Aneka jajanan pasar tradisional Indonesia

Ada istilah baru yang lagi ramai di kalangan pelancong muda Indonesia: snackpacking. Bukan soal ransel atau sepatu gunung — melainkan menjelajahi suatu daerah lewat jajanan khasnya. Pasar tradisional legendaris, kedai camilan di gang permukiman, sampai kudapan kaki lima yang cuma dikenal warga lokal.

Istilah ini disorot platform perjalanan digital Agoda. Menurut Agoda, snackpacking adalah cara yang otentik dan relatif lebih terjangkau untuk mengenal suatu daerah melalui jajanan, camilan, atau kudapan khasnya — bukan sekadar mengunjungi tempat-tempat ikonik.

"Dengan snackpacking, wisatawan dapat mengenal sebuah kota lebih jauh melalui kulinernya, bukan sekadar mengunjungi tempat-tempat ikonik," kata Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Kenapa Anak Muda Suka Snackpacking?

Menurut Kementerian Pariwisata yang dikutip Agoda, aktivitas ini populer di kalangan anak muda Indonesia yang senang mengeksplorasi budaya lokal sekaligus berburu jajanan menarik untuk dibagikan di media sosial. Masuk akal: jajanan itu murah, gampang dibagikan di konten, dan setiap kota punya "signature" yang beda.

Suasana wisata kuliner kaki lima di Jakarta (sumber: Humaniora)

Faktor biaya juga tidak bisa diabaikan. Di tengah tren anak muda yang makin selektif membelanjakan uang — belanja pilih-pilih alias selective spending — wisata kuliner berbasis jajanan jauh lebih bersahabat di kantong dibanding wisata belanja atau kuliner restoran mewah. Snackpacking membuktikan pengalaman tidak selalu harus mahal.

10 Destinasi Snackpacking Paling Diminati

Data pencarian akomodasi Agoda menunjukkan Manado dan Jakarta mencatat pertumbuhan minat tertinggi di kalangan wisatawan Indonesia untuk perjalanan pada Oktober, diikuti oleh Medan, Bandung, Solo, Surabaya, Palembang, Bali, Semarang, dan Yogyakarta.

Yang menarik, daftar ini tidak melulu soal destinasi wisata mainstream. Setiap kota menawarkan cara unik mengenal kekayaan kulinernya — dari pasar tradisional hingga kedai jajanan di kawasan permukiman yang jarang tersentuh turis.

Cara Mulai Snackpacking: 5 Tips

  1. Mulai dari pasar tradisional. Di sinilah jajanan paling otentik dan murah berkumpul — sekaligus cara terbaik membaca "lidah" suatu kota.
  2. Tanya warga lokal. Jajanan terenak biasanya bukan yang viral di media sosial, melainkan yang direkomendasikan penjual di pasar atau tukang ojek.
  3. Siapkan perut dan jadwal longgar. Snackpacking itu soal mencicipi sedikit-sedikit di banyak tempat, bukan makan besar di satu tempat.
  4. Bawa uang tunai pecahan kecil. Banyak lapak jajanan belum menerima pembayaran digital.
  5. Dokumentasikan, tapi jangan berlebihan. Foto jajanan untuk dibagikan itu seru — asal tidak sampai mengganggu penjual atau antrean.

Aneka jajanan pasar manis khas Indonesia

Analisis Redaksi: Kenapa Tren Ini Masuk Akal

Bagian ini adalah analisis redaksi, bukan fakta dari sumber. Snackpacking pada dasarnya memadukan dua hal yang sudah lama ada di Indonesia — budaya jajan dan budaya jalan-jalan — lalu memberinya nama yang catchy. Tren ini bertahan bukan karena namanya, melainkan karena fondasinya kuat: murah, otentik, dan bisa dibagikan.

Bagi pelaku UMKM kuliner daerah, tren ini kabar baik: perhatian wisatawan bergeser dari mal dan restoran besar ke lapak-lapak kecil. Bagi pelancong, ini undangan untuk mengenal Indonesia dari sisi yang paling jujur — lewat rasanya.

Baca juga: Downgrade Lifestyle: Tren Hidup Sederhana ala Gen Z

FAQ

Apa itu snackpacking?

Snackpacking adalah tren wisata menjelajahi cita rasa lokal dan budaya suatu daerah melalui jajanan khasnya — dari pasar tradisional hingga kedai camilan di kawasan permukiman.

Apa bedanya snackpacking dengan wisata kuliner biasa?

Wisata kuliner biasa sering berpusat pada restoran atau tempat makan populer. Snackpacking lebih spesifik: fokus pada jajanan/camilan khas, cara yang otentik dan relatif lebih terjangkau untuk mengenal sebuah daerah.

Destinasi snackpacking mana yang paling diminati?

Berdasarkan data pencarian akomodasi Agoda untuk perjalanan Oktober: Manado dan Jakarta mencatat pertumbuhan minat tertinggi, diikuti Medan, Bandung, Solo, Surabaya, Palembang, Bali, Semarang, dan Yogyakarta.

Apakah snackpacking cocok untuk budget terbatas?

Ya. Jajanan pasar dan kaki lima umumnya jauh lebih murah dibanding kuliner restoran, sehingga tren ini cocok untuk pelancong dengan budget terbatas.