Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Sabtu, 31 Oktober 2026. Sebanyak 25 wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan sedang hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang. Empat provinsi masuk kategori siaga, sisanya waspada.
Peringatan ini bukan sekadar prakiraan akhir pekan biasa. BMKG menyebut periode rawan cuaca ekstrem ini membentang dari 27 Oktober hingga 2 November 2026, dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan sejumlah gelombang atmosfer, ditambah pertemuan angin serta suhu muka laut yang hangat.
4 Provinsi Berstatus Siaga
Kategori paling berat, hujan lebat hingga sangat lebat, berlaku untuk Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Kalimantan Barat. Di wilayah-wilayah ini, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir lokal, tanah longsor, dan pohon tumbang paling tinggi.
Sementara itu, 21 wilayah lain berstatus waspada dengan hujan sedang hingga lebat. Daftarnya membentang dari barat sampai timur: Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Untuk kota-kota besar, prakiraannya beragam. Serang diprakirakan mengalami hujan petir, sedangkan Jakarta dan Surabaya cenderung berawan hingga berawan tebal. Pontianak dan Banjarmasin termasuk kota yang diminta meningkatkan kewaspadaan.
Apa yang Perlu Dicek Sebelum Berpergian
Karena hampir semua koridor tol utama berada di wilayah yang diperingatkan, dari Trans Sumatera dan Trans Jawa hingga Balikpapan-Samarinda dan ruas Trans Sulawesi, pengendara sebaiknya mengecek kondisi ruas yang akan dilalui sebelum berangkat. Hujan lebat bisa menurunkan jarak pandang secara tiba-tiba dan membuat genangan muncul di titik-titik rendah.
Beberapa langkah sederhana yang layak dilakukan: tunda perjalanan yang tidak mendesak saat hujan deras disertai petir, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat angin kencang, dan jangan memaksakan kendaraan melewati genangan yang ketinggiannya tidak diketahui. Di rumah, pastikan saluran air tidak tersumbat dan barang elektronik tidak berada di lantai yang rawan tergenang.
Bagi yang tinggal di lereng atau bantaran sungai, tanda-tanda seperti air sungai yang keruh dan naik cepat, atau bunyi gemuruh dari arah hulu, patut ditanggapi serius dengan segera menjauhi lokasi dan menghubungi aparat setempat. Informasi resmi BMKG tetap menjadi rujukan utama, bukan sekadar kabar berantai di grup percakapan.
Kenapa Akhir Oktober Jadi Rawan?
Periode ini bertepatan dengan masa peralihan musim. MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Mixed Rossby-Gravity yang aktif bersamaan membuat awan hujan lebih mudah terbentuk dan bertahan. Kelembapan tinggi dan suhu muka laut yang hangat menambah bahan bakar bagi hujan lebat.
BMKG juga memprakirakan Dasarian I November 2026 didominasi curah hujan kategori menengah, 50-100 milimeter, di 67,62 persen wilayah Indonesia. Artinya, kewaspadaan tidak berhenti di hari Sabtu ini saja. Pelajari juga panduan berkendara saat hujan lebat di artikel ini.
FAQ
Wilayah mana saja yang berstatus siaga pada 31 Oktober 2026?
Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Kalimantan Barat, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Apakah Jakarta termasuk wilayah siaga?
Tidak. Jakarta masuk wilayah waspada, dengan prakiraan berawan hingga berawan tebal, tetapi hujan sedang hingga lebat tetap mungkin terjadi di Jawa Barat dan Banten.
Sampai kapan periode cuaca ekstrem ini berlangsung?
BMKG menyebut potensi hujan lebat disertai angin kencang berlaku 27 Oktober hingga 2 November 2026.
Apa risiko utama yang diwaspadai?
Banjir lokal, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan di ruas jalan, terutama di wilayah siaga.
Sumber: BMKG melalui pemberitaan Kompas.com dan laporan media pada 30-31 Oktober 2026; CekTol, Kita Indonesia Satu.




