Tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak sering membuat kepala keluarga mengelus dada, padahal tidak ada peralatan baru yang dibeli. Kabar baiknya, sebagian besar pemborosan listrik di rumah tangga bukan berasal dari satu perangkat besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang berulang setiap hari. Mengubah beberapa kebiasaan itu saja sudah bisa terasa di tagihan bulan berikutnya.
Sebagian besar rumah tangga Indonesia memakai daya 900 VA atau 1.300 VA. Pada rentang daya itu, beban terbesar biasanya datang dari AC, kulkas, mesin cuci, dan lampu. Berikut tujuh langkah yang bisa langsung dipraktikkan.
Baca juga: Belanja 11.11 Anti Boncos: 7 Cara Kenali Diskon Palsu
1. Set AC di 24-26 derajat, bukan paling dingin
AC adalah penyumbang tagihan terbesar, bisa mencapai 40-60 persen dari total tagihan. Setiap penurunan satu derajat dari kisaran 24-26 derajat bisa menaikkan konsumsi listrik 3-8 persen, tergantung sumber panduannya. Suhu 25 derajat sudah nyaman, apalagi bila dibantu kipas angin untuk sirkulasi udara. Bersihkan filter AC secara rutin agar udara dingin keluar maksimal tanpa memaksa kompresor bekerja ekstra.
2. Ganti lampu pijar ke LED
Lampu LED mengonsumsi daya hingga 75 persen lebih rendah dibanding lampu pijar dengan tingkat terang yang sama, dan usianya jauh lebih panjang. Sebagai gambaran, lampu LED 7 watt menghasilkan terang yang setara dengan lampu pijar 60 watt. Matikan lampu ruangan yang tidak dipakai dan manfaatkan cahaya matahari pada siang hari dengan membuka tirai.
3. Cabut steker yang tidak terpakai
Perangkat seperti charger ponsel, televisi, atau microwave yang tetap tertancap di stopkontak tetap menyedot arus kecil meski sedang mati, sering disebut listrik vampir. Gunakan stopkontak yang dilengkapi saklar agar seluruh perangkat bisa dimatikan sekaligus dengan satu sentuhan.
4. Cabut rice cooker setelah nasi matang
Mode "warm" pada rice cooker terus memakai listrik. Cabut stekernya setelah nasi matang, dan pindahkan nasi ke wadah tertutup bila belum langsung dimakan. Kebiasaan kecil ini, dikalikan 30 hari, lumayan terasa.
5. Cuci baju dalam satu beban penuh
Menyalakan mesin cuci setiap hari untuk cucian sedikit membuang listrik dan air. Kumpulkan sampai satu keranjang penuh, baru cuci sekaligus. Setrika pun sebaiknya dikumpulkan lalu dikerjakan sekaligus, ketimbang menyetrika sedikit-sedikit setiap hari yang memaksa pemanasan ulang berulang kali.
6. Rawat kulkas, jangan setel terlalu dingin
Kulkas menyala 24 jam, sehingga pengaturannya berpengaruh besar. Jangan menyetel suhu terlalu dingin, pastikan karet pintu menutup rapat, dan jangan terlalu sering membuka pintu. Kulkas yang penuh secara wajar justru lebih efisien dibanding kulkas yang hampir kosong.
7. Pantau pemakaian lewat PLN Mobile
Pengguna listrik prabayar bisa memantau sisa kWh lewat meteran, sedangkan pelanggan pascabayar dapat memantau riwayat pemakaian dan tagihan lewat aplikasi PLN Mobile. Dengan mencatat pemakaian tiap bulan, Anda bisa mengetahui peralatan mana yang paling boros dan kapan pola pemakaian mulai tidak wajar.
FAQ: Hemat Listrik Rumah
Berapa suhu AC paling hemat?
Kisaran 24-26 derajat Celsius, dibantu kipas angin untuk sirkulasi.
Apakah lampu LED benar-benar jauh lebih hemat?
Ya, hingga 75 persen lebih rendah dibanding lampu pijar untuk tingkat terang yang sama.
Bagaimana cara tahu peralatan mana yang paling boros?
Catat pemakaian tiap bulan dan pantau riwayat lewat PLN Mobile, lalu bandingkan sebelum dan sesudah mengubah satu kebiasaan.
Sumber: panduan hemat listrik Kementerian ESDM dan PLN; panduan hemat listrik rumah tangga 2026. Angka penghematan adalah estimasi umum dan bervariasi menurut perangkat dan pola pakai. Artikel ini diterbitkan 31 Oktober 2026.




