Pemeriksaan mata pada siswa oleh klinik keliling

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menemukan sekitar 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan dari 34 juta peserta yang telah menjalani pemeriksaan mata melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Angka yang tidak kecil — dan ia mengungkap satu hal sederhana: banyak orang Indonesia tidak sadar matanya bermasalah sampai diperiksa.

Temuan itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat membuka peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Data ini sekaligus menjadi pijakan pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia.

Temuan dari 34 Juta Pemeriksaan Mata

Rinciannya cukup mengkhawatirkan. Kelainan mata ditemukan pada sekitar 3 persen anak sekolah dan 4 persen populasi umum. Gangguan penglihatan yang berkaitan dengan katarak tercatat sekitar 3 persen dari seluruh pemeriksaan yang dilakukan.

Dante mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan mata. "Jangan tunggu sampai mata kita terasa berat, kabur, atau menyakitkan. Jagalah organ pertama yang bekerja untuk kita setiap hari," ujarnya.

Menurut Dante, gangguan penglihatan bukan sekadar persoalan Indonesia. Secara global diperkirakan 1,1 miliar orang mengalami gangguan penglihatan yang belum tertangani — dan 90 persen di antaranya sebenarnya bisa dicegah atau diobati.

Anak Sekolah: Kelompok yang Paling Sering Terlambat Terdeteksi

Dokter spesialis mata memeriksa pasien

Angka 3 persen pada anak sekolah terdengar kecil, tapi artinya ribuan anak belajar dengan penglihatan yang tidak optimal. Kemenkes menekankan bahwa pemeriksaan mata perlu masuk ke sekolah, fasilitas kesehatan, dan komunitas — bukan hanya menunggu warga datang ke rumah sakit.

Logikanya sederhana: anak yang sulit melihat papan tulis sering dikira tidak bisa mengikuti pelajaran, padahal masalahnya cuma di mata. Deteksi dini bisa mengubah itu.

Empat Jurus Kemenkes Tangani Masalah Mata

Untuk merespons temuan ini, Kemenkes menyiapkan empat langkah strategis. Pertama, penguatan skrining mata di dalam program CKG — pemeriksaan mata wajib disertakan di setiap komponen kegiatan, baik di sekolah, faskes, maupun komunitas.

Kedua, perluasan akses operasi katarak yang pembiayaannya ditanggung BPJS Kesehatan. Pemerintah akan terus mengurai kendala akses, termasuk ketimpangan kuota operasi antar daerah.

Pemeriksaan mata dengan slit lamp

Ketiga, pemerataan distribusi dokter spesialis mata yang hingga kini masih terkonsentrasi di kota-kota besar. "Pemerataan tenaga medis diharapkan memperluas akses masyarakat di berbagai wilayah terhadap pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan," kata Dante.

Keempat, peningkatan edukasi kesehatan mata di sekolah dan tempat kerja.

Fakta vs Opini

Fakta: 1,6 juta indikasi gangguan penglihatan berasal dari data skrining CKG (34 juta peserta) yang diumumkan Kemenkes pada 15 Oktober 2026; strategi empat langkah adalah kebijakan resmi yang disampaikan Wamenkes.

Opini redaksi: Persoalan terbesar bukan teknologinya — skrining mata itu murah dan cepat — melainkan kesadaran masyarakat yang masih menganggap periksa mata hanya perlu saat keluhan muncul. Program seperti CKG menutup celah itu, selama tindak lanjutnya (rujukan, operasi katarak, kacamata) benar-benar berjalan di daerah.

FAQ

Apa itu program Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

Program pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak usia sekolah. Pemeriksaannya dilakukan setahun sekali, dan kini mencakup pemeriksaan mata.

Berapa banyak peserta CKG yang terindikasi gangguan penglihatan?

Sekitar 1,6 juta dari 34 juta peserta yang menjalani pemeriksaan mata, menurut data Kemenkes per Oktober 2026.

Apakah operasi katarak ditanggung BPJS Kesehatan?

Ya. Pemerintah memastikan layanan operasi katarak dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan kini berupaya memperluas aksesnya di berbagai daerah.

Kapan sebaiknya memeriksakan mata?

Kemenkes menyarankan pemeriksaan berkala, bukan menunggu muncul keluhan seperti mata berat, kabur, atau nyeri.

Sumber: Poskota, Headline.co.id, Orbit News. Dipublikasikan: 17 Oktober 2026.