Rencana chip AI Danantara dan pusat data 1 GW menjadi pengumuman teknologi paling ambisius pekan ini. Di forum Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang digelar 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta, lembaga pengelola investasi negara itu membeberkan peta jalan teknologinya: lebih dari 40 proyek strategis, chip kecerdasan buatan (AI) rancangan sendiri, dan pusat data berkapasitas 1 gigawatt (GW).

Pengumuman ini disampaikan Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, pada hari pertama forum, Senin 26 Oktober 2026. Nada pesannya tegas: Indonesia tidak cukup menjadi pasar teknologi, melainkan harus membangun fondasinya sendiri.

Forum Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta

Bukan sekadar gedung dan kabel

Kritik paling tajam dari Sigit justru ditujukan ke industri pusat data yang sudah ada. Selama ini, kata dia, pusat data di Indonesia sebagian besar hanya berhenti di bisnis sewa lahan dan penyediaan infrastruktur dasar. Nilainya kecil, padahal gedungnya besar dan listriknya rakus.

Karena itu Danantara mendorong lompatan berikutnya: membawa manufaktur peralatannya ke dalam negeri. Artinya, bukan hanya servernya yang beroperasi di Indonesia, tetapi rantai produksinya ikut dibangun di sini. Ini ambisi jangka panjang, bukan proyek yang bisa diklaim selesai dalam satu kuartal.

Di klaster Telekomunikasi dan Mobilitas, proyek prioritasnya mencakup pusat data 1 GW, kedaulatan AI nasional, cloud berdaulat (sovereign cloud), blockchain nasional, Garuda Command Centre, proyek mobil dan motor nasional, serta sistem ketertelusuran dan kepercayaan. Daftar ini menunjukkan satu hal: Danantara memandang teknologi bukan sebagai sektor tersendiri, melainkan sebagai tulang punggung industri lain.

Chip AI dan kemitraan dengan Arm

Bagian paling konkret dari peta jalan ini adalah semikonduktor. Danantara menargetkan pengembangan enam sektor semikonduktor, termasuk pengendali (controller) dan chip untuk pusat data. Upaya ini diperkuat kemitraan strategis dengan Arm, perusahaan desain chip asal Inggris, yang diumumkan pada Mei 2026.

Kerja sama itu punya dua kaki: mengembangkan chip AI dan melatih 15.000 profesional digital Indonesia untuk merancang chip dengan ekosistem Arm. Angka 15.000 ini penting, karena kekurangan perancang chip adalah salah satu alasan kenapa banyak negara gagal naik kelas dari sekadar perakit menjadi perancang.

Di luar chip dan pusat data, Danantara juga menyiapkan proyek di klaster "Lainnya": perangkat komputasi, mesin berat listrik, sensor optik dan instrumen, serta robot industri. Enam klaster industrinya secara keseluruhan meliputi Energi; Pangan, Kesehatan, dan Pertanian; Pertahanan, Maritim, dan Dirgantara; Material Maju; Telekomunikasi dan Mobilitas; serta Lainnya.

Ilustrasi chip semikonduktor dari dekat

Uang dan ukuran keberhasilan

Soal dana, Sigit menyebut investasi bisa mencapai 20–30 miliar dolar AS dalam dua hingga tiga tahun ke depan, bahkan berpotensi lebih besar. Angka itu bukan anggaran yang sudah cair, melainkan proyeksi nilai investasi yang dibidik lewat forum dan kemitraan. Pembaca perlu membedakan keduanya: proyeksi bukan realisasi.

Forum DTIIF 2026 sendiri dihadiri sekitar 1.500 pendaftar, ditambah undangan dari dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan industri, pemerintah, lembaga, dan universitas. Situs resmi forum menyebut lebih dari 1.500 peserta yang diharapkan, 170 inovator global, 67 pusat riset dan inovasi, serta 131 CEO teknologi global. Sejumlah nota kesepahaman dijadwalkan diteken selama forum.

Namun Sigit sendiri memberi patokan yang jujur untuk menilai forum ini: keberhasilannya bukan diukur dari ramainya acara atau banyaknya MoU, melainkan dari apa yang terbangun setelah forum berakhir. Setiap kemitraan dan pipa proyek akan ditindaklanjuti, dan komitmen harus berubah menjadi proyek nyata.

Ilustrasi lorong pusat data dengan rak server

Apa yang masih berupa rencana?

Sejujurnya, sebagian besar pengumuman ini masih berada di tahap rencana dan pemetaan. Belum ada pengumuman pabrik chip yang mulai dibangun, belum ada lokasi pasti pusat data 1 GW, dan belum ada jadwal produksi. Yang sudah konkret sejauh ini adalah forumnya, kemitraan Arm yang diumumkan Mei 2026, dan target pelatihan 15.000 perancang chip.

Itu bukan alasan untuk mengabaikannya, tapi juga bukan alasan untuk membesar-besarkannya. Proyek semikonduktor dan pusat data raksasa di negara mana pun selalu melewati fase panjang: desain, pendanaan, perizinan, pasokan listrik, hingga rantai pasok. Indonesia punya modal berupa kekayaan mineral dan pasar domestik besar, tapi modal itu baru berarti kalau berubah menjadi produk.

Untuk pembaca awam, dampaknya tidak akan terasa besok pagi. Dampaknya baru terasa kalau rencana ini berhasil: lapangan kerja teknologi yang lebih dalam, bukan hanya operator dan penjual, serta ketergantungan yang berkurang pada chip dan layanan komputasi dari luar negeri. Kalau gagal, yang tersisa hanyalah deretan MoU.

FAQ

Apa itu DTIIF 2026?

Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, forum tiga hari (26–28 Oktober 2026) di Fairmont Jakarta dengan tema "Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth".

Apakah Indonesia sudah memproduksi chip AI sendiri?

Belum. Yang diumumkan adalah rencana pengembangan chip AI dan enam sektor semikonduktor, plus kemitraan desain dengan Arm dan target pelatihan 15.000 perancang chip.

Apa itu pusat data 1 GW?

Rencana pusat data berkapasitas 1 gigawatt di klaster Telekomunikasi dan Mobilitas Danantara. Lokasi dan jadwal pembangunannya belum diumumkan secara rinci.

Kenapa Danantara mengurus teknologi, bukan cuma investasi?

Karena Danantara membawahi industri strategis negara. Teknologinya diarahkan agar industri tersebut tidak hanya memakai teknologi impor, tetapi juga membangun dan memilikinya.

Baca juga: AIIS 2026 Bali dan dorongan AI berdaulat dan koridor kreatif-teknologi Indonesia–India.

Sumber: CNBC Indonesia via Jawawa — "Danantara Plans to Develop AI Chips and a Massive 1 GW Data Centre" (26 Oktober 2026), jawawa.id; CNBC Indonesia via Jawawa — "Technology Experts Gather as Danantara Seeks to Boost Indonesia's Technology Industry", jawawa.id; situs resmi DTIIF 2026, dtiif.danantaraindonesia.com; IDNFinancials — "From land lease to chips: Danantara's vision for data centre industry", idnfinancials.com.