10.000 langkah sehari mungkin adalah target kebugaran paling terkenal di dunia. Ia muncul di jam tangan pintar, aplikasi kesehatan, dan tantangan kantor. Masalahnya satu: angka itu tidak lahir dari laboratorium. Ia lahir dari departemen pemasaran.

Kisahnya dimulai di Jepang pada pertengahan 1960-an. Setelah Olimpiade Tokyo 1964, perusahaan Yamasa merilis salah satu pedometer komersial pertama dan menamainya manpo-kei, yang artinya kurang lebih "meter 10.000 langkah". Nama itu dipilih antara lain karena karakter Jepang untuk angka 10.000 menyerupai sosok orang yang sedang berjalan. Cerdas sebagai iklan. Lemah sebagai sains: tidak ada penelitian medis yang melandasi angka itu saat pertama kali dipasarkan.

Seseorang berjalan santai di jalur taman untuk berolahraga

Lalu Berapa Langkah yang Benar-Benar Berpengaruh?

Para peneliti akhirnya mengukur sendiri. Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine mengikuti lebih dari 16.000 perempuan dengan rata-rata usia 72 tahun. Hasilnya: mereka yang rata-rata berjalan sekitar 4.400 langkah per hari memiliki angka kematian yang lebih rendah selama tahun-tahun berikutnya dibandingkan mereka yang hanya sekitar 2.700 langkah. Manfaatnya terus bertambah seiring langkah, tapi mendatar di sekitar 7.500 langkah.

Temuan itu diperkuat meta-analisis tahun 2022 di The Lancet Public Health, yang menggabungkan 15 studi dengan lebih dari 47.000 orang dewasa. Polanya sama: untuk orang berusia di atas 60 tahun, perbaikan yang terukur mendatar di kisaran 6.000 sampai 8.000 langkah per hari.

Catatan penting: kedua jenis studi ini bersifat observasional. Artinya, mereka menunjukkan hubungan, bukan bukti sebab-akibat yang mutlak. Orang yang lebih banyak berjalan cenderung memang lebih sehat sejak awal. Tapi bentuk kurvanya sangat konsisten di berbagai studi: lompatan terbesar terjadi di awal, dari hampir tidak bergerak menjadi sedikit bergerak.

Kenapa Mitos Ini Bertahan Setengah Abad?

Angka bulat itu mudah diingat, mudah dijadikan target di perangkat, dan mudah dijadikan tantangan. "10.000" terdengar seperti standar yang serius, padahal ia tidak pernah dimaksudkan sebagai ambang batas lulus-gagal. Begitu sebuah angka masuk ke perangkat jutaan orang, angka itu terasa seperti kebenaran ilmiah, meski asal-usulnya hanyalah nama produk.

Ironisnya, mitos ini bisa merugikan. Orang yang hanya sanggup berjalan 5.000 langkah bisa merasa gagal, padahal menurut data studi di atas, mereka sudah melewati zona manfaat terbesar. Sebaliknya, orang yang memaksakan diri mencapai 10.000 langkah dengan cara yang menyiksa justru berisiko cedera atau kapok total.

Jalan setapak di taman yang rindang untuk berjalan kaki

Jadi, Berapa Target yang Masuk Akal?

Jawaban paling jujur dari data yang ada: lebih banyak dari kemarin. Kalau kamu sekarang rata-rata berjalan 3.000 langkah, naik ke 4.000 atau 5.000 langkah sudah berarti. Kalau kamu sudah di 7.000 langkah, kamu sudah berada di zona tempat manfaatnya mendatar menurut studi-studi tersebut.

Kecepatan ternyata bukan faktor penentu utama setelah total harian dihitung. Jalan santai di sore hari tetap dihitung. Yang penting adalah total geraknya, bukan seberapa dramatis caranya. Buat yang bekerja di depan layar seharian, trik paling sederhana tetap yang paling efektif: parkir sedikit lebih jauh, naik tangga satu lantai, atau jalan kaki sepuluh menit setelah makan siang.

Ini bukan alasan untuk berhenti bergerak. Ini alasan untuk berhenti menghukum diri sendiri dengan angka yang tidak pernah ditujukan untukmu. Target yang bisa dipertahankan setiap hari selalu mengalahkan target heroik yang hanya bertahan seminggu.

Sepatu dan jalur pejalan kaki di taman pada pagi hari

Buat yang sedang membangun kebiasaan gerak dari nol, ada juga artikel tentang tren lari di Indonesia sebagai pembanding: lari dan jalan kaki melatih hal yang berbeda, dan keduanya sah dipilih sesuai kondisi tubuh masing-masing.

FAQ

Apakah 10.000 langkah sehari itu hoaks?

Bukan hoaks, tapi bukan pula angka medis. Angka itu berasal dari nama pedometer manpo-kei buatan Yamasa pada pertengahan 1960-an, bukan dari hasil penelitian kesehatan.

Berapa langkah per hari yang dianjurkan menurut studi?

Studi JAMA Internal Medicine 2019 menemukan manfaat mulai terasa di sekitar 4.400 langkah dan mendatar di sekitar 7.500 langkah. Meta-analisis The Lancet Public Health 2022 menemukan titik datar di 6.000–8.000 langkah untuk usia di atas 60 tahun.

Apakah jalan santai tetap bermanfaat?

Ya. Setelah total langkah harian dihitung, kecepatan bukan faktor penentu utama. Jalan santai tetap menyumbang total gerak harian.

Apakah artikel ini saran medis?

Bukan. Artikel ini merangkum riset yang dipublikasikan untuk informasi umum. Untuk kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.

Sumber: ASEAN NOW, Do you really need 10,000 steps a day? (dipublikasikan 17/10/2026, diakses 28/10/2026), yang merangkum studi JAMA Internal Medicine 2019 dan meta-analisis The Lancet Public Health 2022. Angka studi dikutip dari ringkasan tersebut; artikel ini tidak mengutip naskah asli kedua jurnal secara langsung.