Perusahaan-perusahaan Indonesia sudah melewati fase penasaran soal kecerdasan buatan (AI). Pertanyaan sekarang bukan lagi "apakah AI berguna", melainkan "mengapa AI yang sudah dicoba belum menghasilkan apa-apa". Jawaban yang disampaikan PT Telkom Indonesia dalam forum Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026, terdengar sederhana tapi sulit dilaksanakan: data harus rapi dulu, dan orangnya harus siap.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyampaikan hal itu dalam sesi bertajuk "From AI Experimentation to Trusted Enterprise Adoption". Diskusi tersebut dimoderatori Hyeonmi Kim dari Boston Consulting Group (BCG) dan menghadirkan President Director Salesforce Indonesia Andreas Diantoro, Head of International Business & Commercial Ensign InfoSecurity Zong Fu Chua, serta CEO ITSEC Indonesia Patrick Dannacher. Ilustrasi tim bisnis dan teknologi kecerdasan buatan

Dari eksperimen menjadi infrastruktur

Poin utama Veranita adalah pergeseran status AI. Dulu AI adalah proyek percobaan di sudut perusahaan. Sekarang, kata dia, AI mulai menjadi bagian dari infrastruktur bisnis, sama seperti konektivitas dan pusat data. Konsekuensinya, AI tidak bisa lagi diperlakukan sebagai mainan tim kecil: ia harus bisa dipercaya, diukur hasilnya, dan dijalankan dalam skala besar.

Di sinilah dua fondasi itu berperan. Fondasi data berarti data perusahaan harus bersih, konsisten, dan bisa diakses dengan aman oleh sistem yang membutuhkannya. AI yang dilatih dengan data berantakan akan menghasilkan jawaban yang terlihat meyakinkan tapi salah, dan kesalahan seperti itu justru lebih berbahaya daripada tidak memakai AI sama sekali.

Ilustrasi terkait adopsi-ai-perusahaan-data-talenta-kunci-telkom

Talenta: sisi yang sering dilupakan

Fondasi kedua adalah manusia. Veranita menekankan peningkatan keterampilan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam mempersiapkan organisasi menghadapi perkembangan teknologi. Perusahaan yang membeli teknologi paling mahal sekalipun tidak akan mendapatkan manfaatnya bila tidak ada orang yang tahu cara memakai, mengawasi, dan mempertanyakan hasil kerjanya.

Ini juga menjelaskan mengapa banyak proyek AI berhenti di tahap demo. Demonya memukau, tapi tidak ada tim yang bertanggung jawab atas data, tidak ada standar evaluasi, dan tidak ada orang yang berani mengatakan "hasil ini belum bisa dipakai". Adopsi yang tepercaya, sesuai judul sesinya, justru mensyaratkan keberanian untuk menahan peluncuran sampai fondasinya beres.

Apa yang dilakukan Telkom?

Menjawab kebutuhan itu, Telkom melalui Telkom Solution memperkuat kapabilitas solusi digital bagi segmen bisnis dan korporasi dengan portofolio terpadu: Connectivity+, AI, Data Center, Cloud Service, hingga Cyber Security. Rangkaian itu sengaja disatukan karena AI di perusahaan tidak berdiri sendiri: ia butuh jaringan, tempat penyimpanan data, komputasi awan, dan keamanan siber yang saling terhubung.

Gambaran yang lebih luas soal ekonomi digital di kawasan ini bisa dibaca di ekonomi digital ASEAN yang menembus US$368 miliar dengan AI sebagai pendorongnya. Pesan keduanya sejalan: teknologi yang sama bisa menjadi pendorong pertumbuhan atau sekadar biaya, tergantung kesiapan fondasinya.

Ilustrasi terkait adopsi-ai-perusahaan-data-talenta-kunci-telkom

FAQ

Apa dua kunci adopsi AI menurut Telkom?

Kesiapan fondasi data serta pengembangan talenta dan kapabilitas. Keduanya harus beres sebelum AI dipakai dalam skala bisnis yang luas.

Apa itu DTIIF 2026?

Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, forum di Fairmont Jakarta pada 27 Oktober 2026 yang membahas peralihan AI dari tahap eksperimen menuju penerapan yang tepercaya di perusahaan.

Apakah AI sudah menjadi infrastruktur bisnis?

Menurut Veranita Yosephine, ya: AI kini mulai bergeser dari teknologi eksperimental menjadi bagian dari infrastruktur operasional korporasi.

Sumber: Semarak.co, "PT Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama", 2 November 2026, semarak.co; RCTI+ / IDXChannel, "Telkom (TLKM) Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise", 2 November 2026, rctiplus.com. Publikasi: 3 November 2026.