GoPay. Modelnya juga bisa diunduh gratis oleh pengembang lewat situs resmi Sahabat-AI dan Hugging Face.
Di mana saya bisa mencoba Sahabat-AI?
Buka sahabat-ai.com dari browser, atau buka aplikasi GoPay lalu cari menu “Layanan Favorit Warga”. Aplikasi mandiri Sahabat-AI juga ada di Google Play.
Apakah data saya diproses di Indonesia?
Menurut GoTo dan Indosat, ya. Model ini dilatih dan dilayani lewat infrastruktur GPU Merdeka dari Lintasarta, dan seluruh data serta infrastruktur GPU yang melayani model disimpan di wilayah Indonesia atau di server milik pengguna sendiri.
Apakah Sahabat-AI bisa menggantikan ChatGPT atau AI global lain?
Belum tentu. Keunggulan Sahabat-AI ada pada bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan data yang tetap di dalam negeri. Untuk tugas berbahasa Inggris atau yang sangat spesifik, model global masih bisa lebih unggul.
Sumber:
GoTo, siaran pers resmi “Sahabat-AI Semakin Canggih”, 2 Juni 2025; Hedra.id, 3 Juni 2025; Marketing-Interactive, 2025; Bloomberg Technoz, 19 Oktober 2026; TNGlobal, 19 Oktober 2026; AppBrain (data Google Play), diperbarui 3 November 2026.




