Jakarta sedang menyiapkan peta kawasan tematiknya, dan Pasar Baru mendapat peran yang paling menggoda selera: menjadi pusat wisata kuliner 24 jam ala Myeongdong, Korea Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan rencana itu pada Jumat, 30 Oktober 2026, di Jakarta Selatan.

"Kita sedang menunggu penyelesaian MRT. Nanti, begitu MRT selesai sampai dengan Monas–Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi hub baru, wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeongdong di Korea," kata Pramono, dikutip dari Antara.

Kawasan kuliner malam ala Myeongdong

Baca juga: Jakarta World Cinema 2026: 207 Film dari 69 Negara

Bukan sekadar tempat makan buka semalaman

Konsep Myeongdong yang menjadi inspirasi bukan hanya soal jam buka. Myeongdong dikenal sebagai kawasan komersial yang ramai, dengan deretan pertokoan, jajanan kaki lima, dan suasana yang hidup dari pagi hingga larut malam. Yang ingin dihadirkan di Pasar Baru adalah karakter serupa: kawasan yang tidak hanya dikunjungi untuk berbelanja pada siang hari, tetapi juga untuk kuliner dan berjalan-jalan pada malam hari.

Pasar Baru sendiri bukan kawasan sembarangan. Sebagai pusat perdagangan lama di Jakarta Pusat, ia sudah punya nama, sejarah, dan arus pengunjung. Tantangannya adalah menghidupkan kembali kawasan itu tanpa menghapus karakternya — dan transportasi publik adalah kunci yang dipilih pemerintah: MRT Monas–Harmoni yang rampung diharapkan ikut menghidupkan kawasan sekaligus menjadikannya hub baru.

Empat kawasan, empat karakter

Rencana Pasar Baru adalah bagian dari penataan empat kawasan ikonik dengan karakter berbeda. Blok M dikembangkan dengan sentuhan Jepang dan konsep transit-oriented development, termasuk Terminal Blok M baru, dengan target revitalisasi total pada 2029. Pasar Baru bernuansa Korea. Glodok diperkuat sebagai kawasan Pecinan dengan nuansa khas Tiongkok. Kota Tua ditata dengan atmosfer Eropa.

Pembagian karakter ini punya logika pariwisata yang jelas: wisatawan punya alasan untuk mengunjungi lebih dari satu kawasan, karena masing-masing menawarkan suasana yang berbeda. Sebaliknya, kalau semua kawasan ditata dengan cara yang sama, tidak ada alasan untuk berpindah dari satu ke yang lain.

Suasana pasar malam dan kuliner jalanan

Yang masih harus dijawab

Perlu dicatat dengan jujur: rencana ini masih berupa gambaran awal. Belum ada perincian mengenai jenis usaha yang akan diprioritaskan, mekanisme operasional 24 jam, maupun bentuk penataan ruang yang akan diterapkan. Target awal yang pernah disampaikan adalah penataan Pasar Baru mulai 2027, setelah penataan Blok M berjalan sesuai rencana — tetapi realisasinya tetap menunggu penyelesaian MRT Monas–Harmoni.

Keberhasilan konsep ini nantinya juga akan bergantung pada hal-hal yang kurang fotogenik tetapi menentukan: kebersihan, keamanan, pengaturan lalu lintas, kenyamanan pejalan kaki, dan perlindungan bagi pedagang lama agar tidak tergusur oleh wajah baru kawasan. Kawasan kuliner 24 jam yang hanya ramai di brosur pariwisata tetapi tidak nyaman bagi warga sekitarnya adalah proyek yang gagal, seindah apa pun konsepnya.

Apa artinya bagi warga Jakarta?

Dalam jangka pendek, belum ada yang berubah di Pasar Baru. Tetapi arahnya sudah jelas: Jakarta sedang bergerak dari kota yang "tutup" pada malam hari menjadi kota yang punya kawasan-kawasan hidup sepanjang hari. Bagi pelaku UMKM kuliner, ini adalah sinyal untuk bersiap: kawasan yang akan menjadi hub kuliner berikutnya sudah ditunjuk, dan persiapannya dimulai dari sekarang, bukan saat peresmian tiba.

Jajanan kaki lima malam hari

FAQ: Pasar Baru kuliner 24 jam

Kapan Pasar Baru menjadi kuliner 24 jam?
Setelah MRT Monas–Harmoni rampung; target awal penataan mulai 2027.

Apa itu Myeongdong?
Kawasan komersial terkenal di Seoul, Korea Selatan, yang ramai dengan pertokoan dan kuliner hingga larut malam.

Bagaimana dengan Glodok dan Kota Tua?
Glodok diperkuat sebagai kawasan Pecinan, Kota Tua dengan atmosfer Eropa.

Sumber: pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo pada 30 Oktober 2026 (dikutip Antara) dan pernyataan sebelumnya pada 12–13 Oktober 2026. Artikel ini diterbitkan 30 Oktober 2026.