Jumat malam, 6 November 2026, nama Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali disebut paling akhir di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Bukan sebagai peserta biasa, melainkan sebagai juara umum. Unhas juara umum PIMNAS 39 — gelar ketiga yang diraih kampus Makassar itu secara berturut-turut, sebuah hattrick yang menempatkan Unhas di puncak kompetisi ilmiah mahasiswa paling bergengsi di Indonesia.

Pengumuman itu menutup sepekan kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 yang berlangsung 2–7 November 2026. Bagi 166 mahasiswa Unhas yang berangkat ke Semarang, malam itu adalah ujung dari berbulan-bulan persiapan. Bagi kampus, ini adalah penegasan: kemenangan dua tahun sebelumnya bukan kebetulan.

Delegasi Universitas Hasanuddin merayakan gelar juara umum PIMNAS ke-39 di Universitas Diponegoro Semarang

Tiga Tahun di Puncak, Tiga Kota Berbeda

Hattrick Unhas tidak terjadi di satu tempat. Gelar pertama diraih pada PIMNAS ke-37 tahun 2024 di Universitas Airlangga, Surabaya. Setahun kemudian, Unhas mempertahankan gelar di kandang sendiri, saat menjadi tuan rumah PIMNAS ke-38 di Kampus Tamalanrea, Makassar. Kini, di Semarang, gelar ketiga itu dikunci.

Tiga kota, tiga dewan juri, tiga angkatan mahasiswa yang berbeda — tetapi hasilnya sama. Pola seperti ini jarang terjadi di PIMNAS, kompetisi yang setiap tahunnya diikuti ratusan tim dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan menjadi puncak dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengaku terharu atas pencapaian tersebut. Menurutnya, capaian ini sulit dibayangkan pada masa lalu dan mencerminkan transformasi Unhas menuju perguruan tinggi unggul dengan kapasitas akademik yang semakin kompetitif di tingkat nasional.

"Ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi. Ini adalah bukti bahwa Unhas memiliki ekosistem akademik yang mampu melahirkan mahasiswa kreatif, inovatif, dan kompetitif. Kita ingin memastikan bahwa prestasi ini tidak berhenti sebagai kebanggaan institusi, tetapi menjadi bagian dari budaya keunggulan yang terus tumbuh di lingkungan Unhas," kata Prof. Jamaluddin Jompa, yang akrab disapa Prof. JJ.

28 Medali dari 166 Mahasiswa

Di balik gelar juara umum, ada angka yang berbicara. Delegasi Unhas tahun ini terdiri dari 34 tim dengan total 166 mahasiswa yang berkompetisi dalam delapan skema PKM. Jumlah itu menempatkan Unhas sebagai perguruan tinggi dengan tim terbanyak kedua yang lolos ke PIMNAS 2026, setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dari arena poster dan presentasi, mahasiswa Unhas mengumpulkan total 28 medali: 15 setara emas, 5 setara perak, dan 8 setara perunggu. Rinciannya, kategori poster menyumbang 8 emas, 4 perak, dan 4 perunggu, sementara kategori presentasi menambah 7 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.

Mahasiswa Indonesia mempresentasikan karya ilmiah di depan juri dalam kompetisi nasional

Perolehan itu cukup untuk menempatkan Unhas di peringkat pertama daftar 10 perguruan tinggi terbaik PIMNAS ke-39. Di bawahnya berurutan Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), UGM, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Malang, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan Universitas Pendidikan Ganesha.

Yang menarik, tuan rumah Undip justru berada di peringkat kesembilan. Artinya, gelar juara umum kali ini tidak ditentukan oleh keuntungan kandang, melainkan oleh kualitas karya dan kesiapan tim yang bertanding.

Bukan Sekadar Piala, Melainkan Sistem Pembinaan

Gelar juara umum tiga kali beruntun hampir tidak mungkin lahir dari keberuntungan. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., menyebut capaian ini sebagai buah dari pembinaan mahasiswa yang sistematis dan terarah, dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan universitas.

"Capaian ini tidak dapat dilepaskan dari komitmen seluruh elemen di Unhas dalam membangun budaya inovasi, memperkuat pendampingan dosen, serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan menghasilkan inovasi lintas disiplin ilmu," ujar Prof. Ruslin sesaat setelah pembacaan keputusan dewan juri.

Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, menjelaskan proses di balik layar. Pembinaan dimulai jauh sebelum kompetisi: sosialisasi, seleksi internal, pendampingan penyusunan proposal, penguatan substansi karya, hingga persiapan presentasi. Mahasiswa juga menjalani pembinaan intensif dan karantina dalam waktu yang cukup panjang untuk memperdalam substansi riset dan mematangkan kesiapan tampil di hadapan juri.

"Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Ada proses panjang yang melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, pengelola kemahasiswaan di fakultas, dan tim universitas. Kami membangun proses pembinaan sejak awal agar mahasiswa tidak hanya siap menghadapi kompetisi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki kebaruan, relevansi, dan potensi kebermanfaatan," kata Prof. Suhasman.

Pendekatan ini menunjukkan satu hal: di Unhas, prestasi akademik dan karakter berjalan beriringan. Pembinaan yang menekankan kedisiplinan dan kolaborasi sejalan dengan gagasan bahwa kenaikan kelas tidak lagi otomatis dan karakter ikut dinilai — nilai yang kini semakin ditekankan di dunia pendidikan.

Apa Arti Hattrick Ini bagi Unhas

PIMNAS ke-39 mengangkat tema "Mewujudkan Indonesia Maju, Berkelanjutan, dan Bermartabat melalui Inovasi Mahasiswa yang Adaptif dan Berdampak". Tema itu terasa klop dengan arah yang ditempuh Unhas: karya mahasiswa tidak hanya dikejar untuk menang, tetapi diarahkan agar bermanfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa merayakan kelulusan dan prestasi akademik di kampus

Bagi mahasiswa Unhas, hattrick ini mengubah ekspektasi. Menjadi mahasiswa Unhas kini berarti masuk ke lingkungan yang terbiasa menang di level nasional — dan itu membawa standar baru bagi angkatan-angkatan berikutnya. Tradisi prestasi yang dibangun tiga tahun terakhir diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus melahirkan karya berkualitas.

Tantangan berikutnya sudah menunggu. Dengan status juara bertahan, Unhas menghadapi tugas mempertahankan Piala Adikarta Kertawidya pada PIMNAS tahun mendatang. Itu bukan pekerjaan ringan: mempertahankan gelar sering kali lebih sulit daripada merebutnya, karena setiap kampus lain kini menjadikan Unhas sebagai target yang harus dikalahkan.

Namun setidaknya untuk malam 6 November 2026 di Semarang, Unhas boleh merayakannya. Tiga tahun berturut-turut di podium tertinggi bukan lagi soal satu tim yang hebat, melainkan soal sebuah kampus yang belajar cara menang — dan mengulanginya.

FAQ

Apa itu PIMNAS?

PIMNAS atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional adalah kompetisi puncak Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mempertemukan karya-karya unggulan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta mempresentasikan hasil kreativitas, inovasi, dan penelitian mereka dalam kategori poster dan presentasi.

Di mana dan kapan PIMNAS ke-39 digelar?

PIMNAS ke-39 berlangsung di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, pada 2–7 November 2026. Pengumuman juara umum dilakukan pada Jumat malam, 6 November 2026.

Berapa medali yang diraih Unhas di PIMNAS ke-39?

Unhas mengumpulkan total 28 medali: 15 setara emas, 5 setara perak, dan 8 setara perunggu, dari kategori poster dan presentasi.

Kapan Unhas pertama kali juara umum PIMNAS dalam rangkaian hattrick ini?

Gelar pertama diraih pada PIMNAS ke-37 tahun 2024 di Universitas Airlangga, Surabaya, lalu dipertahankan pada PIMNAS ke-38 tahun 2025 saat Unhas menjadi tuan rumah di Makassar, dan dikunci pada PIMNAS ke-39 tahun 2026 di Semarang.

Siapa saja perguruan tinggi terbaik di PIMNAS ke-39?

Sepuluh besar secara berurutan adalah Universitas Hasanuddin, IPB, ITS, UGM, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Malang, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan Universitas Pendidikan Ganesha.

Sumber

Pelakita.id, "Unhas Cetak Sejarah, Raih Juara Umum PIMNAS ke-39 dan Ukir Hattrick Beruntun", 6 November 2026 — pelakita.id

Mediawarta.com, "Unhas Hattrick Juara Umum PIMNAS 2026, Raih 28 Medali", 7 November 2026 — mediawarta.com

Unhas TV, "Unhas Ukir Sejarah Cetak Hattrick Juara Pimnas, Sabet Juara Umum di Pimnas 2026", 7 November 2026 — unhas.tv

MataKita.co, "Unhas Ukir Sejarah, Tiga Kali Berturut-turut Juara Umum PIMNAS", 7 November 2026 — matakita.co