Uang di bank-bank Indonesia terus bertambah. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total simpanan masyarakat mencapai Rp10.513 triliun pada September 2026, tumbuh 8,65 persen dibanding tahun sebelumnya. Tapi angka yang paling menyita perhatian bukan totalnya — melainkan siapa yang tabungannya tumbuh paling cepat.
Rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar tumbuh 11,91 persen secara tahunan, tertinggi di antara semua kelompok nominal. Sementara simpanan di bawah Rp100 juta — kelompok yang mencakup mayoritas penabung — tumbuh 7,15 persen. Tabungan di atas Rp5 miliar melesat hampir dua kali lipat lebih cepat dari tabungan rakyat kecil.
Siapa tumbuh paling cepat, siapa paling pelan
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyampaikan data ini dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta. Pertumbuhan terjadi di semua segmen nominal, tapi lajunya berbeda-beda:
Simpanan di atas Rp5 miliar tumbuh 11,91 persen. Simpanan di bawah Rp100 juta naik 7,15 persen. Kelompok Rp100 juta sampai Rp200 juta tumbuh 5,8 persen, dan kelompok Rp200 juta sampai Rp500 juta hanya 4,21 persen.
Pola ini menarik: kelompok menengah justru tumbuh paling pelan, sementara ujung atas dan ujung bawah sama-sama melaju. Kelompok bawah bahkan mencatat percepatan — menurut sejumlah laporan, pertumbuhannya naik dari 5,55 persen pada Juni 2026 menjadi di atas 7 persen pada September.
Angka agregat, bukan potret dompet tiap orang
Sebelum angka ini dibaca sebagai "orang kaya makin kaya, orang kecil makin susah", LPS sendiri memasang rambu-rambu. Anggito menegaskan data tersebut merupakan angka agregat — akumulasi simpanan berdasarkan kelompok penabung — bukan gambaran nilai tabungan setiap individu.
"Secara agregat totalnya adalah 8,65 persen, atau secara nominal posisi September 2026 adalah Rp10.513 triliun," kata Anggito.
Artinya, pertumbuhan 11,91 persen pada kelompok di atas Rp5 miliar tidak berarti setiap orang kaya menambah tabungannya sebesar itu. Bisa jadi jumlah rekening besar bertambah, atau ada perpindahan dana antarbank. Data ini juga belum cukup untuk menyimpulkan apakah masyarakat sedang mengalami fenomena "makan tabungan" — istilah yang belakangan ramai dibicarakan.
Peringatan ini penting. Di media sosial, angka LPS sudah dipakai untuk dua narasi yang berlawanan: bukti ekonomi kuat, dan bukti ketimpangan makin lebar. Keduanya melompati apa yang sebenarnya dikatakan data.
Bunga di atas penjaminan ikut naik
LPS juga memaparkan perkembangan simpanan dengan bunga di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) — simpanan dengan "special rate". Pada September 2026, porsinya tercatat 36,06 persen dari total simpanan perbankan, senilai Rp3.791,34 triliun. Angka itu naik dari 34 persen pada Agustus.
LPS memutuskan mempertahankan TBP untuk periode 1 Oktober 2026 hingga Januari 2027, setelah menaikkannya 25 basis poin pada Juli 2026. Bagi penabung, ini kabar yang patut dicatat: bunga simpanan di atas TBP tidak dijamin LPS bila bank bermasalah.
Di sisi lain, kabar baiknya: rekening bank umum yang dijamin penuh hingga Rp2 miliar mencapai 99,94 persen, atau setara 712 juta rekening. Hampir semua rekening masyarakat berada dalam payung penjaminan.
Apa artinya buat ekonomi
Data simpanan ini datang di tengah kabar ekonomi yang sedang membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada kuartal III 2026, dan IHSG sempat menembus 5.016. Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, IHSG Tembus 5.016.
Dana pihak ketiga yang tumbuh 8,65 persen memberi bank ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit. Pertanyaannya, ke mana kredit itu mengalir — ke konsumsi, ke usaha kecil, atau kembali ke korporasi besar. Jawaban atas pertanyaan itu yang akan menentukan apakah pertumbuhan simpanan ini ikut dirasakan di warung dan pasar, atau hanya berhenti di laporan keuangan.
FAQ
Berapa total simpanan di bank per September 2026?
Rp10.513 triliun, tumbuh 8,65 persen secara tahunan menurut LPS.
Kelompok simpanan mana yang tumbuh paling cepat?
Simpanan di atas Rp5 miliar, tumbuh 11,91 persen secara tahunan — tertinggi di antara semua kelompok nominal.
Apakah data ini berarti semua orang kaya makin kaya?
Tidak bisa disimpulkan begitu. LPS menegaskan angka ini bersifat agregat per kelompok, bukan gambaran saldo tiap individu.
Berapa batas simpanan yang dijamin LPS?
Simpanan dijamin penuh hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat memenuhi ketentuan 3T (tercatat, tingkat bunga tidak melebihi TBP, dan tidak menyebabkan bank merugi).
Sumber: Bloomberg Technoz (4 November 2026), CNBC Indonesia via Newshive (4 November 2026), ValidNews (4 November 2026), Owrite (4 November 2026). Artikel ini dipublikasikan 6 November 2026.




