Musim pancaroba, peralihan dari kemarau ke hujan, adalah masa ketika anak paling gampang tumbang. Bukan hujannya yang langsung bikin sakit, melainkan perubahan suhu, kelembapan, dan paparan kuman di lingkungan yang berubah bersamaan. Dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, SpA, PhD, mengingatkan satu hal yang sering diremehkan: perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehari-hari justru penangkal paling efektif.
Peringatan ini disampaikan Mulki pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan dikutip Antara. Intinya sederhana: penyakit pancaroba bisa dicegah jauh sebelum anak demam.
Penyakit yang Mengintai Saat Pancaroba
Tiga kelompok penyakit paling sering muncul di masa peralihan ini. Pertama, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, dan influenza, termasuk influenza A yang sedang marak. Anak di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan juga berisiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Kedua, penyakit yang ditularkan nyamuk, terutama demam berdarah dengue (DBD), yang risikonya naik begitu genangan air bertambah. Ketiga, gangguan pencernaan seperti diare dan muntah akibat keterbatasan air bersih, plus infeksi kulit.
Pesan penting dari dokter spesialis anak dr. Aisya Fikritama Aditya, yang juga dikutip Antara: demam di musim hujan jangan langsung dianggap flu. Demam bisa disebabkan DBD atau infeksi lain, jadi kenali gejalanya, jangan ditebak sendiri.
PHBS: Kebiasaan Kecil yang Paling Menentukan
“Biasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, sebelum makan ataupun setelah bermain, mandi secara teratur, mengganti pakaian secara teratur, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” kata Mulki. Kedengarannya sepele, tapi inilah fondasinya.
Tambahkan tiga kebiasaan lain: bersihkan genangan air dan jalankan gerakan 3M Plus untuk mencegah DBD, ajarkan anak etika batuk dan bersin, dan pastikan imunisasi anak lengkap. Di keramaian, jaga jarak dari orang yang sedang sakit dan pakai masker bila perlu.
Cairan, Makanan, Tidur: Tiga Penopang Daya Tahan
Mulki menekankan kebutuhan cairan, terutama pada anak, baik saat kemarau, pancaroba, maupun musim hujan. “Karena cairan sangat penting untuk tubuh anak kita. Kemudian siapkan juga obat-obatan emergency, misalnya obat penurun panas, harus tersedia di rumah,” tuturnya.
Soal makanan, kuncinya makanan bergizi seimbang, diimbangi aktivitas fisik dan tidur cukup. Suplemen seperti vitamin D boleh jadi pilihan tambahan karena perannya pada kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh, tapi suplemen bukan pengganti makanan bergizi dan istirahat.
Perlengkapan Musim Hujan dan Tanda Bahaya
Sebelum anak beraktivitas di luar rumah saat musim hujan, siapkan jas hujan, payung, pakaian ganti, dan alas kaki yang aman di lingkungan basah. Anak yang pulang dengan pakaian basah sebaiknya segera berganti, bukan dibiarkan kedinginan berlama-lama.
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya: sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, tanda dehidrasi, atau demam disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, maupun perdarahan. “Kenali gejala awal penyakit dan jangan menunda pemeriksaan jika anak menunjukkan tanda bahaya,” pesan Aisya.
Untuk konteks program kesehatan keluarga yang lebih luas, baca juga program cek kesehatan gratis yang menyasar jutaan warga.
FAQ
Apa itu PHBS?
Perilaku hidup bersih dan sehat: cuci tangan pakai sabun, mandi teratur, ganti pakaian teratur, dan jaga kebersihan rumah serta lingkungan.
Penyakit apa yang meningkat saat pancaroba?
ISPA (batuk, pilek, influenza), DBD, serta diare dan infeksi kulit akibat keterbatasan air bersih.
Kapan anak harus segera dibawa ke dokter?
Bila ada sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, tanda dehidrasi, demam dengan nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, atau perdarahan.
Apakah suplemen vitamin D wajib?
Tidak wajib; menurut dr. Mulki, vitamin D dapat menjadi pilihan tambahan, bukan pengganti makanan bergizi, cairan cukup, dan tidur cukup.
Sumber: Espos.id (dikutip dari Antara, 1 November 2026) dan Liputan6 via Antara untuk pernyataan dr. Aisya Fikritama Aditya. Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Artikel dipublikasikan 1 November 2026.




