Ada keanehan yang justru menarik dari film Hamka Awal Mula. Ia adalah volume ketiga sekaligus penutup trilogi, tapi ceritanya dimulai dari titik paling awal: Hamka masih bayi. Film produksi Falcon Pictures bersama Starvision ini, garapan sutradara Fajar Bustomi, dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026, dengan Vino G. Bastian kembali memerankan tokoh utama.

Vino menjelaskan paradoks itu saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Rabu (28/10/2026). Volume ketiga ini menjadi film penutup, tapi sekaligus prekuel dari dua volume sebelumnya. Penonton tidak diajak melanjutkan kisah Hamka dewasa, melainkan kembali ke awal: dari bayi dilahirkan, dibesarkan, hingga bertemu tokoh-tokoh pergerakan nasional.

Film Hamka Awal Mula Vino Bastian foto 1

Bukan kisah ulama yang lahir jadi ulama

Satu hal yang ditekankan Vino: Hamka tidak lahir langsung menjadi sosok ulama yang pandai agama. Film ini justru menunjukkan proses pendidikan yang panjang. Karena Hamkanya masih bayi, plot cerita banyak berfokus pada orang tuanya, yaitu Haji Karim Amrullah yang dikenal sebagai Haji Rasul, dan ibunya, Siti Safiyah.

Haji Rasul digambarkan sebagai ulama besar di Minang yang memiliki sekolah dan satu niat kuat: anaknya harus menjadi ulama seperti dirinya. Di sinilah letak dramanya. Di satu sisi ada tekad sang ayah yang kuat agar putranya meneruskan dakwah di ranah Minang. Di sisi lain ada anak laki-laki satu-satunya yang saat itu dibanggakan keluarga, Malik kecil, yang harus dibentuk lewat didikan ayah dan ibunya, bukan lewat bakat bawaan.

Pilihan sudut pandang ini membuat film ketiga ini berbeda dari biopik yang biasanya melompat dari satu pencapaian ke pencapaian lain. Di sini, yang ditonton adalah pembentukan: bagaimana seorang anak dibesarkan dalam rumah ulama, dididik sejak kecil, dan perlahan dipertemukan dengan dunia pergerakan yang kelak membentuknya.

Film Hamka Awal Mula Vino Bastian foto 2

Mengapa trilogi ini ditutup dengan awal?

Menutup trilogi dengan prekuel adalah keputusan naratif yang berisiko sekaligus masuk akal. Setelah dua film memperlihatkan Hamka yang sudah dikenal publik, film ketiga ini menjawab pertanyaan yang selama ini menggantung: dari mana semua itu bermula? Siapa orang-orang yang membentuknya sebelum ia menjadi siapa pun?

Bagi penonton yang sudah mengikuti dua volume sebelumnya, film ini berfungsi sebagai potongan terakhir yang melengkapi potret. Bagi penonton baru, ia justru bisa menjadi pintu masuk yang paling mudah: kisah keluarga tentang ayah, ibu, dan anak, sebelum nama besar itu melekat.

Tentu, semua penilaian soal kualitas film baru bisa dibuat setelah tayang. Yang bisa dicatat sekarang adalah premisnya yang tidak biasa: sebuah penutup trilogi yang menolak mengakhiri cerita di puncak, dan memilih kembali ke buaian. Kalau eksekusinya setia pada premis itu, Hamka: Awal Mula bisa menjadi film biopik yang terasa manusiawi, bukan sekadar monumen.

Yang juga menarik ditunggu adalah bagaimana film ini menggambarkan rumah tangga ulama Minang itu sendiri: bukan sebagai latar tempelan, melainkan sebagai mesin yang membentuk karakter. Sebab kalau penonton percaya pada didikan Haji Rasul dan Siti Safiyah, mereka akan percaya pula pada Hamka yang kelak berdiri di hadapan umat.

Film Hamka Awal Mula Vino Bastian foto 3

FAQ

Kapan film Hamka: Awal Mula tayang?

19 November 2026, serentak di bioskop Indonesia.

Siapa sutradara dan pemeran utamanya?

Disutradarai Fajar Bustomi, diproduksi Falcon Pictures bersama Starvision, dengan Vino G. Bastian memerankan Buya Hamka.

Apakah film ini kelanjutan dari dua film Hamka sebelumnya?

Meski menjadi volume ketiga dan penutup trilogi, film ini adalah prekuel: kisahnya dimulai dari Hamka masih bayi hingga pertemuannya dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional.

Sumber: KapanLagi.com (31 Oktober 2026).