Kalau akhir-akhir ini linimasa media sosialmu dipenuhi video orang main raket di lapangan berdinding kaca, itu bukan tenis dan bukan squash. Namanya padel tennis, cabang olahraga raket baru yang memadukan elemen tenis dan squash, dan kini sukses menjadi pusat perhatian kaum urban di berbagai kota besar.

Padel bukan sekadar olahraga baru. Ia sudah berubah menjadi gaya hidup: tempat olahraga, tempat nongkrong, sekaligus tempat membangun jejaring. Lapangannya lebih kecil dari lapangan tenis, bolanya lebih pelan, dan dinding kaca di sekelilingnya justru menjadi bagian dari permainan.

Pemain padel tennis beraksi di lapangan berdinding kaca

Kenapa padel cepat sekali populer?

Alasan pertama: mudah dimainkan pemula. Lapangan padel lebih kecil dan raketnya lebih pendek dari tenis, sehingga orang yang belum pernah memegang raket pun bisa cepat ikut bermain. Bola yang memantul dari dinding kaca juga membuat reli lebih panjang dan permainan terasa lebih seru.

Alasan kedua: padel hampir selalu dimainkan berpasangan, dua lawan dua. Format ini membuat olahraga terasa sosial sejak awal. Tidak seperti lari atau gym yang cenderung soliter, padel menuntut interaksi. Datang berempat, main satu jam, lalu nongkrong setelahnya, itulah pola yang umum.

Alasan ketiga: suasananya. Padel tennis mengubah lapangan olahraga konvensional menjadi ruang ketiga yang penuh energi bagi komunitas urban. Di luar batasan dinding kaca, area sekitar lapangan kini bertransformasi menjadi titik temu baru bagi para profesional muda, pengusaha kreatif, dan pegiat gaya hidup urban.

Lapangan jadi ruang nongkrong baru

Inilah yang membedakan padel dari tren olahraga lain. Area bersantai di tepi lapangan menjadi ruang interaksi pasca-permainan yang hangat, meleburkan aktivitas olahraga dengan jejaring sosial kasual.

Datang untuk main, pulang dengan kenalan baru. Buat pekerja kantoran, ini menjadi cara membangun relasi yang tidak terasa seperti networking formal. Buat pengusaha kreatif, lapangan padel menjadi tempat bertemunya calon kolega dan klien.

Atmosfer interaktif ini turut memicu tren busana athleisure kasual yang memadukan kenyamanan berolahraga dengan estetika gaya jalanan yang modis: bahan teknis yang fleksibel dengan potongan longgar, sepatu kets retro, serta aksesori minimalis yang tetap menawan saat dikenakan menuju kafe seusai berolahraga.

Suasana komunitas bermain padel di lapangan indoor

Dari lapangan ke jalanan

Perpaduan fungsi busana olahraga dan gaya jalanan mencerminkan fleksibilitas gaya hidup aktif masa kini. Memadukan gaya busana dari lapangan ke jalanan, melalui pemilihan warna netral, pakaian berlapis yang nyaman, dan aksesori fungsional, merefleksikan pergeseran gaya hidup urban yang aktif dan seimbang.

Dengan kata lain, padel tidak berhenti di lapangan. Ia merembet ke cara berpakaian, cara menghabiskan akhir pekan, sampai cara orang membangun komunitas. Pusat olahraga ini menjadi ruang ketiga yang esensial dalam budaya kota modern, di antara rumah dan kantor.

Tren ini sejalan dengan pergeseran gaya hidup sehat yang lebih luas di kalangan anak muda. Baca juga: Sehat Jadi Flex Baru Anak Muda, dari Lari sampai Hyrox dan Digital Detox 2.0: Offline Jadi New Cool Gen Z

FAQ

Apa itu padel tennis?

Olahraga raket yang memadukan tenis dan squash, dimainkan berpasangan (dua lawan dua) di lapangan berdinding kaca yang lebih kecil dari lapangan tenis.

Kenapa padel populer di kalangan urban?

Mudah dipelajari pemula, bersifat sosial karena dimainkan berpasangan, dan area lapangan menjadi ruang nongkrong serta jejaring bagi profesional muda.

Apa itu gaya athleisure yang ikut tren bersama padel?

Gaya busana yang memadukan kenyamanan pakaian olahraga dengan estetika streetwear, sehingga bisa dipakai dari lapangan langsung ke kafe.

Sumber: Alinear Indonesia, diperbarui 5 November 2026. Diakses 5 November 2026.

Pemain padel tennis di lapangan dengan dinding kaca