Jakarta Film Week 2026 sedang berlangsung hingga Minggu, 25 Oktober 2026. Memasuki edisi keenam, festival film internasional ini mengusung tema Encounters dan digelar secara luring sekaligus daring. Penyelenggara menerima lebih dari 1.200 film dari 82 negara serta 180 proposal tahun ini — bukti jangkauannya yang kian luas.
Bagi penonton, ini kesempatan langka menyaksikan film-film arthouse dan internasional yang jarang masuk bioskop komersial. Berikut enam film yang layak masuk daftar tontonan, plus tips menonton festival film untuk pemula.
Film Pembuka dan Penutup
Festival dibuka dengan Ah Girl (2026), film panjang pertama sutradara perempuan asal Singapura, Ang Geck Geck Priscilla. Berlatar Singapura tahun 1994, film ini mengikuti kehidupan anak perempuan berusia tujuh tahun yang menghadapi realitas keluarganya yang penuh gejolak. Sudut pandang anak-anak inilah daya tarik utamanya: persoalan keluarga yang kompleks bagi orang dewasa ditampilkan lewat mata seorang anak yang masih berusaha memahami dunia di sekitarnya. Film ini diputar perdana sebagai pembuka pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 19.15 WIB di Audi 11, CGV Grand Indonesia.
Penutupnya tak kalah istimewa: Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen, adaptasi novel populer Leila S. Chudori. Reza Rahadian memerankan Biru Laut, mahasiswa yang bergabung dengan kelompok Winatra dan terlibat gerakan menentang ketidakadilan di tengah tekanan politik. Pemutaran di JFW menjadi pemutaran perdana film ini di Indonesia — sebelum tayang reguler di bioskop pada 29 Oktober 2026. Sebelumnya, film ini menjalani pemutaran perdana dunia di Busan International Film Festival 2026 dengan judul internasional The Sea Speaks His Name dan masuk kompetisi utama festival di Korea Selatan itu.
Sorotan Sinema Internasional
Four Seasons in Java (2026) — Karya sutradara Kamila Andini yang masuk program Global Feature Official Selection. Film ini merupakan produksi bersama tujuh negara: Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura. Kolaborasi lintas negara ini menarik diikuti: pendanaan dan proses kreatifnya melibatkan berbagai industri perfilman sekaligus.
La Grazia (2025) — Drama karya sutradara Italia Paolo Sorrentino dalam program Global Feature Competition. Sorrentino dikenal lewat pendekatan visual yang khas dan perhatiannya pada karakter serta persoalan manusia. Pilihan tepat bagi yang ingin menjelajahi sinema Eropa.
Burn (2026) — Film Jepang garapan Makoto Nagahisa, juga di program kompetisi. Kesempatan mengenal karya terbaru sineas Jepang di luar judul-judul komersial yang biasa beredar.
Filipiñana (2026) — Karya Rafael Manuel dari Filipina. Sinema Asia Tenggara yang membawa pengalaman sosial dan budaya berbeda, namun tetap terasa dekat bagi penonton Indonesia.
Karya Indonesia yang Patut Didukung
Togel (2026) — Karya Yogi S. Calam dalam program Direction Award, dijadwalkan menjalani pemutaran perdana. Program ini memang dirancang memberi ruang bagi film Indonesia terbaru untuk diperkenalkan ke penonton yang lebih beragam.
Harga Teman (2026) — Karya Andrew Kose yang dibintangi Freya JKT48, Devano Danendra, Emir Mahira, dan Diandra Agatha. Keterlibatan para pemain muda ini membuatnya menarik bagi penonton yang mengikuti perkembangan perfilman lokal.
Di luar pemutaran film, JFW 2026 menghadirkan program baru JFW Vision — pengalaman sinema berbasis teknologi virtual reality (VR) — plus film pendek, animasi, dan program keluarga. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang hadir di konferensi pers menyebut festival ini bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota sinema: “Ini adalah impian awal saya saat menjadi wakil gubernur, Jakarta menjadi kota sinema,” ujarnya.
Tips Menonton Festival Film untuk Pemula
1. Cek jadwal dan sinopsis resmi dulu. Dengan ratusan judul, jangan asal pilih. Baca sinopsis dan klasifikasi usia di katalog resmi festival agar filmnya sesuai selera dan usiamu.
2. Prioritaskan film yang tidak akan tayang di bioskop. Film kompetisi internasional dan film pendek arthouse hampir mustahil ditemui di bioskop komersial. Inilah nilai utama festival film.
3. Datang lebih awal. Pemutaran festival sering disertai sesi tanya jawab dengan sineas. Duduk lebih awal memberimu posisi terbaik dan waktu menikmati suasana.
4. Manfaatkan program daring. Tidak bisa ke lokasi? Sebagian program JFW bisa diakses secara daring — cek kanal resmi festival untuk daftarnya.
5. Buka diri pada film yang belum dikenal. Memilih satu-dua judul asing di luar zona nyaman sering jadi cara terbaik menemukan perspektif baru — persis semangat tema Encounters tahun ini.
FAQ
Kapan dan di mana Jakarta Film Week 2026 digelar?
21–25 Oktober 2026, secara luring dan daring. Salah satu venue utamanya adalah CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Apa tema JFW 2026?
Encounters — pertemuan antara film, pembuat film, penonton, dan pelaku industri sebagai gagasan utama penyelenggaraan.
Film Indonesia apa saja yang jadi sorotan?
Laut Bercerita (film penutup, pemutaran perdana Indonesia), Four Seasons in Java karya Kamila Andini, Togel, dan Harga Teman.
Apakah ada program selain nonton film?
Ada. JFW 2026 menghadirkan JFW Vision (pengalaman sinema VR), film pendek, animasi, program keluarga, serta ruang jejaring bagi sineas dan pelaku industri.
Sumber: Informasi.com — “Jakarta Film Week 2026 Dimulai 21 Oktober 2026, Ini Film yang Layak Masuk Daftar Tontonan”; Most 105.8 FM — “Jakarta Film Week 2026 Digelar Oktober, Rano Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema”.



