Bantuan masker karhutla dalam jumlah besar kembali digelontorkan pemerintah pusat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pengiriman 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10/2026), yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.
Tujuh Provinsi Sasaran Penanganan
Tambahan 500 ribu masker per provinsi itu menyasar tujuh wilayah terdampak: Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Rapat koordinasi dihadiri kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari ketujuh wilayah tersebut, para kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes di daerah.
Selain masker, pemerintah juga menyalurkan konsentrator oksigen (oxygen concentrator/OC) dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Seluruhnya diprioritaskan untuk penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare — dua gangguan kesehatan yang kerap melonjak saat bencana kabut asap.
"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," tegas Menkes Budi, dikutip dari keterangan resmi Kemenkes, 18 Oktober 2026.
Puskesmas Wajib Buka Rumah Oksigen
Kebijakan paling tegas dalam rapat itu adalah kewajiban bagi seluruh puskesmas di wilayah terdampak untuk membuka layanan rumah oksigen. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap, tanpa harus menunggu rujukan ke rumah sakit.
Menkes Budi juga meminta tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada para pemadam kebakaran yang tengah bertugas dan membutuhkan layanan kesehatan di lapangan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di kawasan asap tebal tidak boleh tertunda dan membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah.
Baca juga: kasus ISPA akibat karhutla yang menembus ratusan ribu di tujuh provinsi dan cara melindungi diri dari bahaya asap karhutla.
Posyandu Door-to-Door untuk Kelompok Rentan
Untuk memberi perhatian khusus kepada anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia), Kemenkes bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat menyiagakan penjangkauan layanan Posyandu dari rumah ke rumah. Langkah ini dipersiapkan agar kelompok rentan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal saat masyarakat diimbau bertahan di dalam rumah.
Guna memperkuat penanganan krisis di lapangan, Kemenkes juga kembali menerjunkan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) untuk memantau distribusi bantuan, operasional rumah oksigen, serta kondisi dan kebutuhan warga di wilayah terdampak agar penanganan berjalan efektif, terpadu, dan sesuai kebutuhan daerah.
FAQ
Berapa banyak masker tambahan yang dikirim Kemenkes ke daerah karhutla?
Sebanyak 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, di samping konsentrator oksigen dan pasokan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.
Provinsi mana saja yang menerima bantuan?
Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah — total tujuh provinsi.
Apa itu rumah oksigen yang wajib dibuka puskesmas?
Layanan darurat di puskesmas untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap, lengkap dengan oksigen dan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare.
Siapa yang diprioritaskan dalam penjangkauan Posyandu door-to-door?
Anak-anak, ibu hamil, dan lansia — kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan saat kualitas udara memburuk.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI, "Kemenkes Kirim Tambahan Masker, Rumah Oksigen Diperluas Hadapi Karhutla", diterbitkan 18 Oktober 2026. kemkes.go.id
- NTV News, "Menkes: Puskesmas di Wilayah Karhutla Wajib Buka Rumah Oksigen", dikutip 20 Oktober 2026. ntvnews.id
- RCTI+, "Menkes Kirim 500 Ribu Masker dan Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Kabut Asap Karhutla", 18 Oktober 2026. rctiplus.com




