Thrifting baju bekas sudah lama bukan sekadar urusan dompet. Di Pasar Senen, Jakarta, misalnya, deretan lapak pakaian bekas ramai diburu pada Sabtu malam, dari kaus, jaket, hoodie, hingga celana, dengan pembeli yang telaten memeriksa satu per satu sebelum memutuskan. Di sisi lain, pemerintah terus memperketat pengawasan peredaran pakaian bekas, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman pada 22 Oktober 2026 menegaskan bahwa tidak semua thrifting itu jelek, meski ia mengakui praktik ini sudah menjadi budaya di beberapa daerah sehingga penataannya butuh pendekatan khusus.
Jadi, bagaimana berburu yang cerdas? Berikut tujuh cara yang bisa langsung dipakai, baik belanja di pasar, toko preloved, maupun platform daring.
1. Utamakan preloved lokal, bukan stok impor yang dipersoalkan
Pakaian preloved dari lemari sendiri yang dijual kembali berbeda dengan pakaian bekas impor yang peredarannya dipersoalkan pemerintah. Menteri Perdagangan Budi Santoso pada September 2026 menyatakan pengawasan tidak hanya menyasar pakaian bekas, tetapi juga berbagai produk ilegal lain yang masuk lewat mekanisme post-border. Memilih preloved lokal adalah cara paling aman untuk menikmati thrifting tanpa tersangkut urusan barang ilegal.
2. Periksa jahitan, resleting, dan noda di bawah cahaya terang
Jangan hanya melihat motifnya. Balik pakaian, tarik perlahan jahitan di ketiak dan saku, coba resleting dan kancing, lalu periksa noda di kerah, ketiak, dan ujung lengan. Barang yang terlihat bagus dari jauh sering menyimpan cacat kecil yang baru terlihat dari dekat. Kalau penjual tidak mengizinkan pemeriksaan detail, itu alasan yang cukup untuk berpindah lapak.
3. Cium dan pegang bahannya
Bau apek yang sangat kuat bisa menjadi tanda penyimpanan buruk atau jamur. Bahan yang terasa kaku, berbulu, atau menipis di area lipatan menandakan usia pakai yang sudah panjang. Prioritaskan bahan yang masih jatuh dengan baik di badan, karena bahan yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki oleh sekadar pencucian.
4. Cuci sebelum dipakai, tanpa terkecuali
Aturan ini tidak bisa ditawar, sekalipun labelnya mengklaim barang sudah dicuci. Cuci dengan deterjen, jemur hingga benar-benar kering, dan setrika bila perlu. Untuk bahan yang sensitif, cuci tangan atau bawa ke laundry. Kebersihan adalah satu-satunya bagian dari thrifting yang sepenuhnya berada di kendali pembeli.
5. Jangan tergiur merek, waspadai barang palsu
Label merek besar dengan harga jauh di bawah pasar patut dicurigai. Periksa kerapian logo, kualitas jahitan label, dan konsistensi ejaan pada label perawatan. Barang palsu bukan hanya soal gengsi: kualitas bahannya kerap buruk dan umurnya pendek, sehingga justru lebih boros.
6. Bandingkan harga dengan barang baru sejenis
Thrifting menghemat uang hanya bila harganya masuk akal. Sebelum membayar, bandingkan dengan harga barang baru sejenis atau harga preloved sejenis di platform lain. Barang bekas yang harganya mendekati barang baru, apalagi dengan kondisi pas-pasan, bukan penawaran bagus, apa pun labelnya.
7. Beli karena akan dipakai, bukan karena murah
Godaan terbesar thrifting adalah membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya karena harganya miring. Terapkan jeda singkat: bayangkan tiga kesempatan nyata memakai barang itu dalam sebulan ke depan. Bila tidak ada, letakkan kembali. Lemari yang penuh barang tak terpakai bukan hasil thrifting yang cerdas, melainkan konsumsi yang pindah tempat. Pola konsumsi yang lebih hemat juga dibahas dalam artikel tren sewa barang online di kalangan Gen Z.
FAQ
Apakah thrifting itu ilegal di Indonesia?
Yang diperketat pemerintah adalah peredaran pakaian bekas impor. Jual-beli preloved dari lemari sendiri, atau barang bekas yang peredarannya sah, adalah praktik yang berbeda. Bila ragu soal asal barang, tanyakan langsung kepada penjual dan utamakan preloved lokal.
Apakah baju thrift aman dipakai?
Aman selama kondisinya baik dan dicuci menyeluruh sebelum dipakai. Hindari barang dengan jamur, noda yang tidak hilang, atau bau yang menetap setelah dicuci.
Di mana tempat thrifting yang ramai di Jakarta?
Pasar Senen, Jakarta Pusat, termasuk kawasan Blok III, dikenal sebagai salah satu pusat perburuan pakaian bekas, terutama pada Sabtu malam.
Kapan sebaiknya tidak membeli barang thrift?
Bila jahitannya rusak berat, resleting macet, bahan menipis, atau harganya nyaris setara barang baru. Barang seperti itu lebih mahal dalam jangka panjang.
Sumber: Jawawa, Kumparan, Liputan suasana Pasar Senen.




