Selama bertahun-tahun, vaksin HPV anak laki-laki nyaris tidak pernah dibicarakan. Vaksin HPV telanjur melekat sebagai urusan perempuan, karena paling sering dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks. Padahal virus yang sama juga bisa menginfeksi laki-laki, dan Kemenkes kini mulai menutup celah itu lewat program imunisasi gratis.
Pada 2026, program imunisasi HPV gratis untuk anak laki-laki dilaksanakan di tiga provinsi: DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. Sasarannya anak usia 10-11 tahun atau siswa kelas 5 sekolah dasar. Kabar baiknya, cakupan di tiga provinsi itu sudah mencapai 88 persen.
Bukan cuma soal kanker serviks
Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang dapat menginfeksi perempuan maupun laki-laki. Pada laki-laki, infeksi HPV dikaitkan dengan risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring atau kanker di area mulut dan tenggorokan.
Prof. Hinky Hindra Irawan Satari menjelaskan bahwa HPV tidak hanya menyerang perempuan. Karena itu, vaksinasi pada anak laki-laki menjadi bagian dari pencegahan infeksi HPV beserta penyakit yang dapat ditimbulkannya, bukan sekadar pelengkap program untuk anak perempuan.
Logikanya sederhana: perlindungan dibangun sebelum paparan terjadi. Vaksinasi pada usia 9-14 tahun dapat menggunakan satu dosis sesuai program yang berlaku, dan pada kelompok usia tersebut respons perlindungan dinilai lebih optimal.
Apa yang berubah pada 2026 dan 2027
Program imunisasi HPV untuk anak perempuan sudah berjalan secara nasional sejak 2023. Perluasan untuk anak laki-laki baru dimulai pada 2026, dan untuk sementara hanya di tiga provinsi percontohan.
Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri Yogyaswari, menyampaikan bahwa pada 2027 program untuk anak laki-laki akan ditambah ke tiga provinsi lagi: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Dengan begitu, pada 2027 program ini berjalan di enam provinsi.
Pemilihan wilayah itu bukan asal tunjuk. Indri menyebut tiga provinsi tambahan dipilih karena cakupan imunisasi rutinnya sudah cukup baik. Alasannya, Kemenkes tidak ingin program baru justru menggeser imunisasi rutin yang lain.
Angka yang perlu dibaca apa adanya
Data Kemenkes yang disampaikan dalam temu media bersama RCCE Indonesia dan Biro Komunikasi Kemenkes pada Kamis, 29 Oktober 2026, menunjukkan capaian yang timpang. Cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan kelas 5 SD secara nasional mencapai 83,5 persen pada 2026. Sementara cakupan pada anak laki-laki kelas 5 SD di tiga provinsi perluasan mencapai 88 persen.
Di sisi lain, masih ada sembilan provinsi dengan cakupan vaksinasi di bawah 45 persen: Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Barat, Aceh, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, dan Papua Pegunungan. Artinya, pekerjaan rumah terbesar bukan sekadar menambah provinsi, melainkan meratakan capaian di daerah yang masih tertinggal.
Indri juga menyebut pemberian satu dosis pada usia 9-14 tahun dapat memberikan perlindungan hampir 90 persen, dengan angka presisi 88 persen. Angka itu merujuk pada perlindungan dari vaksin pada kelompok usia tersebut, bukan janji bahwa tidak ada lagi risiko sama sekali. Skrining dan perilaku hidup sehat tetap punya peran, terutama untuk perempuan dewasa.
Yang perlu dilakukan orang tua
Pertama, cek pengumuman dari sekolah. Imunisasi anak sekolah umumnya dilaksanakan lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), sehingga jadwal dan teknisnya mengikuti kalender sekolah masing-masing. Kedua, tanyakan ke puskesmas bila anak melewatkan jadwal. Ketiga, jangan menunggu sampai anak beranjak remaja untuk mencari informasi, karena program ini memang dirancang untuk usia anak.
Untuk warga di luar tiga provinsi percontohan, belum ada jadwal vaksinasi HPV gratis untuk anak laki-laki yang bisa dijanjikan sekarang. Yang bisa dilakukan adalah memantau pengumuman resmi Kemenkes dan dinas kesehatan setempat, serta tidak mudah percaya pada tawaran vaksin berbayar yang mengatasnamakan program pemerintah tanpa verifikasi.
Informasi resmi seputar HPV dan imunisasi juga tersedia lewat situs edukasi imunisasi-hpv.rcce.id yang diperkenalkan dalam temu media tersebut. Bila ragu soal kondisi kesehatan anak, konsultasi ke dokter atau puskesmas tetap lebih aman daripada mengandalkan potongan video di media sosial.
FAQ
Siapa sasaran vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki?
Anak usia 10-11 tahun atau siswa kelas 5 SD. Pada 2026 program ini baru berjalan di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.
Apakah anak laki-laki juga bisa terkena HPV?
Ya. HPV dapat menginfeksi laki-laki dan dikaitkan dengan risiko kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring, selain berbagai penyakit lain yang ditimbulkannya.
Berapa dosis yang diberikan pada usia 9-14 tahun?
Satu dosis sesuai program yang berlaku, dengan perlindungan yang disebut mencapai hampir 90 persen, tepatnya 88 persen, pada kelompok usia tersebut.
Kapan program ini meluas ke provinsi lain?
Kemenkes berencana menambah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027, sehingga totalnya enam provinsi. Perluasan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan imunisasi rutin di tiap daerah.
Di mana orang tua bisa mengecek informasi resmi?
Melalui sekolah, puskesmas, dinas kesehatan setempat, dan situs edukasi imunisasi-hpv.rcce.id. Untuk kondisi kesehatan anak secara individual, konsultasikan ke dokter atau puskesmas.
Artikel ini diterbitkan pada 3 November 2026. Sumber: Kucantik, "Kemenkes Perluas Vaksin HPV Gratis untuk Anak Laki-Laki" (30 Oktober 2026), berdasarkan temu media Kemenkes bersama RCCE Indonesia pada 29 Oktober 2026; Kronik Sulteng, "Kemenkes Mulai Berikan Vaksin HPV Gratis kepada Anak Laki-Laki di Tiga Provinsi". Baca juga: Cek Kesehatan Gratis: 105 Juta Peserta, Hipertensi dan Diabetes Baru Terungkap dan Skrining TBC Kemenkes di Puskesmas 2026.




