Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami dua kali erupsi pada Senin, 2 November 2026. Laporan ANTARA yang mengutip Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut erupsi pertama terjadi pukul 09.11 WIT, dengan kolom abu sekitar 950 meter di atas puncak, atau teramati mencapai ketinggian 2.037 meter di atas permukaan laut.

Erupsi kedua tercatat pada pukul 09.53 WIT, dengan amplitudo maksimum 31 milimeter dan durasi gempa 44,76 detik. Hingga laporan itu disampaikan, tingkat aktivitas Dukono berada pada Level II atau Waspada. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif. Gunung Dukono mengeluarkan abu vulkanik

Bukan gunung yang baru bangun

Bagi warga Halmahera Utara, Dukono bukan nama yang asing. Gunung ini tercatat meletus hampir terus-menerus sejak 1933, dengan kawah aktif Malupang Warirang sebagai pusat kegiatannya. Karena itu, dua erupsi pada 2 November ini bukan kejadian yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari fase aktif panjang yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Fase aktif itu pernah berubah menjadi tragedi. Pada 8 Mei 2026, erupsi Dukono menewaskan tiga pendaki dan melukai lima orang lainnya, setelah rombongan pendaki memasuki kawasan yang sebenarnya sudah ditutup untuk umum sejak 17 April 2026. Peristiwa itu menjadi pengingat paling keras tahun ini: larangan mendekati kawah bukan imbauan biasa, melainkan batas keselamatan yang sudah memakan korban.

Apa yang harus dilakukan warga sekitar

Untuk warga yang tinggal di lereng dan sekitar Galela, langkah paling penting adalah menghormati radius 4 kilometer dari kawah aktif. Jangan mendaki, berkemah, atau mengambil foto dari dalam zona itu, apa pun alasannya. Abu vulkanik juga perlu diwaspadai: pakai masker saat abu turun, tutup penampungan air, dan jangan menggosok mata bila terkena abu.

Perlu juga dibedakan antara erupsi Dukono dan erupsi gunung lain yang ramai diberitakan sepekan terakhir. Sehari sebelumnya, Karangetang di Sangihe erupsi dengan lava meluncur sejauh 1 kilometer. Keduanya sama-sama gunung api aktif di timur Indonesia, tapi lokasinya berbeda, dan informasi dari satu gunung tidak boleh dipakai untuk menilai bahaya di gunung lain. Selalu rujuk pengumuman Badan Geologi untuk gunung yang bersangkutan. Gunung Dukono mengeluarkan abu vulkanik

FAQ

Di mana lokasi Gunung Dukono?

Di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, di ujung utara Pulau Halmahera. Kawah aktifnya bernama Malupang Warirang.

Berapa kali Dukono erupsi pada 2 November 2026?

Dua kali, yakni pukul 09.11 WIT dan 09.53 WIT, menurut laporan ANTARA yang mengutip Kepala Badan Geologi.

Berapa radius aman dari kawah Dukono?

Badan Geologi meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif, dan status gunung berada pada Level II (Waspada). Gunung Dukono mengeluarkan abu vulkanik

Apakah erupsi ini membahayakan penerbangan?

Kolom abu pertama teramati sekitar 950 meter di atas puncak. Informasi resmi soal abu vulkanik untuk penerbangan biasanya diterbitkan otoritas penerbangan melalui peringatan abu vulkanik; warga dan pelaku perjalanan sebaiknya memantau pengumuman resmi terbaru.

Sumber: Newshive, "Gunung Dukono Erupsi Dua Kali pada 2 November" (2 November 2026), mengutip laporan ANTARA dan Kepala Badan Geologi Lana Saria, newshive.id; Wikipedia, "Dukono", untuk konteks aktivitas sejak 1933 dan erupsi 8 Mei 2026.