Jalur kereta api Sumatera Barat yang lama tidak beroperasi bersiap kembali hidup. Peletakan batu pertama atau groundbreaking reaktivasi jalur tersebut dijadwalkan digelar di Stasiun Kereta Api Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Tahap awalnya menyasar ruas Kayu Tanam menuju Padang Panjang, sepanjang sekitar 15,3 kilometer.
Proyek ini bukan pekerjaan kecil. Menurut rencana yang disampaikan anggota DPR RI Andre Rosiade, total jalur yang masuk program reaktivasi mencapai 248,5 kilometer, membentang dari Kayu Tanam hingga Sawahlunto. Rangkaian tanggal di bawah ini menunjukkan bagaimana proyek itu bergerak dari wacana menjadi peletakan batu pertama.
Timeline: dari kunjungan lapangan ke groundbreaking
Februari 2026: kunjungan ke Padang Luar, Agam
Andre Rosiade bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengunjungi Padang Luar, Kabupaten Agam, pada Februari 2026. Foto kunjungan itu kemudian dipakai dalam pemberitaan rencana reaktivasi, menandai bahwa pembahasan proyek sudah melibatkan tiga pihak kunci: DPR, BP BUMN, dan KAI.
27 September 2026: target akhir Oktober diumumkan
Pada 27 September 2026, Andre menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan memulai reaktivasi jalur kereta api Sumbar pada akhir Oktober 2026. Saat itu, target peluncurannya disebut pada 21-22 Oktober 2026. Jalur yang disebut membentang dari Kayu Tanam, Padang Panjang, Bukittinggi, Limbangan, Batu Tabal, Solok, Muaro Kalaban, hingga Sawahlunto, dengan dukungan Kementerian BUMN dan KAI.
24 Oktober 2026: tanggal groundbreaking dipastikan
Tiga hari setelah target awal itu lewat, Andre menyampaikan keterangan baru pada Sabtu, 24 Oktober 2026: groundbreaking dijadwalkan pada 27 Oktober 2026 di Stasiun Kayu Tanam. Pejabat yang dijadwalkan hadir antara lain Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, dan Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro.
27 Oktober 2026: groundbreaking di Stasiun Kayu Tanam
Hari ini, seremoni peletakan batu pertama dijadwalkan berlangsung di Stasiun Kayu Tanam. Andre mengaitkan proyek ini dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk pembangunan Sumatera Barat. "Ini merupakan komitmen Pak Prabowo untuk terus membangun Sumatera Barat. Kita ingin infrastruktur Sumbar semakin baik, konektivitas antardaerah semakin kuat, dan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Andre dalam keterangannya.
Rute dan tahapan menurut kajian KAI
Berdasarkan kajian strategis perkeretaapian KAI untuk wilayah Sumbar, tahap awal reaktivasi mencakup jalur Kayu Tanam-Padang Panjang sepanjang sekitar 15,3 kilometer. Kajian yang sama memetakan pengembangan lanjutan Padang Panjang-Singkarak dan Solok-Sawahlunto dengan panjang gabungan sekitar 66,4 kilometer, sehingga total rencana tahapannya mencapai sekitar 81,7 kilometer.
Angka itu berbeda dengan total program 248,5 kilometer yang disampaikan Andre pada September 2026. Perbedaannya bisa dijelaskan dari cakupannya: 248,5 kilometer adalah total jalur dalam program, yang terdiri dari Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbangan sepanjang 162 kilometer, Padang Panjang-Batu Tabal 18 kilometer, Batu Tabal-Solok 34 kilometer, Solok-Muaro Kalaban 24 kilometer, dan Muaro Kalaban-Sawahlunto 4 kilometer. Sementara 81,7 kilometer adalah tahapan yang dipetakan dalam kajian strategis KAI, di luar segmen Singkarak-Solok sepanjang 13,76 kilometer yang disebut sudah direaktivasi dalam dokumen tersebut.
Apa yang masih harus ditunggu
Sejumlah hal belum bisa dipastikan dari pemberitaan yang ada. Pertama, pelaksanaan setiap segmen tetap mengikuti tahapan dan keputusan resmi pemerintah, sehingga groundbreaking hari ini adalah awal pekerjaan, bukan tanda kereta langsung beroperasi. Kedua, belum ada keterangan resmi soal target waktu penyelesaian tiap ruas maupun jadwal operasionalnya. Masyarakat yang menanti kereta kembali melintasi jalur ini masih harus menunggu pengumuman lanjutan dari KAI dan Kementerian Perhubungan.
Yang jelas, hari ini menjadi penanda penting: setelah puluhan tahun sebagian jalur itu tidur, negara mulai menggerakkan kembali relnya dari Kayu Tanam.
FAQ
Di mana groundbreaking reaktivasi KA Sumbar digelar?
Di Stasiun Kereta Api Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada 27 Oktober 2026.
Ruas mana yang dikerjakan tahap awal?
Kayu Tanam-Padang Panjang, sepanjang sekitar 15,3 kilometer menurut kajian strategis KAI.
Berapa total jalur dalam program ini?
Sebesar 248,5 kilometer dari Kayu Tanam hingga Sawahlunto, dengan tahapan 81,7 kilometer yang dipetakan dalam kajian KAI.
Apakah kereta sudah bisa dinaiki setelah groundbreaking?
Belum. Groundbreaking menandai dimulainya pekerjaan, dan jadwal operasional tiap ruas belum diumumkan.
Sumber: Indsatu, "Andre Rosiade: Reaktivasi Rel KA Sumbar Di Mulai 27 Oktober 2026", indsatu.id; BSI News, "Andre Rosiade Jadwalkan Reaktivasi Rel Sumbar pada 27 Oktober" (24 Oktober 2026), bsinews.id; Andalas Time, "Andre Rosiade: Pemerintah Prabowo Mulai Reaktivasi Jalur KA Sumbar Akhir Oktober 2026" (27 September 2026), andalastime.com. Catatan redaksi: pemberitaan yang ada mengutip keterangan Andre Rosiade dan menyebut sumber awal Detikcom; konfirmasi pelaksanaan groundbreaking pada 27 Oktober 2026 belum ditemukan dalam sumber yang dibuka saat draf ini ditulis.




