Pemerintah terus mempercepat perbaikan gedung sekolah di seluruh Indonesia lewat program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026. Program ini menyasar 35.769 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA dengan anggaran Rp26 triliun — dan ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Angka itu disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam siaran persnya pada Kamis (15/10/2026). Revitalisasi ini merupakan mandat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah.
Hingga Oktober 2026, tercatat 4.374 sekolah sudah merampungkan pembangunan. Sementara penyaluran dana bantuan kepada penerima manfaat sudah mencapai sekitar Rp20 triliun. Artinya, dari sisi fisik baru sekitar 12 persen yang selesai, sementara dari sisi anggaran sekitar 77 persen sudah tersalurkan — dua bulan tersisa menuju tenggat akhir tahun akan jadi masa-masa paling menentukan.
Skema swakelola: sekolah yang mengerjakan sendiri
Berbeda dengan proyek infrastruktur biasa yang dikerjakan kontraktor besar lewat tender, program ini memakai skema swakelola. Artinya, dana bantuan disalurkan langsung ke satuan pendidikan, dan pihak sekolah — bersama komite dan masyarakat — yang mengelola pembangunannya sendiri.
Skema ini dipilih dengan alasan kecepatan dan ketepatan sasaran: sekolah dianggap paling tahu bagian mana dari gedungnya yang rusak dan butuh diperbaiki duluan. Risikonya tentu ada — pengelolaan dana besar di tingkat sekolah menuntut transparansi dan pengawasan ketat agar tidak bocor di tengah jalan.
Cakupannya bukan cuma perbaikan gedung yang sudah ada. Program ini juga membangun unit sekolah baru (USB): 66 PAUD dan 28 SMA. Jadi selain memperbaiki yang rusak, pemerintah juga menambah daya tampung di daerah yang kekurangan sekolah.
Aceh paling maju, NTT dan Jakarta masih berjalan
Perkembangan di tiap daerah tidak sama. Di Aceh, program ini mencakup 2.891 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp2,5 triliun. Penyaluran dana di sana sudah mencapai sekitar Rp2,1 triliun atau 83 persen. Dari sisi fisik, 755 sekolah sudah merampungkan pembangunan, 615 sekolah berada pada progres 70 hingga di bawah 100 persen, dan 578 sekolah mencapai progres 50–70 persen.
Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta, pembangunan masih berlangsung di sejumlah satuan pendidikan. Kemendikdasmen tidak merinci angka per daerah selain Aceh dalam siaran persnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan kondisi fisik sekolah berpengaruh langsung ke kualitas belajar. "Ruang kelas yang aman dan nyaman adalah prasyarat pembelajaran efektif," katanya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Kenapa ini penting?
Gedung sekolah yang rusak bukan sekadar soal estetika. Atap bocor, lantai retak, dan toilet yang tidak layak memengaruhi konsentrasi belajar — dan dalam kasus ekstrem, membahayakan keselamatan siswa. Program revitalisasi senilai Rp26 triliun ini adalah intervensi anggaran pendidikan terbesar untuk infrastruktur sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
Tantangan terbesarnya sekarang adalah waktu. Dengan baru 4.374 dari 35.769 sekolah yang rampung per Oktober, Kemendikdasmen harus menyelesaikan rata-rata lebih dari 15 ribu sekolah per bulan di sisa tahun ini untuk mencapai target. Itu angka yang sangat ambisius — publik patut mengawal apakah target "rampung akhir tahun" ini realistis atau sekadar optimisme di atas kertas.
Bagi orang tua dan komite sekolah yang menjadi penerima program, pesan pentingnya sederhana: dana sudah disalurkan, pembangunan sedang berjalan, dan keterbukaan soal progres di tiap sekolah adalah hak masyarakat untuk mengetahuinya. Baca juga: skema sekolah dan kuliah gratis 3 klaster yang disiapkan pemerintah.
FAQ
Apa itu program revitalisasi sekolah 2026?
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari Kemendikdasmen untuk memperbaiki sarana-prasarana 35.769 sekolah (PAUD, SD, SMP, SMA) plus membangun 66 PAUD dan 28 SMA baru, dengan anggaran Rp26 triliun.
Berapa sekolah yang sudah selesai direvitalisasi?
Per Oktober 2026, sebanyak 4.374 sekolah telah merampungkan pembangunan. Dana yang tersalurkan ke penerima manfaat mencapai sekitar Rp20 triliun.
Apa itu skema swakelola?
Skema di mana dana bantuan disalurkan langsung ke satuan pendidikan, dan pihak sekolah bersama komite serta masyarakat yang mengelola pembangunannya — bukan lewat kontraktor tender pusat.
Kapan target revitalisasi sekolah 2026 selesai?
Ditargetkan rampung akhir tahun 2026, sesuai siaran pers Kemendikdasmen pada 15 Oktober 2026.
Artikel ini dipublikasikan pada 18 Oktober 2026. Sumber: siaran pers resmi Kemendikdasmen (15/10/2026) dan Gebrak.id.




