Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Selatan terus menumpuk. Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jaksel mencatat 1.314 kasus sejak Januari hingga awal Oktober 2026 — dan bersamaan dengan angka itu, muncul peringatan dari DPRD DKI: jangan cuma menyerahkan pencegahan ke warga.

Data tersebut disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sudinkes Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita, dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2026). Incidence rate (IR) tercatat 56,55 — angka yang menunjukkan penularan masih aktif di wilayah tersebut.

Foto petugas kesehatan melakukan pencegahan DBD di permukiman

PSN 3M Plus: cara yang paling disarankan

Pesan utama dari Dinkes jelas: pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat gerakan 3M Plus adalah cara paling efektif dan aman. Artinya tiga langkah rutin ditambah langkah tambahan:

Menguras tempat penampungan air secara berkala. Menutup rapat tempat penyimpanan air. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Plus-nya: langkah tambahan seperti menabur larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, atau memasang kawat kasa. PSN perlu dilakukan rutin, serentak, dan berkelanjutan — minimal sekali seminggu — dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dinkes juga mengajak warga menggalakkan gerakan satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik) mandiri untuk memantau keberadaan jentik nyamuk secara berkala di lingkungan masing-masing.

"PSN perlu dilaksanakan secara rutin, serentak dan terus menerus, setidaknya sekali seminggu, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," kata Fitria.

Kenapa bukan fogging?

Banyak warga mengira pengasapan (fogging) adalah solusi utama DBD. Dinkes justru menempatkannya sebagai opsi terakhir — baru dilakukan setelah ditemukan kasus positif DBD dan dilanjutkan dengan penyelidikan epidemiologi (PE).

Alasannya: cairan pengasapan mengandung bahan kimia yang berpotensi memicu masalah pernapasan dan penyakit lain bila digunakan berlebihan. Fogging juga hanya membunuh nyamuk dewasa sesaat, tanpa memutus siklus jentik di sarang-sarang yang tidak tersentuh.

"Langkah paling efektif dan aman tetaplah gerakan PSN 3M Plus serta penguatan program Jumantik Mandiri," tegas Fitria.

Foto petugas melakukan fogging untuk pemberantasan nyamuk DBD

DPRD DKI: jangan cuma imbau warga

Angka 1.314 kasus mendapat respons dari legislatif. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Yuke Yurike, mendesak Pemprov DKI dan Sudinkes tidak hanya menyerahkan beban pencegahan kepada masyarakat.

"Angka 1.314 kasus bukan sekadar statistik, ini peringatan serius bagi kita semua. Saya mendesak Pemprov DKI dan Sudinkes untuk tidak hanya menyerahkan beban pencegahan kepada masyarakat, tetapi juga mengimbanginya dengan pengawasan dan fasilitas pendukung yang memadai," kata Yuke di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Yuke meminta puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta Selatan memastikan ruang perawatan, sarana medis, serta obat-obatan tersedia. Ia juga menekankan pelaksanaan PSN 3M Plus secara konsisten dan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik yang terus digencarkan.

Apa yang bisa dilakukan warga sekarang

Selain PSN 3M Plus, Dinkes mengimbau warga mengenali gejala DBD dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut. Petugas kesehatan sendiri melakukan surveilans epidemiologi dan entomologi untuk memantau perkembangan kasus serta kepadatan populasi nyamuk — perkembangannya bisa dipantau melalui laman surveilans DKI Jakarta.

Konteks musim juga penting: waspada penyakit musiman lain yang menyerang pernapasan — baca juga panduan kami: Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla: Cara Lindungi Diri.

Ilustrasi: aktivitas pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan permukiman

FAQ

Berapa kasus DBD di Jakarta Selatan tahun 2026?

1.314 kasus tercatat dari Januari hingga awal Oktober 2026, dengan incidence rate 56,55 — menurut Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

Apa itu PSN 3M Plus?

Gerakan pemberantasan sarang nyamuk: menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas, plus langkah tambahan pencegahan. Dilakukan minimal sekali seminggu.

Kapan fogging dilakukan?

Fogging adalah opsi terakhir, dilakukan setelah ditemukan kasus positif DBD dan dilanjutkan penyelidikan epidemiologi — bukan langkah pencegahan rutin.

Apakah fogging berbahaya?

Cairan pengasapan mengandung bahan kimia yang dapat memicu gangguan pernapasan bila dipakai berlebihan, menurut Dinkes Jakarta Selatan.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala DBD?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan pastikan lingkungan rumah bebas jentik nyamuk.

Sumber: Bloomberg Technoz, JakartaHits, Viv.co.id.