Demo Malang pada Rabu (21/10/2026) bukan aksi tunggal yang berdiri sendiri. Ia menjadi satu simpul dalam rangkaian evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang bergulir di beberapa kota, dan rangkaiannya belum selesai: aksi lanjutan direncanakan pada 28 Oktober 2026.
Artikel ini menyusun kronologinya dari laporan yang sudah terbit, kota demi kota, supaya pembaca tidak hanya tahu satu aksi, tetapi juga melihat polanya: tuntutan yang berulang, respons yang berbeda, dan satu tanggal yang masih menunggu.
20 Oktober: Jakarta lebih dulu, dan berlangsung damai
Sehari sebelum Malang, Jakarta sudah lebih dulu menggelar aksi evaluasi dua tahun pemerintahan. Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, mengapresiasi massa dan polisi karena aksi pada Selasa (20/10/2026) itu berjalan aman, damai, dan tertib.
Menurut Soedeson, pengamanan yang persuasif dan humanis itu sebaiknya tidak berhenti sebagai peristiwa sesaat, melainkan menjadi standar yang ditiru kepolisian daerah lain. Nada ini penting sebagai pembanding: evaluasi yang sama bisa disampaikan tanpa kericuhan.
Untuk konteks aksi Jakarta pada 20 Oktober, baca juga: Demo 20 Oktober: Tuntutan Mahasiswa 2 Tahun Prabowo-Gibran.
21 Oktober sore: Malang memusatkan aksi di DPRD
Pada Rabu sore (21/10/2026), ratusan mahasiswa dan masyarakat dari Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu memenuhi kawasan DPRD Kota Malang, Jawa Timur, sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka membawa poster dan spanduk, lalu menyampaikan orasi.
Menurut laporan BI TV, aliansi itu menyampaikan tujuh tuntutan utama. Isinya: penetapan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional, kenaikan upah pekerja, penyediaan lapangan kerja yang layak, dan reforma agraria.
Tiga tuntutan lainnya: penurunan harga kebutuhan pokok, bahan bakar, dan pajak; evaluasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); pengembalian militer ke barak; serta penegakan hukum atas pelanggaran hak asasi manusia. Laporan Kompas TV menambahkan tuntutan pengurangan pemborosan anggaran dan kenaikan upah, serta catatan bahwa massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan sikapnya.
22 Oktober: Mataram dan Surabaya menambah daftar kota
Sehari kemudian, Kamis (22/10/2026), ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi di depan kantor DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram. Mereka mendesak evaluasi menyeluruh atas kebijakan dan program prioritas selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (Unram), Mavi Adiek Garlosa, menyoroti dua program strategis nasional: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Pesannya tajam: program itu harus dibuktikan manfaatnya bagi publik, bukan sekadar memenuhi target penyerapan anggaran ratusan triliun rupiah.
Di Mataram, tuntutan itu mendapat jawaban kelembagaan. Wakil Ketua DPRD NTB, Muzihir, berjanji meneruskan tuntutan soal kebijakan nasional ke pemerintah pusat dan membawa persoalan daerah ke Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk ditindaklanjuti.
Pada hari yang sama, aksi juga digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Berbeda dengan Malang dan Mataram, laporan mengenai aksi Surabaya menyebut 11 orang diamankan polisi. Artikel ini tidak merinci kronologi penangkapan itu karena sumber yang tersedia hanya menyebut jumlahnya, tanpa rincian identitas maupun proses lanjutannya.
28 Oktober: tanggal yang direncanakan, bukan yang sudah terjadi
Di sinilah kronologi ini harus dibaca dengan hati-hati. Aksi lanjutan pada 28 Oktober 2026 adalah rencana, bukan peristiwa yang sudah terjadi. Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Muhammad Arif Ilham, menyatakan aliansi itu menyiapkan konsolidasi dan aksi lanjutan pada tanggal tersebut.
Menurut Arif, agenda lanjutan itu tidak hanya soal evaluasi dua tahun pemerintahan, tetapi juga isu ekonomi, hukum, tata kelola kebijakan, hak asasi manusia, demokrasi, dan pendidikan. Artinya, 28 Oktober dirancang sebagai kelanjutan, bukan pengulangan mentah aksi 21 Oktober.
Membaca polanya: apa yang berulang, apa yang berbeda
Tiga benang merah terlihat di semua kota. Pertama, karhutla dan anggaran negara muncul sebagai isu bersama, dari tuntutan bencana nasional di Malang hingga sorotan penyerapan anggaran di Mataram. Kedua, upah dan harga kebutuhan pokok selalu masuk daftar. Ketiga, massa menuntut jawaban konkret, bukan sekadar didengar.
Perbedaannya ada pada respons. Jakarta dipuji karena damai, Malang bubar tertib, Mataram mendapat janji penerusan tuntutan dari pimpinan DPRD, sementara Surabaya mencatat penangkapan. Empat respons berbeda atas gelombang yang sama menunjukkan bahwa hasil sebuah aksi sangat ditentukan oleh interaksi di lapangan, bukan hanya oleh isi tuntutannya.
Satu hal yang belum bisa dijawab hari ini: apakah aksi 28 Oktober benar-benar digelar, sebesar apa skalanya, dan apakah tuntutan Malang dijawab secara substantif atau hanya diteruskan. Jawaban itu baru ada setelah tanggalnya lewat, dan akan menjadi kelanjutan kronologi ini.
Baca juga konteks pemerintahan dua tahun ini: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Sidang Kabinet Paripurna.
FAQ
Kapan demo Malang digelar?
Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan DPRD Kota Malang, Jawa Timur.
Apa saja tujuh tuntutan di Malang?
Menurut laporan BI TV: karhutla sebagai bencana nasional, kenaikan upah pekerja, lapangan kerja layak, reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok, BBM, dan pajak, evaluasi penggunaan APBN, militer kembali ke barak, serta penegakan hukum atas pelanggaran HAM.
Apakah aksi 28 Oktober sudah terjadi?
Belum. Per 24 Oktober 2026, aksi 28 Oktober masih berupa rencana aksi lanjutan yang disampaikan Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Muhammad Arif Ilham.
Apa yang terjadi di Mataram pada 22 Oktober?
Mahasiswa menuntut evaluasi MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, serta pemerataan infrastruktur dan akses pendidikan. Wakil Ketua DPRD NTB Muzihir berjanji meneruskan tuntutan itu ke pemerintah pusat dan gubernur.
Sumber
BI TV — Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD Malang, Sampaikan 7 Tuntutan (21 Oktober 2026)
Kompas TV — Tuntutan Demo Mahasiswa di Malang (21 Oktober 2026)
Tribun Pontianak — Demo di Malang Bakal Berlanjut 28 Oktober (2026)
Jawawa / ANTARA — Hundreds of NTB Students Protest (22 Oktober 2026)
Laporan aksi Grahadi Surabaya, 11 orang diamankan (22 Oktober 2026)
Pernyataan Soedeson Tandra soal aksi damai 20 Oktober (21 Oktober 2026)
Catatan redaksi: detail aksi Malang mengacu pada laporan video BI TV dan Kompas TV karena belum ditemukan laporan teks yang setara. Jumlah 11 orang yang diamankan di Surabaya dikutip apa adanya dari judul dan deskripsi laporan video, tanpa tambahan rincian yang tidak terverifikasi.




