Parma membuat kejutan terbesar Serie A pekan ke-10. Bertandang ke New Balance Arena, Bergamo, pada Senin malam, 2 November 2026, tim yang datang sebagai penghuni tiga terbawah itu menang telak 3-0 atas Atalanta. Giovanni Fabbian membuka skor sebelum jeda, Davide Zappacosta mencetak gol bunuh diri di awal babak kedua, dan Simone Lontani menutup pesta pada menit 58.
Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Parma di bawah pelatih Alberto Gilardino, sekaligus kemenangan tandang pertama mereka musim ini di Serie A. Hasilnya langsung mengangkat Parma keluar dari zona degradasi, sementara Atalanta memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi lima laga di semua kompetisi.

Tiga momen yang memutuskan laga
Atalanta sebenarnya memulai laga dengan agresif, seperti yang diharapkan dari tim tuan rumah. Namun Parma yang bertahan dalam blok rendah justru mencuri gol pertama pada menit 41: Fabbian menanduk masuk umpan sepak pojok Vincent Sierro dan membawa tim tamu unggul 1-0 saat turun minum.
Dua menit setelah babak kedua dimulai, mimpi buruk tuan rumah berlanjut. Umpan silang El Bilal Toure dari sisi kanan dibelokkan Zappacosta ke gawang sendiri. Skor 2-0, dan stadion mendadak senyap.
Gol ketiga datang pada menit 58 dan menjadi penegasan. Fabbian, yang sudah mencetak gol pembuka, kali ini menjadi pemberi assist: ia menyodorkan bola kepada Lontani, yang melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti ke sudut bawah gawang. Tiga peluang emas, tiga gol. Efisiensi Parma malam itu nyaris sempurna.

Atalanta menyerang, Parma menghukum
Yang membuat kekalahan ini terasa pahit bagi Atalanta adalah mereka tidak kekurangan peluang. Sepanjang laga, tuan rumah melepas sekitar 20 tembakan, tetapi penyelesaian akhir mereka tumpul. Sundulan jarak dekat Mario Pasalic membentur mistar, dan kiper Parma, Giovanni Daffara, tampil sebagai pemain terbaik laga dengan serangkaian penyelamatan penting.
Parma tidak butuh menguasai bola untuk menang. Mereka menunggu, bertahan dengan disiplin, lalu menghukum setiap momen. Begitu gol ketiga masuk, laga praktis selesai: Atalanta kehabisan ide, Parma mengunci clean sheet kedua beruntun setelah sebelumnya bermain imbang 0-0 melawan Udinese.

Apa artinya buat kedua tim?
Buat Gilardino, kemenangan ini adalah bukti pertama bahwa strukturnya mulai bekerja. Parma datang ke Bergamo dengan hanya lima poin dari sembilan laga, dan pulang dengan tiga poin plus clean sheet melawan tim yang secara materi jauh lebih kuat. Struktur pertahanan yang rapat, bukan penguasaan bola, menjadi fondasi kemenangan ini.
Buat Atalanta asuhan Maurizio Sarri, kekalahan ini mempertebal tanda tanya. Lima laga tanpa kemenangan di semua kompetisi adalah laju yang sulit diterima tim sebesar Atalanta, apalagi kekalahan ini datang di kandang sendiri dari tim zona degradasi. Masalah mereka bukan menciptakan peluang, melainkan menyelesaikannya.
Dari Serie A akhir pekan lalu, baca juga Lazio yang comeback 2-1 atas Cagliari dan Juventus yang menghajar Napoli 2-0.
FAQ
Siapa pencetak gol Atalanta vs Parma?
Giovanni Fabbian menit 41, gol bunuh diri Davide Zappacosta menit 47, dan Simone Lontani menit 58.
Kenapa kemenangan ini penting buat Parma?
Ini kemenangan pertama Parma di bawah Alberto Gilardino dan kemenangan tandang pertama mereka musim ini, yang mengangkat mereka keluar dari zona degradasi Serie A.
Berapa lama Atalanta tanpa kemenangan?
Lima pertandingan di semua kompetisi, setelah kekalahan 0-3 ini di kandang sendiri.
Siapa pemain terbaik laga Atalanta vs Parma?
Kiper Parma Giovanni Daffara, yang menggagalkan sederet peluang Atalanta dan menjaga clean sheet.
Sumber: Laporan pertandingan Atalanta 0-3 Parma, Flashscore; laporan laga Serie A, Football Italia; data pertandingan dan pencetak gol, OddAlerts. Publikasi: 3 November 2026.




