Survei SMRC terbaru memberi rapor merah untuk Presiden Prabowo Subianto. Kepuasan publik terhadap kinerjanya anjlok ke 44,5 persen pada Oktober 2026 — terendah sepanjang pemerintahannya, dan untuk pertama kalinya kelompok yang tidak puas menjadi mayoritas.
Temuan itu berasal dari survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk "Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo" yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden, dengan margin of error ±2,9 persen. Hasilnya dipresentasikan Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani di kanal YouTube SMRC TV pada Jumat (16/10/2026), dan juga diberitakan Reuters.
Turun Terus Selama Setahun
Penurunannya bukan tiba-tiba. Pada November 2025, kepuasan publik masih 81,2 persen. Lalu turun ke 66,4 persen pada Februari–Maret 2026, merosot lagi ke 51,1 persen pada Juli 2026, dan kini 44,5 persen.
Sebaliknya, warga yang kurang atau tidak puas naik dari 16 persen menjadi 53,4 persen. Mayoritas baru inilah yang membuat temuan Oktober 2026 terasa berbeda.
Menurut Deni Irvani, kemerosotan berkaitan dengan penilaian publik yang memburuk atas kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Di antara warga yang menilai ekonomi nasional buruk — kini mayoritas, 50,8 persen — hanya 23 persen yang puas dengan kinerja presiden. Harga kebutuhan pokok disebut sebagai masalah paling mendesak, disusul korupsi dan kemiskinan.
Paradoks Program Unggulan: MBG dan Koperasi Desa
Ada temuan yang menarik sekaligus ironis. Dua program unggulan Prabowo — Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih — justru dinilai publik secara negatif.
Reuters melaporkan, sekitar 62 persen responden tidak puas dengan program MBG, dan 71,4 persen meragukan kebijakan koperasi desa akan berhasil. "Rather than boosting Prabowo's popularity among public, the programmes made him less appreciated. It's a paradox," kata Deni Irvani kepada Reuters — program-program itu bukannya mendongkrak popularitas, malah membuatnya kurang diapresiasi.
Ini paradoks yang jarang terjadi: program yang dirancang untuk menyentuh langsung perut dan kantong rakyat, justru menjadi sumber kekecewaan.
Kepuasan Demokrasi Terendah Sejak Pilpres Langsung
Survei lain dari SMRC, yang dipaparkan pendiri SMRC Saiful Mujani pada 14 Oktober 2026, menunjukkan kepuasan publik terhadap pelaksanaan demokrasi jatuh ke 39,7 persen — turun dari 74 persen pada Februari 2024.
Menurut Saiful, sejak pemilihan presiden langsung dimulai pada 2004, angka pada dua tahun pemerintahan Prabowo ini adalah yang terendah dibandingkan periode dua tahun presiden-presiden sebelumnya.
"Ketidakpuasan ini berhubungan dengan menurunnya kepuasan pada kinerja presiden, dengan kondisi sosial-ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang secara umum dinilai negatif oleh publik," kata Saiful, guru besar Ilmu Politik UIN Jakarta, seperti diberitakan ntvnews.id mengutip Antara.
Survei Tempo Data Science yang dikutip saladin-institute.com memberi gambaran searah: pada Agustus 2026, kepuasan terhadap kinerja pemerintah hanya 37 persen (survei 31 Juli–11 Agustus 2026, 1.260 responden di 38 provinsi).
Istana Merespons: Rapat Kabinet di Bogor
Tiga hari menjelang peringatan dua tahun pemerintahan pada 20 Oktober 2026, Presiden Prabowo menggelar rapat kabinet di Istana Bogor, Jumat (16/10) malam. Rapat yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih — para menteri, pimpinan TNI, dan pejabat lembaga pemerintah.
Rapat diperkirakan membahas evaluasi program pemerintah, termasuk Asta Cita, serta penguatan koordinasi antarkementerian. Hingga artikel ini ditulis, hasil resmi rapat belum diumumkan.
Catatan redaksi: hasil survei adalah potret opini publik pada periode tertentu, bukan vonis atas kinerja pemerintahan secara keseluruhan. Angka-angka di atas berasal dari survei SMRC dan lembaga yang dikutip, dengan metodologi masing-masing.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo saat ini?
44,5 persen menurut survei SMRC 1–10 Oktober 2026 — terendah selama pemerintahannya, turun dari 81,2 persen pada November 2025.
Apa penyebab utama penurunan kepuasan?
Menurut SMRC: penilaian publik yang memburuk atas kondisi ekonomi (50,8 persen menilai buruk), politik, dan penegakan hukum, serta ketidakpuasan terhadap program MBG dan koperasi desa.
Bagaimana kepuasan terhadap demokrasi?
Hanya 39,7 persen yang puas (turun dari 74 persen pada Februari 2024) — terendah sejak pilpres langsung 2004, menurut Saiful Mujani.
Kapan pemerintahan Prabowo genap dua tahun?
20 Oktober 2026. Menjelang itu, Presiden menggelar rapat kabinet di Istana Bogor pada 16 Oktober malam.
Dipublikasikan: 17 Oktober 2026.
---



