Kabar bahwa Kim Jong-un meninggal dunia mendadak ramai di media sosial pekan ini. Klaimnya dramatis: pemimpin Korea Utara itu disebut mengalami pendarahan otak, koma, lalu meninggal di sebuah rumah sakit di Beijing. Masalahnya, tidak ada satu pun bukti yang mendukung cerita itu — dan sederet fakta justru membantahnya.

Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara yang dikabarkan meninggal dalam rumor di media sosial

Berikut kronologi bagaimana rumor ini lahir, menyebar, dan akhirnya runtuh — disusun dari laporan media internasional dan situs pemeriksa fakta.

Ahad–Senin, 18–19 Oktober: Klaim Berawal dari Satu Akun X

Semua bermula dari unggahan Wanjun Xie, seorang pembangkang asal Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, di platform X. Ia mengklaim Kim Jong-un pingsan akibat pendarahan otak dan dilarikan ke Peking Union Medical College Hospital di Beijing. Dalam versi Xie, Kim kemudian meninggal saat dirawat, jenazahnya dipulangkan diam-diam ke Korea Utara, dan kabar kematiannya sengaja ditutupi rezim Pyongyang.

Satu detail penting soal Xie: ia bukan kali pertama menyebar klaim semacam ini. Sebelumnya ia juga pernah melontarkan spekulasi yang belum terverifikasi, termasuk soal kematian Presiden Tiongkok Xi Jinping. Klaim barunya soal Kim pun disampaikan tanpa bukti apa pun.

Senin, 19 Oktober: Tabloid Asing Ikut Mengutip

Dari satu unggahan X, rumor itu diangkat sejumlah tabloid asing. The Sun dari Inggris dan New York Post dari Amerika Serikat memberitakannya, disusul sejumlah media di India, Ukraina, dan Turki. Polanya khas penyebaran hoaks: hampir semua hanya mengutip unggahan media sosial tanpa verifikasi independen.

Rumor ini sempat masuk daftar topik paling banyak dibicarakan di X dan Bluesky pada Senin malam waktu Amerika Serikat. Bahkan muncul spekulasi lanjutan soal perebutan kekuasaan, termasuk nama Kim Yo-jong — adik Kim Jong-un — yang disebut-sebut bakal mengambil alih. Lagi-lagi, tanpa bukti terkonfirmasi.

Selasa, 20 Oktober: Foto KCNA Muncul, Bantahan Berdatangan

Di tengah rumor yang makin liar, media pemerintah Korea Utara merilis foto-foto terbaru Kim. Kantor berita KCNA dan harian Rodong Sinmun melaporkan Kim mengunjungi Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 di Pyongyang pada Senin, 19 Oktober, didampingi istrinya Ri Sol-ju dan putrinya Kim Ju-ae.

Kim Jong-un dalam sebuah kunjungan kerja; foto terbaru KCNA dirilis untuk menepis rumor kematiannya

Catatan jujur: tanggal pasti pengambilan foto-foto itu tidak terverifikasi secara independen, dan Korea Utara sendiri tidak pernah menanggapi langsung klaim kematiannya. Tapi respons dari luar Korut jauh lebih tegas.

Badan intelijen Korea Selatan (NIS) menyatakan tidak ada tanda yang jelas soal masalah kesehatan Kim. Para pejabat diplomatik dan keamanan Korsel menyebut mereka bahkan tidak pernah mendengar rumor tersebut dan menggambarkannya sebagai kabar yang "absurd". Situasi di perbatasan Tiongkok-Korea Utara dan kantor-kantor diplomatik Korut juga terpantau normal — tidak ada tanda krisis.

Di hari yang sama, situs pemeriksa fakta Meaww (19 Oktober 2026) menyatakan klaim kematian Kim Jong-un sebagai PALSU: tidak ada laporan kredibel dari media besar maupun lembaga intelijen yang menguatkannya. Grafis memorial bertuliskan rentang tahun "1984–2026" yang ikut viral juga dinyatakan palsu.

Rabu–Kamis, 21–22 Oktober: Rumor Masih Trending di Indonesia

BBC ikut menurunkan laporan berjudul "North Korea publishes photos of Kim Jong Un - why do rumors of his death keep coming back?" pada Selasa, 20 Oktober. BBC mengingatkan, rumor kematian Kim bukan barang baru — pada 2020 ia juga dikabarkan meninggal usai operasi jantung, sebelum akhirnya muncul kembali di depan publik.

Analis Benedict Rogers, dikutip The Sun, mengingatkan satu pola yang patut dicatat: setiap kematian pemimpin Korea Utara di masa lalu selalu diikuti duka kolektif dan liputan emosional media negara. Saat ini tidak ada satu pun tanda seperti itu.

Sementara itu di Indonesia, kabar ini masuk daftar topik trending dan masih dibicarakan hingga Kamis, 22 Oktober — dengan sebagian warganet masih memperlakukannya sebagai fakta, bukan rumor yang sudah dibantah.

Kim Jong-un; rumor kematiannya pada Oktober 2026 dinyatakan hoaks oleh pemeriksa fakta

Kenapa Rumor Seperti Ini Selalu Laku?

Ada tiga alasan. Pertama, Korea Utara adalah negara paling tertutup di dunia — kekosongan informasi adalah lahan subur spekulasi. Kedua, kesehatan Kim memang rapuh: NIS melaporkan ke Majelis Nasional Korsel pada 30 September bahwa ia bertinggi sekitar 170 cm dengan berat sekitar 140 kg dan risiko kardiovaskular tinggi, ditambah kebiasaan merokok berat dan riwayat penyakit jantung di keluarganya. Ketiga, soal suksesi: putrinya Kim Ju-ae baru berusia 13 tahun dan belum resmi ditunjuk sebagai penerus, sehingga skenario "bagaimana jika Kim tiba-tiba tiada" selalu menakutkan — termasuk soal nasib senjata nuklir Korut.

Intinya: rumor ini tidak terbukti dan dinyatakan hoaks oleh pemeriksa fakta. Yang terbukti justru sebaliknya — tidak ada satu pun indikasi krisis di Pyongyang. Seperti kasus hoaks viral lainnya yang pernah kami telusuri di video kuis Hotman Paris, pola penyebarannya sama: satu sumber tanpa bukti, diamplifikasi tabloid, lalu dipercaya sebagai fakta.

FAQ

Apakah Kim Jong-un benar-benar meninggal dunia?

Tidak ada bukti yang mendukung klaim itu. Situs pemeriksa fakta Meaww menyatakannya palsu, intelijen Korea Selatan tidak menemukan tanda masalah kesehatan, dan Korea Utara merilis foto-foto terbaru Kim pada 20 Oktober 2026.

Dari mana rumor kematian Kim Jong-un berasal?

Dari unggahan Wanjun Xie, pembangkang Tiongkok yang tinggal di AS, di platform X pada 18–19 Oktober 2026. Ia mengklaim tanpa bukti bahwa Kim mengalami pendarahan otak dan meninggal di rumah sakit Beijing.

Bagaimana Korea Utara menanggapi rumor tersebut?

Pyongyang tidak menanggapi klaimnya secara langsung, tetapi KCNA dan Rodong Sinmun merilis foto Kim mengunjungi pameran di Pyongyang pada 19 Oktober bersama istri dan putrinya — dibaca luas sebagai upaya menepis spekulasi.

Mengapa rumor kematian Kim Jong-un sering muncul?

Karena Korea Utara sangat tertutup, kondisi kesehatan Kim yang memang berisiko (obesitas, perokok berat, riwayat jantung keluarga), dan ketidakpastian soal siapa penerusnya.

Sumber: WiraNews, Media Kampung, Akal Merdeka, Asia News Hub, The Reporter, JKN, BBC (via Tribun-Video). Diakses 23 Oktober 2026. Artikel ini ditulis 23 Oktober 2026. Klaim kematian Kim Jong-un dalam artikel ini diperlakukan sebagai rumor yang tidak terbukti, bukan fakta.