Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi jalanan pada 28 Oktober 2026 di ibu kota. Seruan itu disampaikan aliansi mahasiswa lewat unggahan resmi pada Sabtu, 25 Oktober 2026, dan sejak itu ramai dibicarakan di media sosial menjelang Hari Sumpah Pemuda.

Aksi ini tidak digerakkan satu kampus saja. Selain BEM UI, seruan tersebut juga dipimpin BEM Universitas Diponegoro (Undip), BEM UPN Veteran Yogyakarta, dan BEM Universitas Brawijaya, yang tergabung dalam koalisi bernama Panitia Kesadaran atau Awareness Committee.

Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di jalan

Apa yang disampaikan aliansi mahasiswa

Dalam pernyataannya, aliansi itu menyampaikan kekhawatiran atas kondisi bangsa. Kalimat yang mereka pakai cukup lugas: kemarahan, kekecewaan, dan semangat melawan ketidakadilan disebut sama dirasakan oleh mereka yang bergabung.

Aliansi juga menegaskan satu prinsip organisasi: gerakan sebesar ini tidak bisa hanya bertumpu pada satu organisasi. Karena itu mereka membuka partisipasi seluas-luasnya, termasuk dari kampus-kampus lain yang ingin bergabung.

Kenapa tanggal 28 Oktober dipilih

Tanggal 28 Oktober bukan tanggal sembarangan. Hari itu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, momen yang secara historis memang lekat dengan gerakan mahasiswa dan anak muda.

Memilih tanggal itu memberi pesan simbolis yang jelas: aksi ini diposisikan sebagai kelanjutan tradisi gerakan pemuda, bukan sekadar unjuk rasa biasa. Rangkaian aksi evaluasi pemerintahan dalam beberapa pekan terakhir juga membuat tanggal ini makin disorot, termasuk aksi di Malang yang sebelumnya sudah merencanakan kelanjutan pada 28 Oktober.

Massa aksi mahasiswa di pusat kota

Skema crowdfunding dan janji transparansi

Satu hal yang membedakan seruan kali ini adalah skema pendanaannya. Panitia Kesadaran membuka penggalangan dana publik atau crowdfunding untuk mendukung aksi tersebut.

Menurut penjelasan mereka, dana yang terkumpul diprioritaskan untuk transportasi, mobilisasi massa, dan kebutuhan teknis pelaksanaan aksi. Bila ada kelebihan dana, aliansi berjanji menyalurkannya ke bantuan bencana di daerah terdampak.

Mereka juga berkomitmen menyampaikan laporan keuangan secara rinci kepada publik. Janji transparansi ini penting, karena pendanaan aksi massa kerap menjadi bahan pertanyaan publik.

Yang masih belum diketahui

Sampai artikel ini ditulis, sejumlah detail masih menunggu konfirmasi lanjutan: titik kumpul pasti, rute, dan estimasi jumlah massa. Pembaca yang berencana melintas di pusat ibu kota pada 28 Oktober disarankan memantau pengumuman resmi aliansi dan informasi lalu lintas pada hari itu.

Yang jelas, seruan ini sudah lebih dulu viral sebelum harinya tiba. Artinya, perhatian publik terhadap 28 Oktober 2026 kemungkinan akan terus naik dalam dua hari ke depan.

Suasana aksi demonstrasi mahasiswa

FAQ: Aksi 28 Oktober 2026

Siapa yang menyerukan aksi 28 Oktober 2026?

BEM UI bersama BEM Undip, BEM UPN Veteran Yogyakarta, dan BEM Universitas Brawijaya, dalam koalisi Panitia Kesadaran.

Di mana aksi direncanakan?

Di ibu kota, dengan titik kumpul yang masih menunggu pengumuman lanjutan dari penyelenggara.

Apa tagar yang dipakai?

Indonesia Sadar, sesuai tagar yang dipakai dalam seruan aliansi.

Baca juga: Kronologi Demo Malang: dari DPRD ke Rencana Aksi 28 Oktober

Sumber: Tribun-Video.com, unggahan resmi aliansi mahasiswa, 25 Oktober 2026.