Siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA yang bersiap mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) perlu memperhatikan satu aturan penting: hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan digunakan sebagai validator nilai rapor pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ketentuan ini ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan tim SNPMB.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menyatakannya secara lugas dalam konferensi pers peluncuran SNPMB: nilai TKA sangat penting sebagai validator nilai rapor. Alasannya, dari tahun ke tahun muncul keluhan soal keabsahan nilai rapor yang diunggah ke sistem.

Siswa mengerjakan ujian di kelas

TKA tidak wajib secara umum, tapi wajib untuk SNBP

Di sinilah banyak siswa salah paham. Pelaksanaan TKA dari pemerintah secara umum bersifat opsional, tidak wajib bagi seluruh siswa. Ketentuannya berubah bagi yang berminat masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur prestasi: siswa yang eligible dan ingin mendaftar SNBP wajib mengikuti TKA. Tanpa nilai TKA, berkas pendaftaran SNBP tidak dapat diverifikasi secara valid.

Dengan kata lain, TKA bukan penentu kelulusan sekolah, melainkan alat validasi. Nilai rapor tetap menjadi dasar prestasi, tetapi TKA menjadi pembanding yang menjaga objektivitas seleksi antar-sekolah dengan standar penilaian yang berbeda-beda.

Apa saja syarat SNBP selain TKA

Selain memiliki nilai TKA sebagai validator, calon peserta SNBP wajib memenuhi syarat berikut: merupakan siswa SMA, SMK, atau MA kelas terakhir yang memiliki prestasi unggul; memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar resmi di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS); serta memiliki nilai rapor yang telah diisikan lengkap di PDSS sesuai ketentuan.

Sekolah juga punya peran besar. Nilai rapor yang tidak lengkap atau tidak konsisten dengan data PDSS bisa menghambat proses, meski siswa sudah mengikuti TKA. Karena itu, siswa sebaiknya memastikan data rapor dan NISN-nya benar jauh sebelum masa pendaftaran dibuka, bukan menunggu pengumuman mendadak.

Suasana ujian sekolah

Nilai TKA juga bisa dipakai jalur lain

Nilai TKA tidak hanya relevan untuk SNBP. Untuk jalur Mandiri PTN, nilai TKA dapat dijadikan bahan pertimbangan seleksi, tergantung kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Bagi perguruan tinggi swasta, pemanfaatannya juga mengikuti kebijakan kampus bersangkutan. Artinya, mengikuti TKA tidak merugikan, bahkan bila rencana awal siswa berubah dari SNBP ke jalur lain.

Perlu dicatat, sejumlah pelaksanaan TKA 2026 sempat mengalami kendala, termasuk gangguan jaringan, dan Kemendikdasmen membuka sesi susulan pada 30 Oktober 2026. Siswa yang mengikuti sesi susulan sebaiknya menyimpan bukti keikutsertaan dan memastikan nilainya tercatat, karena validasi SNBP bergantung pada data tersebut.

Artikel terkait di Klik Fakta: Guru Belajar AI Gratis, Akademi 2-6 November 2026.

Siswa belajar di ruang kelas

FAQ

Apakah semua siswa wajib ikut TKA?

Tidak. TKA bersifat opsional secara umum, tetapi wajib bagi siswa eligible yang ingin mendaftar SNBP.

Apa fungsi nilai TKA di SNBP?

Sebagai validator nilai rapor, untuk menjaga objektivitas seleksi di tengah perbedaan standar penilaian antar-sekolah.

Apakah TKA menentukan kelulusan?

Tidak. TKA bukan penentu kelulusan sekolah; fungsinya adalah validasi dalam seleksi masuk PTN.

Sumber: Kemendikdasmen dan Tim SNPMB, konferensi pers peluncuran SNPMB (dikutip Kaldera News, 3 November 2026). Artikel ini diterbitkan 4 November 2026.