Sebuah unggahan di media sosial X mengklaim Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh rakyat Indonesia memboikot Facebook, Threads, Instagram, dan TikTok demi menjaga nama baik negara. Narasi itu disertai tangkapan layar Presiden yang sedang berbicara di depan mikrofon, lengkap dengan tulisan ajakan boikot di atas gambarnya.

Klaim itu tidak benar. Penelusuran yang dilakukan NTV News dan dikutip dari ANTARA menemukan tidak ada pernyataan resmi Presiden yang meminta masyarakat menghentikan penggunaan empat platform tersebut. Yang dipakai dalam unggahan itu adalah foto dari kegiatan lain, lalu ditempeli narasi yang tidak sesuai dengan isi aslinya.

Presiden Prabowo Subianto

Klaim yang beredar

Unggahan tersebut menulis, dengan ejaan aslinya, bahwa Prabowo meminta rakyat "serukan Boikot facebook Thread Instagram dan titok demi jaga negara kita agar menjaga nama baik negara". Pengunggah menambahkan komentar yang mempertanyakan maksud di balik seruan itu: apakah demi nama baik negara atau nama baik sang presiden sendiri.

Di sinilah jebakannya bekerja. Foto seorang presiden di depan mikrofon terlihat meyakinkan, dan kalimat yang menempel di gambar itu dibaca sebagai kutipan. Padahal, tidak ada satu pun bukti bahwa kalimat itu pernah diucapkan.

Tiga hasil penelusuran yang membantah klaim

Pertama, tidak ada rekam jejak pernyataan itu. Penelusuran tidak menemukan dokumen, siaran pers, atau pemberitaan dari kanal resmi yang memuat ajakan boikot media sosial oleh Presiden. Jika seorang presiden benar-benar mengeluarkan seruan sebesar itu, jejaknya pasti ada di banyak kanal resmi sekaligus, bukan hanya di satu unggahan anonim.

Presiden Prabowo dalam sidang tahunan MPR

Kedua, foto itu berasal dari rapat soal karhutla. Gambar yang dipakai memiliki kemiripan dengan konten akun Instagram @pojok_jabar yang diunggah 14 Oktober 2026 tentang penanganan kebakaran hutan dan lahan. Lebih jauh lagi, tangkapan layar itu berasal dari video di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden berjudul "Presiden Prabowo Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Karhutla, Istana Merdeka, 12 Oktober 2026". Topik aslinya adalah rapat penanganan karhutla, bukan media sosial.

Ketiga, konteksnya dipotong total. Teknik yang dipakai di sini klasik: ambil gambar dari satu peristiwa, tempelkan teks dari narasi lain, lalu biarkan pembaca mengira keduanya satu paket. Begitu konteks aslinya ditemukan, seluruh klaim runtuh, karena tidak ada hubungan apa pun antara rapat karhutla dan ajakan boikot.

Mengapa hoaks seperti ini mudah menyebar

Hoaks ini menumpang pada dua hal: figur yang dikenal semua orang dan emosi yang gampang terpancing. Begitu nama presiden disandingkan dengan kata "boikot", reaksi pertama pembaca bukan memeriksa, melainkan berkomentar. Algoritme platform lalu mendorong unggahan itu makin jauh, karena komentar dan bagikan dianggap sebagai tanda konten menarik, bukan tanda konten benar.

Pola yang sama pernah muncul dalam bentuk lain, misalnya hoaks video kuis berhadiah yang mengatasnamakan figur publik, yang pernah kami bahas di artikel cek fakta sebelumnya. Rumusnya berulang: tokoh terkenal, janji atau perintah yang mengagetkan, dan bukti visual yang ternyata berasal dari tempat lain.

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan arahan

Cara memeriksa sebelum ikut membagikan

Balik urutan baca Anda. Jangan mulai dari teks yang menempel di gambar, mulailah dari pertanyaan: di mana pernyataan ini pertama kali diterbitkan secara resmi? Kalau jawabannya hanya "di unggahan ini", berhenti di situ.

Lacak gambarnya. Foto pejabat hampir selalu berasal dari acara resmi yang terdokumentasi. Cari padanan gambar itu di kanal resmi, seperti kanal YouTube Sekretariat Presiden, dan bandingkan tanggal serta acaranya.

Waspadai ejaan yang berantakan. Unggahan resmi atau kutipan berita tidak ditulis dengan ejaan seenaknya. Kesalahan tulis seperti "titok" dan "indoensia" adalah petunjuk bahwa teks itu dibuat buru-buru oleh pengunggah, bukan dikutip dari sumber resmi.

FAQ

Apakah Presiden Prabowo pernah meminta boikot media sosial?

Tidak ditemukan bukti apa pun. Penelusuran NTV News dan ANTARA menyimpulkan klaim tersebut hoaks.

Dari mana foto dalam unggahan itu berasal?

Dari video rapat perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka pada 12 Oktober 2026, yang diunggah kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Apa yang harus dilakukan kalau menemukan unggahan serupa?

Jangan dibagikan ulang. Periksa kanal resmi terkait, lalu laporkan unggahan itu melalui fitur lapor di platform tempat Anda menemukannya.

Sumber: NTV News, "Cek Fakta: Prabowo Minta Rakyat Boikot Facebook hingga TikTok Demi Nama Baik Negara" (26 Oktober 2026), ntvnews.id; kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, video rapat penanganan karhutla 12 Oktober 2026.