"Asapnya dari bawah kendaraan, dekat cerobong mesin." Begitu kenang Ali, salah satu penumpang KMP Batumandi, tentang detik-detik kapal yang ditumpanginya terbakar di perairan Merak, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Asap hitam mengepul, terdengar suara ledakan — padahal kapal tinggal hitungan menit merapat ke dermaga. Yang terjadi kemudian adalah evakuasi besar-besaran: 460 orang — 420 penumpang dan 40 kru — berhasil diselamatkan, tanpa satu pun korban jiwa.

Ilustrasi kapal penumpang terbakar di laut; kebakaran KMP Batumandi terjadi di alur masuk Pelabuhan Merak

Asap Hitam Saat Kapal Hendak Merapat

Kebakaran KMP Batumandi terjadi dalam pelayaran kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pukul 14.32 WIB menuju Merak. Sekitar pukul 16.15 WIB — saat kapal bermanuver menuju Dermaga VI di alur masuk penyeberangan Merak — percikan api pertama terlihat di bagian buritan, tepatnya di dek atas tempat parkir kendaraan kecil.

Menurut Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea, berdasarkan manifes kapal membawa 420 penumpang dan 89 unit kendaraan: 393 penumpang berada di dalam kendaraan, 27 lainnya penumpang pejalan kaki. Begitu api diketahui, kepanikan sempat terjadi. "Para penumpang kemudian meminta jaket pelampung kepada petugas kapal," kata Ali. Sebagian penumpang menyelamatkan diri ke anjungan dan geladak, lalu evakuasi dilakukan dengan bantuan peluncur darurat.

Nelayan Sekitar Turun Tangan

Momen yang paling menyentuh datang dari laut. Nelayan sekitar yang melihat kepulan asap langsung melajukan perahu mereka ke lokasi dan ikut mengevakuasi penumpang — termasuk membantu mengevakuasi bayi dan anak-anak. Mereka bukan bagian dari tim resmi, tapi perahu-perahu kecil itu tiba di saat yang tepat.

Tim gabungan dari Basarnas, KSOP Kelas I Banten, kepolisian, dan ASDP bergerak cepat. Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengonfirmasi pada pukul 16.56 WIB bahwa seluruh penumpang dan awak telah dievakuasi ke KMP Royce 1. Menurut ASDP, proses evakuasi tuntas sekitar pukul 17.05 WIB — kurang dari satu jam sejak api pertama terlihat.

Ilustrasi kebakaran kapal; nelayan sekitar Merak membantu evakuasi penumpang KMP Batumandi

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi khusus kepada warga sekitar Merak dan para nelayan yang membantu evakuasi secara sukarela. Sebanyak 16 orang sempat memperoleh penanganan medis: 11 orang di Puskesmas Pulomerak dan 5 orang di Rumah Sakit Krakatau Medika. ASDP juga menyiapkan pendampingan medis dan psikologis bagi para penumpang yang selamat.

Posko, Bus Pemulangan, dan Penggantian Kerugian

Setelah evakuasi, penanganan berlanjut di darat. Dermaga 6 dijadikan lokasi evakuasi dan pendataan penumpang. Kepolisian membuka posko untuk mendata penumpang yang kehilangan barang berharga serta kendaraan yang hangus terbakar. Sebagian penumpang telah dipulangkan ke tempat tujuan menggunakan bus yang difasilitasi ASDP.

ASDP menyatakan akan mendata kerugian dan menyiapkan penggantian bersama Jasa Raharja. Untuk menjaga penyeberangan Merak–Bakauheni tetap berjalan, layanan dialihkan melalui Dermaga Eksekutif 2. Pengguna jasa yang butuh informasi bisa menghubungi Contact Center ASDP di nomor 191.

Ilustrasi evakuasi penumpang kapal; api KMP Batumandi padam pukul 21.02 WIB

Api Padam Pukul 21.02, Penyebab Diselidiki

Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 21.02 WIB — hampir lima jam setelah pertama terlihat. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan petugas kemudian melakukan pendinginan agar tidak ada lagi bara yang menyala. Setelah suhu aman, tim investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian dapat memulai penyelidikan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan atas insiden ini, Rabu (21/10/2026), dan memastikan penanganan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran. Kepala KSOP Kelas I Banten Yogie Nugraha mengingatkan seluruh operator kapal untuk memastikan kondisi teknis armada dan kesiapsiagaan darurat.

Soal penyebab, aparat belum menyimpulkan apa pun. "Untuk kronologi lengkap dan penyebab kebakaran, kami mohon masyarakat bersabar," kata Maruli. KMP Batumandi sendiri merupakan kapal Ro-Ro berkapasitas sekitar 626 penumpang dan 130 kendaraan buatan galangan kapal nasional. Jumlah kendaraan yang rusak dan nilai kerugian masih didata. Baca juga kebakaran gudang kapal di Pulau Panggang dan kisah penyelamatan penumpang perahu di Banggai.

FAQ

Berapa penumpang KMP Batumandi saat terbakar?
Berdasarkan manifes, 420 penumpang dan 40 kru — total 460 orang. Kapal juga membawa 89 unit kendaraan.

Apakah ada korban jiwa?
Tidak ada korban jiwa. Sebanyak 16 orang sempat memperoleh penanganan medis di Puskesmas Pulomerak (11 orang) dan RS Krakatau Medika (5 orang).

Kapan dan di mana kejadiannya?
Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 16.15 WIB, di alur masuk penyeberangan Merak, Banten — saat kapal dari Bakauheni hendak sandar di Dermaga VI.

Bagaimana dengan kendaraan yang hangus?
Kepolisian membuka posko pendataan untuk kendaraan yang rusak dan barang berharga yang hilang. ASDP menyatakan akan menyiapkan penggantian kerugian bersama Jasa Raharja.

Sumber: MercuSwara — "KMP Batumandi Terbakar di Dekat Pelabuhan Merak, 420 Penumpang Selamat dan Penyebab Masih Diselidiki" (21 Oktober 2026); Investortrust — kronologi kebakaran KMP Batumandi (21 Oktober 2026); Toprilis — keterangan tertulis Basarnas Banten (21 Oktober 2026). Tanggal akses: 21 Oktober 2026.