San Siro meledak sebelum banyak penonton sempat duduk dengan nyaman. AC Milan menang 3-1 atas Inter pada Derby della Madonnina, Sabtu 31 Oktober 2026, dan semua gol tercipta sebelum turun minum. Christian Pulisic membuka pesta pada menit ke-4, Adrien Rabiot menggandakannya enam menit berselang, dan Diego Moreira menutup babak pertama dengan tendangan bebas yang akan lama diingat tifosi Rossoneri.
Inter sempat membalas lewat sundulan Alessandro Bastoni pada menit ke-22. Tapi malam itu memang milik Milan. Kemenangan ini menjadi kemenangan derby keempat beruntun bagi Rossoneri, sekaligus kekalahan pertama Inter di Serie A musim ini. Sang juara bertahan dan pemuncak klasemen itu pulang tanpa poin, dan perburuan gelar mendadak terasa jauh lebih terbuka.
10 Menit Pertama yang Menentukan
Derby sering ditentukan oleh siapa yang lebih dulu berani. Milan menjawabnya dalam tempo kilat. Moreira menusuk dari sisi kanan, mengangkat umpan silang ke tiang jauh, dan Pulisic menyambutnya dengan sundulan terarah ke sudut bawah. Gol keempat pemain Amerika Serikat itu dalam delapan derby melawan Inter. Bagi Inter, itu awal yang buruk. Bagi Milan, itu bahan bakar.
Enam menit kemudian, situasi makin runyam buat Nerazzurri. Skema sepak pojok pendek berjalan mulus: Moreira mengirim bola, Rabiot melepaskan diri dari kawalan, dan sepakan pertama sang gelandang Prancis itu membentur tiang jauh sebelum masuk. Skor 2-0 saat laga belum genap berusia 10 menit, dan San Siro berubah menjadi lautan merah-hitam.
Bastoni Membalas, Moreira Menjawab
Inter tidak runtuh begitu saja. Tim asuhan Cristian Chivu itu membalas pada menit ke-22, lagi-lagi dari bola mati. Manuel Akanji menyundul sepak pojok Hakan Calhanoglu di tiang dekat, dan Bastoni menanduknya dari jarak dekat. Itu gol derby pertama Bastoni setelah 19 percobaan, dan untuk sesaat laga kembali hidup.
Mike Maignan kemudian menjadi tembok. Kiper Prancis itu menggagalkan sejumlah peluang penyama kedudukan, termasuk tembakan keras Calhanoglu dan penyelamatan refleks satu tangan untuk menggagalkan peluang Djed Spence dari jarak dekat. Inter menekan, Milan bertahan, dan tepat ketika tekanan itu memuncak, Moreira mengakhirinya.
Menit ke-43, Moreira berdiri di belakang bola mati. Ia mengarahkan tendangan melengkung melewati pagar betis dan masuk ke sudut atas gawang, mengecoh Josep Martinez yang terhalang pandangan. Dua assist dan satu gol sebelum jeda, dalam debut derby-nya. Malam yang sulit dilupakan untuk pemain yang direkrut dari Strasbourg pada musim panas lalu itu.
Babak Kedua: Inter Mengepung, Milan Bertahan
Paruh kedua berjalan satu arah dalam penguasaan bola, tapi tidak dalam skor. Inter mengurung pertahanan Milan, mencatatkan 19 tembakan berbanding tujuh milik tuan rumah, dan sempat mengira mendapat penalti pada menit ke-75. VAR turun tangan, membatalkan keputusan itu karena handball Mario Gila yang ternyata tidak terbukti, dan Milan bernapas lega.
Di sinilah derby ini dimenangi: bukan oleh penguasaan bola, melainkan oleh ketajaman di momen-momen besar. Milan mencetak gol dari tiga peluang terbaiknya di babak pertama, lalu mengunci laga dengan disiplin. Pulisic meninggalkan lapangan pada menit ke-82 dengan tepuk tangan meriah, Moreira menyusul keluar pada menit ke-89 setelah bekerja keras sepanjang malam.
Apa Artinya Buat Serie A?
Kekalahan pertama Inter membuka kembali persaingan. Milan kini menegaskan diri sebagai penantang serius, bukan sekadar tim yang sedang dalam tren bagus. Empat kemenangan derby beruntun bukan kebetulan; itu tanda tim ini tahu cara memenangi laga besar. Pertanyaannya sekarang: bisakah konsistensi itu dijaga melawan tim-tim kecil, tempat gelar biasanya ditentukan?
Untuk Inter, kekalahan ini lebih merupakan peringatan daripada krisis. Mereka tetap tim yang paling sulit dikalahkan musim ini, dan mereka menciptakan cukup peluang untuk setidaknya tidak kalah. Tapi derby mengajarkan pelajaran lama: mendominasi tanpa mencetak gol tidak menghasilkan apa-apa. Di pekan-pekan berikutnya, efisiensi di depan gawang akan jadi sorotan utama Chivu.
Sementara itu, hasil-hasil Eropa lain pada Sabtu malam juga menarik, termasuk drama Liga Inggris pekan 9 dan laga-laga Bundesliga yang dibahas dalam rekap terpisah. Serie A pekan 10 masih menyisakan laga lain, dan peta klasemen bisa berubah lagi sebelum akhir pekan usai.
FAQ
Siapa pencetak gol Milan vs Inter 3-1?
Christian Pulisic menit ke-4, Adrien Rabiot menit ke-10, dan Diego Moreira menit ke-43. Gol Inter dicetak Alessandro Bastoni menit ke-22.
Kapan Derby della Madonnina ini dimainkan?
Sabtu 31 Oktober 2026 di San Siro, pada pekan 10 Serie A 2026/27.
Apakah ini kekalahan pertama Inter musim ini?
Ya. Sebelum derby ini, Inter belum terkalahkan di Serie A dan berstatus juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen.
Sumber: Football Italia, The Score, TNT Sports, USA Today (31 Oktober 2026). Skor, menit gol, dan rangkaian pertandingan diverifikasi dari laporan pertandingan tersebut; analisis klasemen dan dampaknya merupakan opini redaksi.




