Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,9 pada Sabtu (7/11/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini dipicu aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A, dan hingga Sabtu pagi belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.

Getarannya terasa hingga Kota Palu. Berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Kabupaten Sigi dan III MMI di Kota Palu. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan terasa seperti ada truk yang melintas.

Dinding rumah retak akibat guncangan gempa bumi

Kronologi: parameter awal lalu diperbarui

Data awal BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 02.07.01 WIB, dengan episenter pada koordinat 1,13 lintang selatan dan 120,22 bujur timur — sekitar 47 kilometer timur laut Sigi — pada kedalaman 10 kilometer.

Hasil analisis terbaru BMKG kemudian memperbarui parameter tersebut. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menyampaikan pada Sabtu pagi bahwa gempa terjadi sekitar pukul 03.08 WITA, dengan pusat di darat sekitar empat kilometer timur laut Kamarora, Kabupaten Sigi. Koordinat episenternya 1,17 lintang selatan dan 120,16 bujur timur, dengan kedalaman tetap 10 kilometer.

Perbedaan angka antara data awal dan hasil analisis lanjutan adalah hal yang biasa dalam pemantauan gempa: parameter pertama dihitung cepat agar informasi segera tersebar, lalu disempurnakan begitu data dari lebih banyak stasiun masuk. Magnitudo 4,9 dan kedalaman 10 kilometer tidak berubah di kedua versi.

Sesar Palolo, sumber gempa yang kerap aktif

"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A," ujar Djati di Sigi, seperti dikutip Antara, Sabtu.

Sesar Palolo bukan nama baru dalam catatan kegempaan Sulawesi Tengah. Sesar ini pernah menjadi pemicu rangkaian gempa susulan setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang Sigi pada Juni 2026. Aktivitasnya terbagi ke dalam beberapa segmen, dan segmen Palolo A menjadi sumber gempa kali ini.

Meski tergolong gempa dangkal, magnitudo 4,9 dengan kedalaman 10 kilometer umumnya tidak menimbulkan dampak merusak. Gempa dangkal memang lebih terasa di permukaan dibanding gempa dalam dengan magnitudo yang sama, tetapi pada skala ini energinya belum cukup untuk merusak bangunan yang dibangun dengan baik.

Kota Palu, Sulawesi Tengah, wilayah yang merasakan guncangan gempa Sigi

Belum ada laporan kerusakan dan gempa susulan

Hingga informasi ini dirilis, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Hasil monitoring BMKG juga menunjukkan belum ada kejadian gempa bumi susulan atau aftershock di wilayah itu.

Perlu dicatat, "belum ada laporan" bukan berarti kerusakan dipastikan tidak ada. Laporan dari wilayah yang jauh dari pusat pemantauan bisa masuk belakangan, terutama dari desa-desa di sekitar Kamarora. BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan dan memperbarui informasi bila ada laporan baru.

Gempa ini berbeda dengan gempa Aceh Tamiang yang pernah diberitakan Klik Fakta sebelumnya — lokasinya berbeda, sumber sesarnya berbeda, dan tidak ada kaitan antara keduanya selain sama-sama terjadi di wilayah rawan gempa Indonesia.

Yang perlu dilakukan warga

Warga diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti perkembangan resmi dari BMKG. Bila merasakan guncangan, periksa kondisi rumah: retakan baru pada dinding, plafon yang bergeser, atau barang yang jatuh dari tempatnya. Bila menemukan kerusakan struktur, jangan langsung masuk ke dalam bangunan sebelum diperiksa.

Untuk warga Sigi dan Palu, simpan nomor darurat dan kanal informasi BMKG agar tidak bergantung pada pesan berantai. Gempa susulan masih mungkin terjadi meski hingga Sabtu pagi belum tercatat — dan bila terjadi, informasi resminya akan keluar lewat kanal BMKG, bukan lewat grup pesan.

BMKG juga mengingatkan warga di daerah lain untuk mewaspadai cuaca dan potensi bencana di musim hujan. Sebelumnya, BMKG mencatat 21 daerah di Jawa Timur berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, seperti diulas dalam peringatan BMKG untuk Trenggalek dan 21 daerah di Jatim.

Peralatan pemantau gempa BMKG

FAQ

Kapan gempa Sigi terjadi?
Sabtu, 7 November 2026 dini hari. Analisis terbaru BMKG mencatat pukul 03.08 WITA (02.08 WIB), setelah data awal mencatat 02.07.01 WIB.

Berapa magnitudo gempa Sigi?
Magnitudo 4,9 dengan kedalaman 10 kilometer. Episenternya di darat, sekitar 4 kilometer timur laut Kamarora, Kabupaten Sigi.

Apa penyebab gempa Sigi?
Aktivitas Sesar Palolo segmen Palolo A, menurut BMKG. Gempa ini tergolong gempa bumi dangkal.

Apakah ada korban atau kerusakan akibat gempa Sigi?
Hingga Sabtu pagi, BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Monitoring juga belum mencatat gempa susulan.

Apakah gempa Sigi berpotensi tsunami?
Tidak ada pernyataan potensi tsunami dari BMKG untuk gempa ini. Episenternya berada di darat dengan magnitudo 4,9.

Parameter gempa berdasarkan analisis terbaru BMKG per 7 November 2026 dan dapat diperbarui. Ikuti kanal resmi BMKG untuk informasi terkini.

Sumber: Gebrak.id — Gempa M 4,9 Guncang Sigi Sabtu Dini Hari, Getaran Terasa hingga Palu (7 November 2026, mengutip Antara dan BMKG); MataMaluku — Gempa Sigi Magnitudo 4,9 Dipicu Aktivitas Sesar Palolo (7 November 2026); SuaraKabar — BMKG Catat Gempa Magnitudo 4,9 di Sigi, Terasa hingga Palu (7 November 2026); Topik.id — Gempa M 4,9 Guncang Timur Laut Sigi (7 November 2026, data BMKG). Artikel diterbitkan 7 November 2026.