Delapan hari, 254 film, 34 negara. JAFF 2026 kembali ke Yogyakarta pada 28 November hingga 5 Desember 2026, membawa edisi ke-21 dengan tema Influx. Buat penikmat film Asia, ini salah satu festival paling penting di kalender akhir tahun.
JAFF bukan festival yang lahir dari gedung megah. Ia tumbuh dari semangat komunitas, dan dua dekade kemudian semangat itu masih jadi napasnya. Direktur Festival Ifa Isfansyah menyebut, JAFF Awards yang baru tahun ini berangkat dari keyakinan yang sama: sinema Asia tumbuh lewat kerja banyak orang yang saling terhubung, dari penciptaan karya, pendanaan, sampai pengarsipan.
Tema Influx: sinema di tengah arus perubahan
Tema Influx dipilih bukan sekadar karena terdengar bagus. Presiden Festival Budi Irawanto menjelaskan, JAFF tahun ini ingin melihat bagaimana arus perubahan memengaruhi kehidupan dan cara kita memahami satu sama lain. Di tengah situasi sosial yang penuh ketidakpastian, sinema memberi kesempatan untuk mendengar pengalaman yang berbeda dan melihat persoalan dari sudut pandang lain.
Itu tercermin dari pilihan filmnya. Karya debut dan film peraih penghargaan internasional berdampingan dengan film ikonik yang kembali ke layar lebar. Ada 10 film panjang di Main Competition yang memperebutkan Golden dan Silver Hanoman Awards, termasuk dua debut sutradara perempuan: A Girl Unknown dari China karya Zou Jing, peraih FIPRESCI Prize di Critics' Week Cannes 2026, dan Ah Girl dari Singapura karya Priscilla Ang Geck Geck, pemenang Youth Jury Award di Rotterdam 2026.
Film pembuka dan penutup
Festival dibuka dengan Silenced Nights, drama Filipina karya Lawrence Fajardo yang sekaligus menjadi penayangan perdananya di Indonesia. Penutupnya adalah You Are the Film, drama komedi Jepang karya Makoto Ueda, peraih White Raven Award di Brussels International Fantastic Film Festival 2026.
Dua film itu memberi gambaran soal rentang JAFF: dari drama yang sunyi sampai komedi yang ringan, dari Asia Tenggara sampai Asia Timur, dari sutradara mapan sampai suara baru.
Film Indonesia dapat panggung sendiri
Sepuluh film Indonesia berkompetisi di Indonesian Screen Awards, memperebutkan penghargaan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, hingga Desainer Poster Terbaik. Di antaranya Kampia Siriah karya Ferdinand Almi, Desember Jani karya Ariani Darmawan, dan Harga Teman karya Andrew Kose.
Dua nama patut diperhatikan. Ibuku karya Eddie Cahyono datang dengan status peraih Busan Award Special Jury Prize di Busan International Film Festival ke-31. Sementara Secrets karya Ravi Bharwani akan menjalani world premiere alias penayangan perdana dunia di JAFF21.
Di luar itu, program Light of Asia mempertemukan 21 film pendek dalam kompetisi Blencong Awards, dan Indonesian Film Showcase menampilkan lima film panjang Indonesia. Buat yang ingin melihat arah baru sinema Indonesia, inilah etalasenya.
Yang bisa dinikmati penonton awam
JAFF bukan cuma untuk sineas dan kritikus. Program Rewind mengajak penonton menonton ulang 15 film yang melekat di ingatan, termasuk tiga karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli: Howl's Moving Castle, Spirited Away, dan My Neighbor Totoro. Romansa remaja Indonesia era 2000-an juga kembali lewat Eiffel...I'm in Love dan Heart.
Ada juga Cinematic Concert, program yang sudah empat edisi jadi favorit penonton. Tahun ini Grrrl Gang tampil langsung membawakan sejumlah lagu diiringi cuplikan adegan dari lima film pendek JAFF21. Buat keluarga, JAFF Kids memberi ruang bagi anak-anak untuk mulai mengenal sinema, dan Cinema XXI mendukung program Inclusive Screening agar pengalaman menonton bisa diakses lebih banyak kalangan.
Venue utama penayangan ada di Empire XXI Yogyakarta. Program industri JAFF Market berlangsung 28 sampai 30 November di Jogja Expo Center, dengan enam program termasuk JAFF Future Project dan Talent Day.
Cara beli tiket JAFF 2026
Jadwal program lengkap bisa dilihat di akun media sosial resmi @jaffjogja dan situs resmi jaff-filmfest.org. Tiket dapat diakses melalui situs resmi tersebut dan dibeli di TipTip mulai 21 November 2026. Ada juga Amar Bank Exclusive Presale, di mana publik bisa memperoleh tiket dengan mengikuti challenge lewat media sosial dan kanal digital.
Tahun ini penonton juga bisa ikut memilih lewat Amar Bank Audience Choice Award, dengan memberikan suara untuk film pendek favorit dari kategori Light of Asia. Jadi bukan cuma menonton, penonton benar-benar dilibatkan.
Kalau bulan ini kamu sudah merencanakan nonton ke bioskop, ada baiknya melihat dulu jadwal film Pulang Kampung yang tayang 26 November, sehari sebelum JAFF dibuka. November 2026 memang bulan yang padat untuk penonton film Indonesia.
FAQ: JAFF 2026
Kapan dan di mana JAFF 2026 digelar?
28 November hingga 5 Desember 2026 di Yogyakarta, dengan venue utama penayangan di Empire XXI Yogyakarta dan JAFF Market di Jogja Expo Center.
Berapa film yang diputar di JAFF 2026?
Sebanyak 254 film dari 34 negara, dalam program kompetisi dan non-kompetisi, termasuk 10 film panjang di Main Competition.
Apa film pembuka dan penutup JAFF 2026?
Pembuka: Silenced Nights karya Lawrence Fajardo dari Filipina. Penutup: You Are the Film karya Makoto Ueda dari Jepang.
Di mana membeli tiket JAFF 2026?
Melalui situs resmi jaff-filmfest.org, dan pembelian tiket dibuka di TipTip mulai 21 November 2026. Jadwal program lengkap ada di @jaffjogja.
Apakah ada program untuk penonton awam dan anak-anak?
Ada. Program Rewind memutar film-film klasik dan populer, Cinematic Concert menghadirkan Grrrl Gang, dan JAFF Kids memberi ruang bagi anak-anak mengenal sinema.
Sumber: Investor.id, "JAFF ke-21 'Influx' Siap Digelar, Umumkan Rangkaian Program Lengkapnya" (6 November 2026); situs resmi JAFF, jaff-filmfest.org.




